logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Referensi    Dunia    Artikel Umum Dunia    Pengawet Minuman

Bahan Pengawet Minuman Buatan, Aman atau Berbahaya?

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Adakah minuman dalam kemasan yang tidak mengandung bahan pengawet? Kalau kita cermati kandungan bahan (ingredient) yang tercantum dalam kemasannya, hampir semua produk minuman mengandung bahan pengawet. Sebut saja natrium benzoat, kalium sorbat, asam benzoat, dan asam sitrat.

Mengapa zat-zat tersebut ditambahkan ke dalam minuman kemasan? Lalu, apakah penggunaan bahan pengawet minuman tersebut aman bagi kesehatan?

Mengapa Minuman Diawetkan?

Produk minuman diawetkan karena daya tahannya sangat terbatas dan mudah rusak (perishable). Dengan diawetkan, minuman bisa disimpan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Ini jelas sangat menguntungkan. Secara umum, cara mengawetkan minuman dibagi dua, pertama menggunakan teknologi dan penambahan bahan pengawet. Teknologi pengawetan yang biasa digunakan antara lain pengeringan, refrigerasi, pengalengan, dan pasteurisasi. Cara kedua dengan menambahkan bahan pengawet. Bahan pengawet minuman adalah zat yang sengaja ditambahkan ke dalam minuman dengan fungsi menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan, menghindarkan oksidasi makanan sekaligus menjaga nutrisi minuman.

Jenis-jenis Bahan Pengawet Minuman

Bahan pengawet minuman dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengawet alami dan pengawet buatan. Bahan pengawet yang banyak digunakan dalam produk minuman adalah bahan pengawet buatan. Contohnya, natrium benzoat dan kalium sorbat. Kedua zat tersebut digunakan karena dapat mencegah pertumbuhan jamur. Natrium benzoate banyak digunakan untuk mengawetkan berbagai produk makanan dan minuman, seperti jus buah, kecap, margarin, mentega, minuman ringan, sambal, saus salad, saus tomat, selai, dan sirop buah. Adapun kalium sorbet  banyak dimanfaatkan dalam berbagai produk makanan dan minuman, seperti air soda, ikan asap, ikan asin, jus buah, keju, kue, margarin, mentega, minuman anggur, minuman ringan, produk buah-buahan yang difermentasi, roti, saos selada, susu,dan yoghurt.

Adapun bahan pengawet alami belum banyak yang memanfaatkan karena ketersediaan yang masih terbatas. Bahan pengawet alami yang biasa digunakan antara lain gula dan garam. Akhir-akhir ini, gel lidah buaya dan kitosan juga mulai banyak dicoba.

Aman atau Berbahaya

Secara garis besar, bahan pengawet dibedakan menjadi tiga jenis. Pertama, GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali. Garam, gula, asam cuka, dan bahan pengawet alami lainnya tergolong jenis GRAS. Kedua, ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen. Natrium benzoat, kalium sorbat, dan kebanyakan bahan-bahan pengawet buatan lainnya tergolong bahan pengawet jenis ADI. Ketiga, zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi, alias berbahaya, seperti boraks, formalin, dan rhodamin B.

Bahan pengawet dapat menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu atau digunakan secara berlebihan. Natrium benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma. Senyawa benzoat secara alami terdapat pada apel, cengkeh, dan kayu manis.

Menurut laporan International Programme on Chemical Safety, tidak ditemukan adanya dampak natrium benzoat terhadap kesehatan manusia dengan dosis sebesar 647-825 mg/kg berat badan per hari. Batasan yang ditentukan untuk natrium benzoat dalam makanan bukan karena sifat racunnya, melainkan karena sifatnya yang dapat meninggalkan rasa tertentu di mulut jika jumlahnya melebihi 0.1%.

Jadi, boleh-boleh saja natrium benzoat ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, asalkan tidak berlebihan alias tidak melebihi dosis yang ditetapkan. Bagaimana dengan kalium sorbat? Sama dengan natrium benzoat, kalium sorbat aman digunakan asalkan tidak berlebihan. Dosis konsumsi kalium sorbat sebesar 25 mg/kg berat badan.  

Walaupun penggunaan bahan pengawet buatan diperbolehkan, tetapi kita tetap perlu berhati-hati ketika mengkonsumsi produk minuman dalam kemasan. Pertama, pastikan minuman tidak mengandung bahan pengawet yang berbahaya dan dilarang. Ingat! Jangan pernah mengonsumsi minuman yang tidak mencantumkan kandungan bahan di kemasannya. Kedua, jangan berlebihan dalam mengosumsinya.  

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Peradaban Benua Eropa
  • Asia Tenggara dalam Daftar Anggota ASEAN
  • Rempah-Rempah: Daya Pikat Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
  • Perekonomian Eropa Dilihat dari Sepak Bola
  • Sejarah Tulisan: Dari Piktograf hingga Alfabet
  • Aritkel ASEAN: Dari Lima Hingga Sepuluh Negara
  • Sejarah Perkembangan Bahasa: Punah atau Berkembang?
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA