Menelisik Pengertian Bronchitis
Ilustrasi pengertian bronchitis
Bronchitis merupakan penyakit masuk golongan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) ISPA begitu akrab di telinga orang-orang yang berada di negara-negara berkembang. Bahkan, bisa dikatakan, ISPA adalah penyakit bagi rakyat di negara-negara miskin. Alasannya, kebanyakan jumlah penderita ISPA berada di negara yang memiliki sanitasi dan lingkungan yang buruk. Dan, ini pasti menjadi masalah bagi negara-negara miskin dan negara berkembang, seperti Indonesia.
Tentang Bronchitis
Bronchitis adalah penyakit peradangan saluran pernapasan utama ke paru-paru (peradangan bronchi). Bronchitis ini merupakan salah satu contoh penyakit ISPA. Tepatnya, penyakit ISPA bawah, yaitu paru-paru.
Penyakit bronchitis adakalanya merupakan penyakit kelanjutan dari flu, sinus, atau radang tenggorokan. Broncitis bisa menjadi penyakit yang mengancam jiwa jika tak lekas diobati.
Penyebab Bronchitis
Penyakit bronchitis disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya adalah infeksi virus yang ada di udara (terhirup oleh hidung dan masuk ke paru-paru); infeksi bakteri yang ada di udara; adanya makanan yang masuk ke dalam bronchi; dan lain-lain.
Faktor Risiko Bronchitis
Faktor yang memperbesar kemungkinan seseorang terkena bronchitis biasanya adalah orang tua yang lanjut usia, bayi, atau anak-anak (karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah); perokok; serta orang yang mempunyai kelainan jantung dan paru-paru.
Macam-macam Bronchitis
Bronchitis terbagi menjadi 2 jenis sebagai berikut.
- Bronchitis akut. Yaitu, bronchitis yang biasanya datang dan sembuh hanya dalam waktu 2 hingga 3 minggu saja. Kebanyakan penderita bronchitis akut akan sembuh total tanpa masalah yang lain.
- Bronchitis kronis. Yaitu, bronchitis yang biasanya datang secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Terutama, pada perokok. Bronchitis kronis ini juga berarti menderita batuk yang dengan disertai dahak dan diderita selama berbulan-bulan hingga tahunan. Asap rokok yang mengandung nikotin, racun yang berasal dari tembakau, bersifat karsinogen. Maksudnya karsinogen adalah zat mencetus kanker paru-paru.
Gejala Bronchitis
Penyakit bronchitis memberikan gejala-gejala batuk yang disertai dahak (jika dahaknya berwarna hijau-kuning maka ada infeksi bakteri); napas yang pendek-pendek; sesak napas; sakit otot; demam; dan sakit dada.
Pengobatan Bronchitis
Pengobatan yang dilakukan untuk penderita bronchitis bergantung pada jenis bronchitisnya. Misalnya, untuk bronchitis akut yang disebabkan oleh virus, pengobatan tidak boleh menggunakan antibiotik.
Infeksinya sendiri akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Penggunaan aspirin; minum air putih yang banyak; tidak merokok; dan beristirahat dengan cukup akan mempercepat penyembuhan. Jika gejala tidak berkembang, dokter akan memberi obat inhaler (yang bisa dihirup).
Untuk bronchitis kronis, merokok adalah hal yang sangat dilarang karena hal ini justru akan memperburuk kondisi, bahkan bisa merusak paru-paru. Langkah-langkah pengobatan bagi bronchitis kronis di antaranya adalah mengurangi atau menghindari polusi udara yang bisa merusak paru-paru; melakukan vaksin flu dan vaksin pencegah penyakit paru-paru setiap tahun; melakukan latihan program pernapasan; mengkonsumsi obat yang mengandung albuterol dan ipratropium; serta jika dibutuhkan diberikan bronchodilator yang disebut theophylline and steroids.
Pencegahan Bronchitis
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Penyakit ISPA termasuk bronchitis bukanlah penyakit genitik. Melainkan dicetuskan dari faktor luar dan lingkungan. Agar Anda tak tertular penyakit tersebut, ada baiknya mencegah. Berikut ini merupakan cara pencegahan broncihitits
- Prilaku sehat
Salah satu cara mencegah penyakit ispa adalah disiplin menjaga kebersihan diri sendiri, misalnya rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, setelah melakukan aktifitas di luar rumah. Mandi dua kali sehari, kemudian rutin membersihkan rumah tiap hari. Ketika pagi hari sebaiknya jendela dan pintu dibuka agar sirkulasi udara segar masuk ke ruangan rumah. Jangan biarkan debu menumpuk pada perabot rumah Anda.
- Tidak merokok
Hentikan kebiasaan merokok. Tak ada manfaatnya menghabiskan sebungkus rokok dalam sehari. Rokok hanya menyebabkan penyakit dan gangguan pada indera pernafasan. Indonesia merupakan negara tertinggi mengonsumsi rokok, tak heran penyakit ISPA di Indonesia sangat banyak. Tingkat kesedaran menghentikan kebiasaan merokok sangat rendah. Padahal asap rokok tak hanya merugikan si penghisap rokok saja, melain orang lain / perokok pasif berpotensi terkena bronchitis.
- vaksinasi
Cara berikutnya adalah melakukan vaksinasi. Fungsi vaksin adalah membantu meningkatkan imunitas dalam tubuh. Vaksin bisa dilakukan di poliklinik atau rumah sakit terdekat. Jika Anda ada rencana berkunjung di negara ketiga atau pergi daerah kumuh, disarankan tiga hari sebelum keberangkatan sebaiknya vaksin dahulu agar kebal terhadap infeksi virus.
- Menggunakan masker
Pencegahan kedua adalah selalu menggunakan masker / penutuh hidung, ketika mengendarai sepeda motor. Tujuannya agar Anda tak mengirup debu yang beterbangan di udara. Apalagi di perkotaan yang udaranya terlalu polutan, tak baik bagi orang yang beraktifitas di luar. Demikian juga ketika Anda sedang berkunjung ke rumah sakit, wajib mengenakan masker agar tak terinveksi kuman dari rumah sakit.
Pilihlah masker yang biasa digunakan oleh pekerja medis. Harganya tak mahal dan mudah dibeli di apotik atau toko obat.
- Mengonsumsi makanan sehat
Cara berikutnya adalah memperhatikan pola makan yang teratur, selain itu mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tinggi. Makanan sehat yang bergizi bisa membentuk kekebalan secara mandiri dari dalam tubuh. Biasakan memakan sayuran hijau dan buah-buahan. Vitamin yang ada pada buah bermanfaat mematikan bakteri dan virus jahat yang masuk dalam tubuh, termasuk bakteri bronchitis.
- Olah raga
Olah raga secara rutin bisa mencegah penyakit ISPA. Olah raga tak perlu yang berat-berat. Misalnya jalan pagi / jogging tiap hari, atau berenang seminggu tiga kali sudah cukup.
Mengulas TBC
Salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang paling berbahaya adalah TBC yang masih banyak terjadi di Indonesia. TBC kepanjangan dari tubercolosis, orang terkena TBC sulit disembuhkan, dan berpotensi menular kepada orang lain. TBC merupakan penyakit yang timbul dari lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat dan kumuh. TBC masih menjadi ancaman bagi kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia.
Penyebab TBC
Timbulnya penyakit TBC karena infeksi bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis. yang disebarkan melalaui dahak orang yang mengidap TBC, peralatan makan minum penderita, dan lingkungan tempat tinggal yang tak sehat.
Rata-rata pengidap penyakit TBC dari kalangan kaum marginal yang tinggalnya di perkampungan padat. Di mana sirkulasi udara hampir tak ada, selain itu sinar matahari tak bisa menembus rumahnya. Penyakit ini bisa menular kepada siapa saja, tak mengenal batas usai. Namun yang paling rawan adalah balita yang imunitasnya masih lemah.
Gejala kena TBC
Seseorang yang terkena TBC bisa dikenali dari gejala-gejalanya. Berikut ini merupakan penjelasan tentang ciri-ciri orang yang mengidap TBC.
- Lemas
Orang yang terkena TBC biasanya badanya cepat lemas. Melakukan aktifitas berat sedikit langsung cepat lelah. Ini tentu mempengaruhi produktivitas kerja.
- Nafas sesak
Gejela kedua adalah nafasnya terasa berat dan sesak. Selain itu ketika bernafas menimbulkan bunyi. Seperti ada yang tersumbat di tenggorokannnya. Rasa sesak kerap melanda ketika malam hari disertai mukanya berkeringat.
- Mual
Gejala berikutnya adalah rasa mual dan kehilangan selera makan. Sehingga tubuhnya pengidap TBC menjadi kurus kering. Selain itu kulitnya menjadi kering karena kekurangan asupan gizi.
- Batuk tak sembuh-sembuh
Salah satu gejala yang pasti adalah batuk yang tak sembuh-sembuh. Kemudian disertai dahak yang berwarna hijau. Batuk dari orang yang mengidap TBC bisa menular ke orang sehat yang berada di sekitarnya. Bakteri TBC yang keluar dari batuk bisa beterbangan ke udara dibawa oleh hembusan angin. Tentu bisa hinggap ke orang lainnya. Oleh karena itu penderita TBC diwajibkan memakai masker.
Cara Penyembuhan TBC
Yang menderita TBC harus lekas disembuhkan, tak ada cara lain kecuali berobat ke rumah sakit. Biaya pengobatan TBC sebenarnya murah, untuk kasus penyakit TBC pemerintah memberi subsidi bagi masyarakat. Sebelum memasuk tahap penyembuhan pengidap TBC diperiksa terlebih dahulu, melalui sampel darah, liur dan dahaknya. Kemudian baru setelah ketahuan positif kena TBC baru sesi berikutnya adalah tahap penyembuhan.
Pengobatan TBC butuh waktu 6 bulan penuh. Selama 6 bulan itu pasien wajib minum paket obat yang diberikan oleh dokter. Pasien harus disiplin minum obat, jangan pernah absen. Ini tujuannya agar bakteri TBC yang bersarang dalam tubuh melemah dan mati. Jika berhenti sehari saja minum obat, harus diulangi dari awal lagi.
Demikianlah sekilas tentang penyakit bronchitis dan keturunannya. Semoga bermanfaat.

