logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ibadah Haji

Pengertian Ibadah Haji dan Seputar Pahalanya


Ilustrasi pengertian ibadah haji

Rukun Islam yang paling terakhir adalah pergi haji. Ibadah ini merupakan ritual tahunan yang dilakukan oleh kaum muslim di seluruh dunia dengan mengunjungi rumah Allah di Arab Saudi. Menurut Bahasa Arab, kata haji berasal dari kata qashd, yang artinya maksud, tujuan, dan menyengaja.

Menurut syariat, pengertian ibadah haji adalah mengunjungi Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melakukan beberapa amalan ibadah tertentu. Tempat-tempat yang dikunjungi dalam ritual ibadah haji diantaranya Ka'bah, tempat sa’i bernama Mas’a, Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

Kegiatan utama pada ibadah haji dilaksanakan mulai tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu dilewati dengan bermalam di Mina, kemudian wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah pada hari selanjutnya, dan ritual terakhir melempar jumroh sebagai simbol melempari setan pada 10 Dzulhijjah. Pelaksanaan ibadah haji tersebut dinamakan Idul Adha atau oleh masyarakat Indonesia disebut Hari Raya Haji.

Jenis Ibadah Haji

Untuk jenis ibadah haji, setiap umat muslim bebas untuk memilih. Adanya pilihan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan niat seorang jamaah. Di antara pilihan ibadah haji itu adalah sebagai berikut.

  • Haji Ifrad, artinya menyendiri. Haji dan umrah dilaksanakan sendiri-sendiri. Umrah adalah haji kecil, yang waktu pelaksanaannya bisa kapan saja. Dalam Haji Ifrad, jamaah saat memakai pakaian ihram pada miqat atau batas ibadah haji meniatkan diri untuk melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu, baru setelah selesai ia melakukan umrah.
  • Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang atau bersantai-santai. Jamaah melakukan umroh terlebih dahulu baru kemudian haji di tahun yang sama tanpa pulang dahulu ke negara asalnya.
  • Haji Qiran, artinya menggabungkan atau menyatukan. Maksudnya adalah menggabungkan waktu untuk ibadah haji dan umrah dengan pakaian ihramnya. Melaksanakan semua rukun dan wajib haji tanpa melepaskan pakaian ihram. Waktu yang diperlukan memang cukup lama. Namun, menurut Abu Hanifah, melakukan Haji Qiran itu sama seperti melakukan dua tawaf dan dua sa'i.

Rukun Haji

Rukun haji merupakan kegiatan yang harus dilakukan dalam haji. Apabila tidak dilakukan maka hajinya tidak sah. Urutan rukun haji, yaitu:

 

  1. Ihram, niat mengerjakan haji atau umrah sambil mengenakan pakaian ihram.
  2. Wukuf di Arafah, berdiam diri sambil berdoa di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.
  3. Tawaf Ifadah, mengelilingi Ka’bah 7 kali, dilaksanakannya setelah melempar jumroh Aqabah pada 10 Dzulhijjah.
  4. Sa'i, berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilaksanakan setelah tawaf ifadah.
  5. Tahallul, bercukur atau menggunting rambut setelah mlakukan sa’i.
  6. Tertib, melakukan semua kegiatan secara berurutan.

 

Wajib Haji

Kegiatan yang harus dilakukan pada saat ibadah haji, bila tidak dilakukan harus membayar denda (dam).

  • Niat ihram, dikerjakan setelah berpakaian ihram.
  • Mabit atau bermalam di Muzdalifah, dilakukan pada 9 Dzulhijjah ketika dalam perjalanan dari Arafah ke Mina.
  • Melempar jumroh Aqabah, dilakukan 10 Dzulhijjah.
  • Mabit di Mina, dilakukan pada 11–13 Dzulhijjah (hari Tasyrik).
  • Melempar jumroh Ula, Wustha, dan Aqabah, 11–13 Dzulhijjah.
  • Tawaf Wada, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekkah.

Balasan Menunaikan Ibadah Haji

Setelah mengkaji tentang pengertian ibadah haji hingga pembahasan tentang jenis, rukun dan wajib haji, maka penulis selanjutnya akan menjelaskan balasan yang dijanjikan Allah Swt. kepada orang yang menunaikannya.

Di dalam sebuah hadis, Rasullah Saw. bersabda, “Tidak ada balasan bagi haji mabrur, melainkan surga”. Suhbanallah, sungguh luar biasa balasan yang diberikan Allah kepada orang yang menunaikan ibadah haji. Predikat yang didapatnya adalah haji  mabrur. Balasannya adalah surga.

Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan haji mabrur? Di dalam kitab Fat-hul ‘Allam, Syeikh Zakaria al-Anshari menuliskan bahwa yang dimaksud dengan haji mabrur adalah, pelaksanaan ibadah haji yang tidak terdapat tercampur di dalam dosa. Pasalnya, kata mabrur berasal dari kata al-birr yang memiliki arti ta’at dan diterima.

Jika haji seseorang diterima oleh Allah, ia akan mendapatkan haji mabrur. Penerimaan tersebut tergantung pada dua hal. Pertama, apabila ia memenuhi rukun dan wajib haji. Kedua, jika ia tidak melakukan perbuatan keji, tidak melakukan perbuatan fasik dan tidak melakukan pertengkaran atau keributan di saat sedan berihram.

Sedangkan tanda-tandanya adalah, masih menurut Syeikh Zakaria al-Anshari, ketika ia kembali ke tanah airnya atau pulang ke kampungnya akan menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi sebelum menunaikan ibadah haji. Juga, ia melaksanakan ibadah haji tidak ada unsur riya di dalamnya.

Artinya, orang yang melaksanakan ibadah haji dan mencapai predikat haji mabrur, maka ia akan selalu mensyukuri nikmat bisa menunaikan ibadah haji. Ia meyakini bahwa Allah memberikan nikmat terbesar kepadanya  dan ia pun bisa menjaga nikmat tersebut, baik saat menunaikan ibadah haji maupun ketika kembali ke daerah atau kampungnya.

Makanya, ahli hikmah mengkategorikan orang yang memiliki predikat haji mabrur akan menjaga dirinya dari lima hal yang membuat orang celaka setelah mendapat nikmat:

  • Jangan menjadi pribadi yang bertambah ilmu menjadi bertambah sombong
  • Jangan menjadi pribadi yang bertambah amal menjadi bertambah bangga.
  • Jangan menjadi pribadi yang panjang umur menjadi bertambah berbuat maksiat
  • Jangan menjadi pribadi yang bertambah banyak harta menjadi pelit
  • Jangan menjadi pribadi yang tinggi kedudukannya menjadi angkuh

Oleh karena itu, bila sudah menunaikan ibadah haji hendaklah menjaga diri dari kelima hal di atas. Jika mampu menjaganya, maka predikat haji mabrur tetap melekat pada diri kita. Apalagi, orang yang menunaikan ibadah haji sudah mendapatkan jaminan menjadi orang yang fithrah, orang yang mendapatkan penghapusan dosa dari Allah hingga ia seperti bayi yang baru dilahirkan.

Dua Amal Setara Pahalanya dengan Pahala Haji Mabrur

Setelah membahas tentang pengertian haji hingga pahala yang didapat orang-orang yang menunaikan ibadah haji, maka penulis juga ingin mewartawakan bahwa ada amal yang bila dilakukan akan memiliki amal ibadah setara dengan pahal haji mabrur.

Di dalam kitab Nasha-ihul ibad, dicantumkan hadis Rasulullah Saw. yang bernada, man ashbaha yanwi nashratal madzluumi wa qadha-a haajatil muslim kaanat lahu ka-ajari hajjatin mabrurah (Siapa yang bangun di pagi hari, ia berniat menolong orang yang sedang terzhalimi dan memenuhi kebutuhan (hajat) orang muslim maka baginya pahala seperti pahala haji mabrur)

Dari hadis di atas, bila kita tidak mampu melaksanakan ibadah haji lantaran tidak ada uang atau lamanya menunggu antrian untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji,maka lakukanlah apa yang dikatakan Rasulullah Saw. Yaitu, bantulah orang-orang yang sedang terzhalimi dan kebutuhan orang muslim

Yang dimaksud dengan orang yang terzhalimi adalah orang yang sedang mengalami penganiayaan, mengalami tekanan dan sebagainya. Bila kita memiliki kekuatan, maka gunakanlah kekuatan yang dimiliki untuk menolong mereka yang sedang terzhalimi.

Sedangkan yang dimaksud dengan memenuhi hajat orang muslim adalah, bila ada saudara, rekan dan siapa saja yang sedang memiliki kebutuhan maka kita membantunya. Misalnya saja, ada saudara kita yang sedang dililit hutang, maka melepaskannya dari hutang akan menghantarkan kita menjadi orang yang berhak mendapatkan pahala haji mabrur.

Demikian halnya juga, jika kita memiliki saudara kandung yang sedang membutuhkan uang untuk pernikahannya atau untuk melakukan acara, lalu dengan senang hati dan penuh keikhlasan kepada Allah kita menolongnya, maka Allah akan memberikan kita pahala seperti pahala haji mabrur.

Ingat, pahala haji mabrur adalah surga. Jika kedua hal di atas kita lakukan setiap saat, bayangkan saja jaminan untuk masuk ke dalam surga sudah ada di tangan. Tapi ingat, niatnya ikhlas karena Allah, bukan karena riya atau dipuji oleh orang lain.

Cukup mudah sekali, bukan? Hanya dengan berniat di pagi hari membantu orang yang terzhalimi dan memenuhi kebutuhan orang muslim lainnya, kita bisa mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur. Tentu saja, ini bukan sekedar niat, tapi dilaksanakan juga.

Maka dari itu, tak sempit jalan yang diberikan Allah untuk hamba-Nya agar bisa masuk ke dalam surganya. Selain melakukan ibadah-ibadah yang wajib, maka lakukan juga dua ibadah yang sudah diberi jaminan mendapat pahala seperti pahala haji mabrur. Ingat, pintu surga di depan mata ketika kita melakukan kedua hal di atas.

Tahukah Anda, ada dua amal yang tak ada mengungguli keduanya? Apakah itu? Kata Rasulullah Saw, “Beriman kepada Allah dan bermanfaat bagi orang-orang muslim”.

Inilah kajian sederhana seputar pengertian ibadah haji, rukun, wajib, pahala hingga amal yang dilakukan seperti pahala menunaikan ibadah haji, yaitu haji mabrur. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ongkos Naik Haji 2010
  • Manfaat dan Cara Memilih Tempat Bimbingan Manasik Haji
  • Biaya Haji 2010 : Dari Komponen Hingga Layanan
  • Perjalanan ke Tanah Suci dari Tabungan Haji
  • Doa Manasik Haji
  • Sejarah Ibadah Haji
  • Pentingnya Melaksanakan Ibadah Kurban
  • Hajar Aswad - Batu dari Surga
  • Haji Dan 5 Pesan Terakhir Rasul
  • Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu
  • Menyiasati Besarnya Biaya Haji
  • Mengenal Tata Cara Ibadah Haji
  • Pedoman Manasik Haji
  • Agar Tersesat Tak Menjadi Tema Cerita Haji Anda
  • Ritual Badal Haji dalam Pandangan Ilmu Fiqih
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA