logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Hubungan Sosial

Pengertian Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Sosial


Ilustrasi pengertian kerukunan umat beragama

Hidup bermasyarakat berarti hidup berdampingan dengan orang lain. Dan, hidup berdampingan dengan orang lain berarti harus mau menerima setiap kondisi yang terjadi diantara semua orang, termasuk dalam hal ini perbedaan agama. Oleh karena itu kita harus mempunyai pengertian kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat kita. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa orang-orang di sekitar kita, mungkin mempunyai agama yang berbeda-beda.

 

Untuk meningkatkan pengertian kerukunan antar umat beragama ini, maka setidaknya kita harus menanamkan sikap saling menghormati sesama manusia. Hal ini merupakan dasar dari kondisi kehidupan. Jika kita mampu meningkatkan sikap saling menghormati, maka setidaknya kita dapat melakukan proses komunikasi antar personal sebaik-baiknya.

 

Dan, pengertian kerukunan antar umat beragama adalah pemahaman atas konsep hidup bersama tanpa ada sengketa yang menyebabkan perpecahan ataupun persengketaan di antara umat beragama. Dengan pemahaman yang jelas, maka jika kita menerapkan hidup rukun dalam interaksi umat beragama, maka tidak akan kita jumpai atau alami sikap ataupun kondisi negatif dengan alasan agama.

 

Manusia adalah Makhluk Sosial

 

Manusia itu makhluk sosial, yaitu makhluk yang di dalam menjalani dan menjalankan kehidupannya selalu membutuhkan keberadaan orang lain, makhuk lain. Dengan adanya makhluk lain  inilah, maka keberadaan kita diakui oleh masyarakat. Oleh karena itulah, maka kita dituntut untuk dapat menerapkan konsep interaksi dan komunikasi terbaik dengan makhluk lainnya, dalam hal ini dengan manusia lainnya.

 

Kita ini ada, karena ada orang lain di sekitar kita. Jika tidak ada orang lain di sekitar kita, maka sebenarnya kita ini tidak ada sama sekali. Apalah artinya keberadaan kita jika orang lain tidak ada di sekitar kita? Begitulah urgensinya kita sebagai makhluk sosial.

 

Dan, karena kita tergantung pada orang lain, maka setidaknya hal yang perlu kita terapkan agar interaksi kita terjadi baik adalah dengan menciptakan suatu kondisi terbaik. Kondisi terbaik yang kita maksudkan dalam hal ini tidak lain adaah kerukunan antar pribadi, termasuk dalam hal ini hidup beragama. Dengan cara seperti ini, maka titel kita sebagai makhluk sosial benar-benar terwujudkan.

 

Manusia Sebagai Makhluk Beragama

 

Ya. Manusia juga makhluk beragama, yaitu makhluk yang mempunyai tingkat kepercayaan terhadap sesuatu yang diyakini dengan sepenuh hati dan diwujudkan dalam setiap kegiatan hidupnya. Dengan agama yang dianutnya, maka manusia dapat melakukan berbagai kegiatan hidup.

 

Dengan demikian, maka seharusnya pengertian kerukunan umat beragama merupakan bagian integral dari diri kita untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Dengan kerukunan antar umat beragama, setidaknya kita dapat menghilangkan, setidaknya mengurangi friksi yang seringkali muncul terkait dengan kepercayaan dan keimanan kita.

 

Sebagai makhluk beragama, manusia menyadari bahwa hidup dan kehidupan diciptakan Tuhan agar kita saling berinteraksi dengan makhluk lainnya. Hal ini merupakan wujud untuk menjaga kelestarian hidup dan kehidupan. Interaksi antar makhluk ini, merupakan bukti bahwa kita bukanlah makhluk individual.

 

Dan, dengan konsep hidup sebagai bagian integral kehidupan, yaitu segala takdir Tuhan untuk kita, maka kesadaran untuk saling menjaga kondisi kehidupan merupakan satu bentuk kewajiban dan tanggungjawab terhadap sang Pencipta. Kita mempercayai bahwa kehidupan ini ada yang menciptakan dan menjaganya dari kepunahan dan seterusnya. Dan, manusia sebagai makhluk sosial berkewajiban untuk ikut menjaga agar keberadaannya tetap langgeng dan terjaga.

 

Pentingnya Hidup Dalam Kerukunan Umat Beragama

 

Agama adalah tuntunan hidup yang kita terima sebagai sebuah kepastian hidup. Dogma tidak berbantah dan harus diterapkan agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Dengan beragama, maka kehidupan menjadi lebih nyaman dan terarah serta teratur. Tidak ada lagi tindakan-tindakan anarkis yang mengatasnamakan kemanusiaan.

 

Dengan agama, maka kita jadi mengetahui segala hal yang baik, begitu juga segala hal yang buruk bagi kehidupan kita dan masyarakat kita. Kehidupan kita menjadi lebih baik sebab banyak tuntunan yang kita dapatkan dan banyak larangan yang menjadikan kita mengetahui apa yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan.

 

Termasuk dalam hal ini adalah penciptaan kondisi hidup penuh kerukunan antar umat beragama. Kita harus dapat menciptakan hdup dan kehidupan yang penuh kerukunan agar nyaman dan tidak terjebak dalam sifat  sempit  terkait dengan kepercayaan kita. Kita harus menciptakan kerukunan umat beragama dalam kehidupan kita sehingga masyarakat kita menjadi masyarakat yang tenang dan aman.

 

Bahwa, kerukunan umat beragama sangat menentukan kondisi kehidupan kita di masyarakat. Jika kita masing-maisng memegang teguh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, maka masyarakat akan menjadi satu komunitas terbaik dan mendukung peningkatan eksistensi diri. Masyarakat yang rukun adalah masyarakat yang memungkinkan terciptanya sebuah komunikasi antar personal sebaik-baiknya dan menghindarkan berbagai keburukan yang mungkin dapat tercipta.

 

Jika kita dapat hidup aman dan nyaman dengan kerukunan umat beragama, mengapa kita harus bersengketa untuk kondisi yang seperti itu? Kita sebagai makhluk sosial mempunyai kesempatan yang luas untuk menciptakan kehidupan yang nyaman dan aman, jika kehidupan beragama kita rukun. Lantas, mengapa masih ada persengketaan dengan alasan agama?

 

Memang saat ini banyak sekali dimunculkan persoalan sosial yang banyak berkedok di balik nama atau memakai alasan agama. Dan hal ini semakin banyak dijadikan sebagai bahan topik utama di berbagai media televisi maupun cetak yang ada di negara kita.

 

Namun, sebelumnya kita memang diharapkan untuk bisa menjadi cermat dan lebih kritis lagi terhadap berita ini. terkadang memang ada banyak pihak yang menjadikannya sebagai alat untuk mencapai hal yang mereka inginkan. Atau hal tersebut justru hanya dibesar-besarkan dengan alasan tertentu pula.

 

Terkadang, berita yang diberikan juga tak seimbang atau justru memberikan sedikit pembelaan kepada pihak satunya dengan sedikit tak berpihak kepada yang lainnya. Atau tidak memberikan fakta yang memang benar-benar ada dan terjadi di lapangan.

 

Karena memang di balik setiap perkara yang terjadi di dalam masyarakat terutama yang mengenai masalah agama adalah masalah yang sangat rentan sekali. Dan banyak terjadi bahwa masalah agama ini dijadikan dalih untuk melanggengkan suatu hal lainnya yang masih berkenaan dengan hal itu.

 

Atau justru perkara yang terjadi itulah yang dijadikan momentum yang pas untuk melanggengkan sesuatu hal tersebut. Semuanya dianggap sebagai sebuah alasan akan kemungkinan untuk melaksanakannya.

 

Kita tahu bahwa negara kita adalah negara yang sangat menjunjung tinggi agama. Terlebih, negara kita adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Namun, banyak hal yang terjadi di Indonesia yang berkenaan dengan masalah agama selalu memperlihatkan keburukan agama Islam atau betapa tidak toleransinya umat muslim kepada umat yang lainnya.

 

Sejatinya, umat muslim sudah dididik untuk melakukan toleransi agama. Di dalam Surat Al Kafirun telah menjelaskan bahwa memang tidak ada paksaan dalam kehidupan beragama. Umat muslim tidak dapat mengajak satu manusiapun untuk masuk ke dalam agama Islam dengan sebuah paksaan.

 

Bisa jadi memang, apa yang terjadi di balik kejadian yang memberikan citra buruk bagi umat Islam tersebut adalah sebuah hal yang terjadi karena memang ada pemicunya. Dan sering kali hal pemicu ini tidak dijelaskan secara gamblang dan jelas serta detail kepada masyarakat oleh media. Sehingga kesan yang terbentuk dalam berita yang ditayangkan adalah seakan umat islam adalah umat yang sangat tidak mempunyai rasa toleransi.

 

Contoh yang banyak terjadi adalah bahwa ada sekumpulan umat islam yang menyerang sebuah klub malam. Hal yang ditampakkan di dalam berita yang ditayangkan dalah betapa sangat anarkisnya umat islam saat itu. Mereka sampai menghancurkan beberapa bagain bangunan dari klb malam tersebut.

 

Hal lain tidak ditampakan. Bahwa sejatinya sebelum melakukan penghancuran tersebut, umat islam yang ada di sekitar klub malam tersebut merasa terganggu dengan kehadiran klub malam di sekitar tempat tinggal mereka.

 

Selain itu, klub malam tersebut juga menjual minuman keras yang jelas-jelas di dalam Islam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Mereka mungkin juga sudah melapor kepada pihak yang terkait akan rasa tidak setuju mereka terhadap keberadaan klub malam tersebut. Namun, sejauh ini tidak mendapatkan respon positif dari pihak manapun. Sehingga sebagai jalan pintas adalah hal yang itulah yang dilakukan.

 

Pengertian kerukunan umat beragama memang sudah diajarkan di hampir semua agama. Namun, dalam agama Islam tetaplah harus berada di dalam kerangkan syariat Islam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tips Menjadi Pria Single Yang Disukai Wanita
  • Bersopan Santun dalam Pergaulan Masyarakat
  • Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Adu Domba - Pengkhianatan Paling Kejam
  • Sopan Santun Dalam Pergaulan Menunjukkan Nilai Diri
  • Forum Dewasa, Bukan Hanya Tentang Seks!
  • Santun Berbahasa, Komunikasi Lancar
  • Cara Mengajari Anak Tentang Sopan Santun
  • Pentingnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Mengenal Kelompok Sosial Dimasyarakat
  • Sopan Santun Berbicara
  • Arti Masyarakat Polisi atau Polisi Masyarakat?
  • Menjaga Sopan Santun dalam Berbicara
  • Mengkaji Tri Kerukunan Umat Beragama
  • Penjelasan Kondisi Sosial Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA