logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Pengertian Media - Perjuangan Tangan Rakyat


Ilustrasi pengertian media

Pengertian media sama dengan perantara. Namun belakangan pengertian media ini bergeser sesuai dengan kontaknya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan masyarakat. Pengertian media sekarang sama dengan publikasi. Media sendiri ada beragam macamnya. Media televisi, media cetak dan media suara atau disebut juga radio. Namun yang lebih popular adalah media cetak dan media televisi. Yuk kenalan dengan kedua media tersebut.

  • Media televisi

Untuk media yang satu ini, Anda semua pasti mengenalnya. Kata media televise sendiri sudah sangat akrab dimasyarakat. Saking akrabnya seolah pengertian media ini sudah bersatu dengan budaya dan kehidupan di masyarakat. Media televisi artinya perantara untuk televisi. Itu kalau mau dibahasakan secara harfiahnya. Namun dalam artian yang dipahami publik, media televisi adalah sekumpulan orang yang mengelola berita ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan publik dengan perantara televisi.

Sekarang televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak ada satupun orang yang tidak mengenal televisi. Walaupun ada suku primitive di Indonesia yang tidak menggunakan televisi, mereka pun mengerti karena biasanya pasti ada televisi yang diletakkan sebagai sarana publik.

Bicara tentang televisi tidak akan pernah habis-habis. Bahkan sekarang televisi sudah semakin bertambah stasiunnya. Artinya awak media televisi juga bertambah. Mereka semua melayani konsumsi publik. Namun mereka bukan pekerja PNS yang selalu kita anggap melayani masyarakat.

Orang-orang tersebut bekerja menentukan dan separuhnya bertaruh apa-apa saja yang kelak akan disukai masyarakat. Jadi, bukan masyarakat yang kemudian menentukan acara. Namun medialah yang menyajikan tontonan dengan tuntunan halus agar masyarakat menyukainya.

Bayangkan, saat ini sudah ada 11 acara di televisi. Kalau mereka mengudara semua serentak dari jam 4 pagi sampai jam 2 dini hari, berarti mereka mengudara sebanyak 22 jam dalam sehari. Kalau 22 jam setiap satu stasiun televisi, berarti dengan adanya 11 stasiun dikali 22 ada sekitar 242 jam. Bila setiap acara kita rata-ratakan, masing-masing program menghabiskan waktu 2 jam. 242 dibagi dua menjadi 121. Jadi selama satu hari kita bisa memiliki pilihan sebanyak 121 program.

Namun, sayangnya, diantara ke 121 program tidak sampai separuhnya yang bermutu. Sisanya kebanyakan tidak mendidik. Pola Siaran di media televisi memang seringkali tergantung bagaimana stasiun televisi itu memilihkan acara untuk kita, atau membuatkan acara untuk masyarakat. Jadinya, masyarakat menerima apapun acaranya. Kemudian akhirnya memilih apa yang hendak ditonton. Kalau kebetulan yang ingin ditonton tidak ada, ya, jadilah televisi Anda dimatikan.

  • Media cetak

Setelah pengertian media televisi dibahas, giliran membahas pengertian media yang satu ini, media cetak. Kalau disatukan dengan kata media dalam artian sebenarnya, terasa aneh barangkali ketika mendengar kata media cetak. Arti harfiahnya berarti perantara cetak. Namun kalau pengertian media ini ditambah seperti perantara untuk memberitakan sesuatu lewat yang dicetak, ini lebih masuk akal dan sesuai.

Anda pasti kenalkan dengan media cetak alias koran, majalah, tabloid atau apapun yang gunanya dicetak dan dipublikasikan secara rame-rame. Namun harus diingat, media cetak bukan buku. Mengapa? Karena media isinya berita yang dibuat secara keroyokan. Buku sendiri dibuat secara ekslusif jadi tidak masuk dalam pengertian media cetak.

Berbeda dengan televisi yang memiliki banyak program dengan durasi yang lama dan mengandalakan visual dan audio. Media cetak hanya khusus untuk media visual. Anda menggunakan penglihatan untuk membaca atau melihat gambar yang disajikan di koran, di tabloid ataupun majalah.

Kalau media cetak bisa memiliki bentuk fisiknya dan bisa menyimpannya, lain persoalan tentunya dengan media televisi yang memanfatkan fungsi digital. Kemajuan sekarang ternyata sudah merambah pada media digital lain yang dikenal sebagai media internet. Untuk media yang satu ini menggabungkan fungsi media yang sudah ada terlebih dahulu.

Media Cetak dan Televisi Penggerak Kemajuan Bangsa

Setelah memahami pengertian media yang berbentuk cetak dan televisi, kita akan flashback ke masa lalu, ketika dunia belum memiliki dua kemajuan tersebut. Terlihat peradaban berjalan secara lambat. Manusia tidak memiliki akses informasi publik.

Walau mereka menggunakan akses informasi publik, tapi yang tercipta adalah akses publik berupa berita dari mulut ke mulut yang terkadang sumbernya tidak jelas. Sungguh hebat seorang perawi Hadis mampu menyusuri para narasumber satu persatu untuk bisa mengumpulkan hadis hadis yang sekiranya shoheh.

Sekarang Anda tidak perlu menyusuri satu persatu sumbernya. Media yang mengambil satu sumber, pasti akan menyertakan sumbernya sehingga tidak membingungkan dan tidak memutuskan mata rantai berita.
Dengan adanya akses publik, mudah sekali untuk mendapat berita, bahkan dari berbagai pelosok belahan dunia.

Akses publik berupa media di masyarakat Amerika dulu bisa mengungkap skandal mengerikan tentang tindakan semena-mena penguasa terhadap para penambang. Juga tentang tidak diperlakukannya pekerja tambang wanita dengan layak. Semua berhasil diekspos ke media sehingga menimbulkan reaksi yang ujungnya pasti berbuntut perubahan.

Beberapa skandal pun bisa diangkat media. Media bisa dengan gampang menggoyang kekuasaan seseorang. Media memang bisa memiliki sisi malaikat dan menolong rakyat jelata yang tertindas, namun bisa menjadi iblis ketika berpihak pada penguasa yang jahat. Ibarat sebuah belati bermata dua, bagaimana seseorang saja yang akan menggunakan media sebagai senjatanya. Baik untuk untuk kebaikan ataupun kejahatan.

Sayangnya, media besar di Indonesia malah dikuasai oleh para politikus yang jelas-jelas cuma akan menggunakan media sebagai alat mereka untuk memperlancar bisnis atau untuk naik ke pusat pemerintahan. Ini mengerikan, karena media akan mengarahkan opini publik ke arah yang diinginkan pihak penguasa. Contohnya adalah seperti yang pernah terjadi ketika Indonesia masih di perintah Suharto.

di banyak negara-negara dengan pemimpin diktator, pemerintah memang memegang akses ke ranah publik dengan menguasai media. Memang, tidak semua media sungguh-sungguh milik para politikus. Ada juga media yang mencoba berdiri diantara rakyat dan politikus. Mereka berharap bisa menjadi penyambung lidah rakyat dalam menyampaikan aspirasi.

Pernah juga media yang terlalu berani melawan pemerintah di bredel. Akses nya dikunci dan dimatikan kreatifitasnya. Bahkan yang terparah dipenjarakan fisiknya. terkadang hal itu berhasil membunuh keberanian para awak media, tapi bisa juga malah membangkitkan pemberontakan.

Pengertian Media - Pilihan Ada di Tangan Anda

Mungkin memang penguasaan atas ranah publik dimiliki oleh media, sehingga pengertian media yang sesungguhnya jadi rancu. Namun, dalam menentukan akan dominan ke mana adalah diri kita sendiri. Kitalah yang memilih apakah akan membiarkan terbawa arus berita publik, atau memilih untuk bebas.

Media hanya alat, bukan segalanya, juga bukan pusat informasi yang selalu harus anda percayai. Jalur informasi ada banyak. Salah satunya memang berita di media, terutama berita yang mengungkap kekinian, seperti berita yang terjadi pada hari itu. Berita tersebut adalah fakta yang sungguh terjadi hari itu. Namun berita yang sungguh-sungguh kabur adalah berita politik dan korupsi. Adanya penguasaan atas akses media milik para politikus semakin mempersulit jalannya kebenaran.

Tapi, bukan berarti kita harus disetir media. Sesungguhnya yang tengah dipuaskan oleh media adalah kita, rakyat ini. Bagaimanapun kemudian media itu melenceng disebabkan karena kita juga.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Etika Jurnalistik dalam Peliputan Berita oleh Wartawan
  • Judul Skripsi Jurnalistik: Menyibak Media, Membongkar Manusia
  • Sembilan Elemen Jurnalisme dan Bahasa Jurnalistik
  • Jurnal Humas, Peningkatan Potensi Internal
  • Beberapa Model Komunikasi dalam Pelbagai Teori
  • Seputar Pengertian Komunikasi Verbal
  • Jurnalisme Radio: Keunikan Media Radio
  • Sejarah Perkembangan Komunikasi dari Masa ke Masa
  • Masalah Kehidupan Sosial di Masyarakat
  • Pengertian Jurnalisme dan Elemen Pentingnya
  • Ucapan Selamat Pagi - Ungkapan yang Luar Biasa
  • Jurnalistik Radio - Ketika Para Jurnalis Dicalonmantukan
  • Sosiologi Komunikasi - Ranah Komunikasi dalam Sosiologi
  • Sopan Santun Adalah Cermin Diri Kita
  • Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA