logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Pengertian Pendidikan Akhlak

Mudahkah Memberikan Pengertian Pendidikan Akhlak dalam Islam?

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mudahkah memberikan pengertian pendidikan akhlak dalam Islam? Akhlak dalam Islam adalah akhlak tata cara menjalani kehidupan seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Tata cara hidup yang telah tergaris dengan sangat jelas di dalam Al-qur’an dan as-sunnah.

Mudahkah mengajarkan pendidikan akhlak dalam Islam? Tidak semudah membaca setiap hadist dan ayat dalam Al-qur’an. Dibutuhkan sosok yang bisa membumikan semua teori yang terdapat dalam kitab tersebut menjadi hal praktis yang terlihat mata dan terasakan oleh hati.

Bagaimana dengan pendidikan akhlak di sekolah-sekolah? Di mana pun pendidikan akhlak tersebut diadakan tetap saja pendidik harus mampu memberikan contoh nyata yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Islam itu sempurna. Semua tata cara menjalani hidup sudah ada aturannya. Tetapi adat istiadat dan budaya sering kali berbenturan dengan akhlak yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Terkadang juga pendidikan akhlak tersebut terbentur cara pendidik memahami ayat atau hadist yang ada sehingga membuat perselisihan tak terelakkan.

Bila hal ini terjadi biasanya, orang lebih cenderung mengambil jalan yang mudah. Yang penting gampang dilaksanakan. Orang lain melakukannya dengan cara yang berbeda, itu bukanlah urusan yang harus dijadikan masalah besar. Tidak terlalu salah memang, tapi orang lain di luar Islam akan memandang bahwa akhlak islami itu banyak dan berbeda-beda tata cara penerapannya.

Islam mengajarkan untuk melakukan sesuatu berdasarkan kemampuan masing-masing individu. Hal ini juga terkadang dijadikan alasan untuk tidak melakukan sesuatu dengan maksimal. Misalnya, akhlak berhadas. Sebenarnya, baik laki-laki maupun perempuan kencing dengan cara jongkok.

Tapi, apa yang dilakukan oleh laki-laki? Mereka lebih suka berdiri bahkan tidak bersuci setelah melaksanakan panggilan alam tersebut. Seharusnya menjaga kesucian adalah sangat penting. Tapi sering kali kita melihat anak-anak kecil dibiarkan kencing sembarangan terutama anak laki-laki.

Seharusnya kita tak melihat diri sebagai orang yang lebih berilmu dan suci tak berdosa dibandingkan dengan orang lain. Bukankah orang berilmu yang sombong sama saja kedudukannya dengan orang yang membiarkan dirinya tak berilmu? Bukankah tak ada seorang manusia pun yang bisa menentukan akhir hidupnya akan masuk surga atau tercemplung ke neraka.

Hal-hal sederhana seperti itulah yang sangat sulit untuk dilakukan. Tapi bagaimana pun teori yang diajarkan melalui pendidikan akhlak terutama di lembaga-lembaga pendidikan tetap wajib hukumnya untuk ada. Namun sekali lagi, penerapannya dalam kehidupan sehari-harilah yang lebih penting dibandingkan dengan nilai atau angka yang dikantongi oleh anak didik.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Syariat Islam Solusi Bagi Kerusakan Multidimensi Masyarakat
  • Sejarah Khalifah - Dari Khulafaur Rasyidin Hingga Bani Abbasiyah
  • Menikahlah karena Menikah Itu Wajib
  • Pembagian Warisan Menurut Hukum Islam
  • Ciri dan Karakteristik Artikel Dakwah
  • Belajar Mutiara Hikmah dari Syair Arab
  • Kumpulan Ceramah Agama Islam: Tanda-Tanda Cinta
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA