logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Pendidikan

Pengertian Penerbitan Beserta Divisi-divisinya


Ilustrasi pengertian penerbitan

Banyak yang bertanya tentang pengertian penerbitan. Dewasa ini, dunia penerbitan bisa dibilang mengalami pertumbuhan pesat. Penerbitan bermodal besar maupun penerbitan indie saling bersaing ketat. Era teknologi informasi memang salah satu pemicunya. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan informasi pun tidak boleh dikesampingkan. Ya. Dunia penerbitan seakan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia masa kini. Oleh karena itu, perlu kiranya kita memahami pengertian penerbitan.

Ada yang berpendapat, pengertian penerbitan adalah upaya menerbitkan berbagai materi tertulis agar tersampaikan dengan baik kepada masyarakat pembacanya. Pengertian penerbitan tersebut tidaklah salah. Namun, pengertian penerbitan itu sendiri merupakan usaha resmi yang bertalian dengan pencarian naskah, proses editorial, produksi, dan pemasaran naskah tercetak.

Berdasarkan pengertian penerbitan yag disebutkan tadi, ada penerbit yang didirikan oleh individu, ada juga yang didirikan oleh kelompok atau lembaga. Biasanya, badan hukumnya berupa CV, perseroan terbatas (PT), atau yayasan.

Tujuannya tentu bersifat komersil meskipun ada pula yang nonprofit. Mayoritas majalah, surat kabar, tabloid, dan buku merupakan contoh penerbitan komersil. Sementara media cetak yang dihasilkan lembaga swadaya masyarakat, yayasan, dan instansi pemerintah umumnya bersifat nonprofit.

Setiap badan usaha penerbitan memiliki idealisme dan ciri khas tersendiri dalam usahanya. Meskipun demikian, tidak jarang dijumpai penerbitan yang hanya menjadi pengekor, serta berorientasi profit semata, tanpa mempedulikan kualitas produknya. Melihat kenyataan ini, penting bagi seorang penulis untuk memiliki wawasan memadai tentang seluk-beluk penerbit dan pengertian penerbitan.

Kembali ke pengertian penerbitan, tiga divisi utama penerbitan akan kita kupas lebih lanjut, sebagai berikut.

Pengertian Penerbitan - Divisi Editorial

Divisi editorial —yang dikomandani pimpinan redaksi— bisa dikatakan sebagai ruh penerbitan. Mengapa? Sebab, dari sinilah akan dijaring naskah-naskah berkualitas, sesuai visi dan misi penerbit. Dari mana penerbit memperoleh naskah? Kontributor, pemburu naskah, dan agen naskah adalah sumber naskah untuk lembaga penerbitan.

Kontributor dapat melayangkan naskahnya kepada penerbit atas inisiatif sendiri ataupun atas undangan pihak redaksi. Jika penerbit memilih cara hunting naskah, target yang akan dikejarnya adalah penulis profesional atau tokoh masyarakat yang kompeten di bidangnya.

Mereka akan diminta penerbit untuk menulis naskah tertentu, sesuai bidangnya masing-masing. Mengejar momen tertentu yang tengah marak, atau bertepatan dengan booming-nya suatu tema merupakan saat-saat penerbit berburu naskah.

Sementara itu, ada pihak yang berjuluk agen naskah. Dialah yang akan berburu naskah untuk menyuplai kebutuhan penerbit, terutama jika produksinya ternyata berskala besar. Bisa dibilang, agen naskah ini adalah kepanjangan tangan dari pihak penerbit.

Dengan bantuan agen naskah, dalam waktu singkat, penerbit akan memperoleh naskah yang diinginkan, tanpa harus membuang waktu lama. Karena terkesan instan, naskah semacam ini harus tetap melalui proses editing ketat agar memenuhi standar kualitas naskah layak terbit.

Semua naskah yang masuk ke ruang redaksi, sebelum diputuskan layak terbit, akan dievaluasi oleh dewan redaksi. Hal apa sajakah yang akan dipertimbangkan atau dinilai dalam evaluasi tersebut?

1. Isi Karangan

Evaluasi terhadap isi karangan mencakup hal-hal berikut.

  • Ide atau gagasan; apakah memiliki unsur kebaruan, unik, bermanfaat, sejalan dengan visi-misi penerbit, dan marketable.

  • Orisinalitas; apakah naskah bukan merupakan hasil copy paste atau menjiplak karya orang lain.

  • Penyajian data atau pun fakta yang memperkuat naskah. Data dan fakta tersebut harus netral, logis, mengandung kebenaran, dan berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Bukan data dan fakta yang hanya isapan jempol, juga tidak menyudutkan pihak tertentu.

2. Bahasa Penyajian

Bahasa yang disajikan dalam sebuah naskah menjadi sasaran berikutnya dalam proses evaluasi. Bahasa penyajian yang baik, setidaknya meliputi hal-hal berikut ini.

  • Bahasa yang memikat, mengalir, dan mudah dicerna pembaca.

  • Tidak menggunakan kata ambigu sehingga makna yang ditangkap pun akan mudah dan tidak berbelit-belit.
  • Susunan kalimat yang tepat dan logis sehingga tidak membuat pembaca berpikir saat membaca melainkan berpikir setelah selesai membaca..

  • Pilihan diksi yang tepat. Perlakuan terhadap diksi, tentunya berbeda antara naskah fiksi dan naskah nonfiksi. Diksi dalam naskah fiksi lebih fleksibel dan luas karena kandungan nilai sastranya, sesuai selera si penulis.

  • Ejaan yang benar, sesuai dengan pegangan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

  • Kesesuaian penggunaan bahasa dengan tujuan penulisan. Misalnya, untuk menulis naskah ilmiah, pastinya tidak tepat jika menggunakan bahasa sastrawi yang mengandung pemaknaan ganda atau penuh metafora.

3. Teknik Penulisan

Dewan redaksi akan menilai teknik penulisan suatu naskah berdasarkan hal-hal berikut.

  • Penempatan dan keteraturan gagasan. Jangan sampai ada ide yang meloncat-loncat tidak karuan dalam naskah, tanpa memperhatikan urutan atau koherensinya.

  • Kohesi dan koherensi antarkalimat dan antarparagraf yang tepat sehingga pembaca terbangun sebuah bacaan yang utuh, kokoh, dan pembaca pun mudah memahami maksud penulis.

  • Keterkaitan antara judul dan isi; apakah judul telah mencerminkan isi naskah. Jangan sampai isi bacaan sama sekali tidak merepresentasikan judul yang dibahas.

  • Kerapian keseluruhan perwajahan naskah. Apakah jenis dan ukuran font yang digunakan sudah seperti yang disyaratkan? Apakah pengaturan spasi dan badan paragraf sudah rapi? Apakah ilustrasi pendukung (jika ada) telah sesuai dengan tema, dan blocking-nya tepat?

Untuk poin terakhir, sebagian penerbit memiliki tim khusus untuk menangani kerapian perwajahan dan tata letak ini. Tim khusus yang dimaksud adalah tim layout dan desainer yang bertanggungjawab penuh atas kemenarikan buku dari segi desain cover dan tata letak perwajahan buku secara keseluruhan.

Jika naskah telah dinyatakan layak terbit, tahap selanjutnya adalah editing. Adapun wilayah editor mencakup penyuntingan terhadap bahasa penyajian dan teknik penulisan suatu naskah, seperti yang terurai pada dua poin tersebut.

Pengertian Penerbitan - Divisi Produksi

Usai tahap editing, naskah akan menuju dapur produksi. Di sana, seorang pimpinan atau manajer produksi akan menentukan proses cetak suatu naskah. Sebelumnya, agar kemasan naskah lebih maksimal, seorang layouter akan menatanya. Bertanggung jawab untuk mengurusi tata letak naskah, ukuran font dan pengaturan gambar yang mungkin dimunculkan dalam buku.

Jika diperlukan, fotografer pun akan dilibatkan untuk menghasilkan foto-foto pendukung sehingga naskah akan terlihat lebih menarik. selain itu, untuk urusan cover buku, tanggung jawab tersebut sepenuhnya dikerjakan desainer grafis.

Pengertian Penerbitan - Divisi Pemasaran

Manajer pemasaran akan menentukan strategi pemasaran produk penerbitan. Bedah buku, talk show, seminar, pameran, menyebarkan leaflet promosi, atau mengadakan undian berhadiah adalah contoh upaya memasarkannya. Berbagai kondisi pasar dan trend tema yang digemari atau sedang marak menjadi acuan dalam membuat strategi marketing.

Nah, itulah sedikit pengetahuan yang bisa penulis bagi tentang pengertian penerbitan berseta divisi-divisi yang terkait di dalamnya. bagi sebuah perusahaan penerbitan, tanpa adanya tiga divisi tadi, mustahil untuk bisa menciptakan sebuah buku yang menarik untuk dibaca. Kalaupun pihak penerbitan tidak memiliki salah satu divisi tadi, biasanya penerbit selalu memiliki opsi untuk menggunakan jasa outsourching yang memang kompeten di bidangnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami Definisi Prestasi untuk Kesuksesan
  • Hujan Asam - Kado Pabrikan untuk Kerusakan Lingkungan
  • Refleksi Dunia Pendidikan Kita
  • Mengenal Macam-Macam Ideologi di Dunia
  • Perpustakaan Era Digital Makin Praktis dan Efisien
  • Pengaruh Musik Pada Anak
  • Media Pembelajaran Harus Menyenangkan
  • Berbagai Asumsi Mengenai Seksi
  • Gambar Korupsi di Sekolah
  • Potensi Sungai Bawah Tanah
  • Pusat Sumber Belajar dan Model-model Pembelajaran Kreatif
  • Ciri-Ciri Ilmu yang Bermanfaat
  • Pengertian Prestasi Belajar: Ranah Afektif
  • Contoh Pidato tentang Pendidikan Seputar Hari Pendidikan Nasional
  • Definisi Pendidikan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA