Pengertian Penyakit Diare

Sepertinya kita sudah akrab betul dengan apa yang disebut diare. Hampir setiap dari kita pernah mengalaminya, setidaknya saat kita masih bayi. Bahkan, diare di usia bayi telah dianggap sebagai penyakit yang biasa bagi mayoritas penduduk Indonesia. Anggapan ini tidaklah sepenuhnya mengkhawatirkan, karena jika kita tahu pengertian penyakit diare, maka dalam situasi dan kosndisi tertentu, diare itu perlu untuk kesehatan tubuh kita. Bagaiamana bisa?
Pengertian Penyakit Diare
Sebetulnya, pengertian penyakit diare tidaklah berkutat pada pengertian penyakit itu sendiri, an sich. Akan tetapi, pengertian penyakit diare lebih sebagai mekanisme atau respon tubuh dalam upayanya mengeluarkan racun dari usus kita. Pada umumnya, kebanyakan dari orang-orang di sekeliling kita menganggap sama antara pengertian penyakit diare dengan mencret.
Kondisi ini menyebabkan tinja yang kita keluarkan membawa serta sejumlah besar cairan, terkadang disertai pula lendir dan darah bergantung pada penyebab diare itu sendiri. Disamping itu, orang-orang yang sedang diare akan mengeluarkan aroma gas dan tinja yang jauh lebih tajam dari pada orang-orang yang ususnya terjaga bersih.
Diare Berjasa Menjaga Kebersihan Usus
Di sisi lain, penyakit diare ini memang berhubungan erat dengan penyakit konstipasi (sulit buang air besar, BAB). Apabila kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tidak berserat, maka jumlah kotoran yang kita keluarkan akan berkurang. Dengan kata lain, apa yang kita keluarkan dari perut tidak seimbang dengan apa yang kita masukkan ke perut.
Dalam jangka waktu tertentu, hal ini menyebabkan konstipasi dan menumpuknya kotoran stagnan (kotoran yang berhenti) dalam usus besar kita. Dan sayangnya, kotoran stagnan yang dibiarkan terus menerus akan berpotensi untuk memunculkan polip dan kanker pada usus. Selain itu, kondisi usus yang buruk tersebut dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri-bakteri jahat.
Bakteri jahat merupakan bakteri yang bekerja untuk membusukkan makanan-makanan yang tidak dapat dicerna oleh usus. Dalam proses pembusukan yang tengah berlangsung, bakteri-bakteri jahat ini sekaligus mengeluarkan gas-gas beracun.
Nah, di sinilah sebenarnya diare berusaha untuk mengeksresikan (mengeluarkan) kotoran-kotoran stagnan yang telah terkumpul dalam usus besar. Kotoran-kotoran stagnan tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk tinja yang encer, tidak padat seperti halnya saat tubuh kita tidak kekurangan serat.
Tinja encer itulah yang kemudian dianggap sebagai gejala abnormal dan orang yang mengalaminya dijustfikasi sedang menderita sakit. Jadi, pengertian penyakit pada umumnya tidaklah tepat betul jika digunakan untuk memahami pengertian penyakit diare.
Bukan Diare yang Mematikan, namun Dehidrasi
Diare biasanya terjadi dalam frekuensi yang sering. Oleh karena diare turut menarik keluar cairan tubuh dalam jumlah yang banyak, maka kemungkinan besar kita akan mengalami dehidrasi ketika sedang diare.
Tubuh anak-anak kecil tersusun dari lebih kurang 80 % air, orang dewasa 60-70 % air, dan tubuh orang lanjut usia tersusun dari 50-60 % air. Sehingga, apabila tubuh mengalami dehidrasi yang parah, sel-sel tubuh dapat dengan cepat tidak berfungsi. Itulah mengapa, inti dari tindakan yang dilakukan pada penderita diare adalah dengan memberikan cairan kepadanya agar mereka tidak mengalami dehidrasi.
Kalau kita perhatikan, kebutuhan air bagi masing-masing orang tidaklah sama, bergantung pada ukuran tubuh serta aktivitas orang tersebut. Namun pada umumnya, tubuh membutuhkan lebih kurang enam hingga enam gelas air setiap hari bagi orang dewasa.
Namun Anda harus memperhatikan bahwa air tidak dapat digantikan oleh teh, kopi, maupun minuman berkoarbonasi. Hal ini karena zat-zat yang terkandung di dalamnya, yakni gula, kafein, alkohol, dan zat tambahan lainnya menyerap cairan dari dalam sel dan darah, sehingga darah dalam tubuh kita menjadi lebih kental dan dehidrasi pun semakin memburuk.






