Memaknai Pengertian Prestasi Belajar Siswa

Prestasi hasil belajar yang yang diperoleh oleh siswa adalah bentuk prestasi akademik sebagai bukti tertulis capaian pemahaman dan kemengertian seorang siswa terhadap mata pelajaran yang dipelajari dalam kurun waktu tertentu.
Pengertian prestasi belajar siswa dapat didefinisikan sebagai hasil dari usaha seorang siswa untuk memahami, mempelajari dan mengerti dengan berbagai disiplin ilmu yang dapat bersifat menggembirakan maupun menyedihkan. Yang berlaku adalah hal yang cukup rasional, jika sang siswa rajin dan giat belajar maka kemungkinan besar prestasi akademiknya akan baik, namun jika ia malas dan tidak tekun, hasilnya akan biasa-biasa saja bahkan bisa jadi menjadi kabar buruk bagi orang tua.
Prestasi Akademik Sebagai Jaminan
Namun, apakah pengertian prestasi belajar siswa secara tertulis ini menjadi jaminan akan kepahaman seorang siswa terhadap disiplin ilmu yang dipelajarinya? Jawabnnya adalah belum tentu, diantaranya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Cara belajar. Kebanyakan, cara belajar yang dilakukan dan diajarkan oleh para pendidik masih sekadar teks book dan menghapal. Siswa diajarkan untuk menghapal sebuah materi bukan memahaminya.
Akibatnya tak jarang kita lihat, seorang mahasiswa yang semasa di kampus ia lagganan mengumpulkan nilai A, namun pada saat wawancara kerja ia tidak dapat memahami dan memberikan contoh aplikasi yang diinginkan perusahaan. Ingat bahwa dunia kerja adalah dunia aplikasi, jadi cara belajar menghapal bukanlah cara yang tepat untuk kemudian Anda diterima dengan baik di dunia pekerjaan.
2. Sistem pendidikan tanah air yang masih saja berbau korupsi, kolusi dan nepotisme.
Budaya KKN ternyata tak hanya kita jumpai di dunia politik dan bisnis saja. Penyakit korupsi akut yang menjangkiti masyarakat Indonesia ternyata juga berlaku di dalam sistem pendidikan Indonesia. Sebagai contoh banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional. Karena merasa malu jika anak-anak sekolahnya tidak lulus, tak jarang sebuah sekolah membentuk sebuah panitia kelulusan yang tugasnya memberikan jawaban kepada para siswa yang sedang melaksanakan ujian.
Ada juga para generasi tua yang kesulitan menulis tugas akhir untuk penyelesaian studinya, akhirnya memilih megupahkan penyelesaian studinya kepada orang yang dianggap bisa. Dengan bayaran yang sebanding, skripsi buatan orang pun akhirnya melenggangkan seseorang memperoleh predikat gelar sarjana.
Cara-cara kotor sistem pendidikan tanah air yang seperti ini akhirnya tanpa sadar merusak makna pengertian prestasi belajar siswa yang sesungguhnya. Kondisi ini kian memperburuk wajah pendidikan Indonesia.
Dari sini akhirnya bermunculan generasi intelektual penipu yang pada akhirnya diberi jabatan penting di negeri ini. Bisa dibayangkan penipuan apalagi yang akan dilanjutkan setelah para penipu ini menduduki jabatan. Jadi sebetulnya pendidikan merupakan salah satu upaya dasar untuk penyelesaian permasalahan kompleks budaya korupsi di tanah air.
Para pendidik punya kewajiban melahirkan anak-anak didik yang tak hanya memiliki potensi intelektual, namun yang tak kalah penting adalah moral dan kejujuran dari kaum intelektual tersebut.
3. Para pelajar dan peserta didik lebih memfokuskan pada pengetahuan akademik.
Sehingga melupakan keterampilan, soft skill, dan keahlian sebagai tuntutan nyata di masyarakat. Anda tentu tidak asing dengan yang dikatakan dengan istilah sekolah kehidupan. Sekolah kehidupan menjadikan kehidupan ini sebagai tempat utama untuk belajar.
Setiap peserta didik dituntut betul untuk dapat memahami dan mampu mengaplikasikan apa yang telah ia pelajari. Peserta didik tidak diikat pada nilai-nilai akademik semata, sebaliknya diberi kebebasan untuk dapat belajar secara mandiri dari alam, masyarakat dan kehidupan nyata.






