logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Perkembangan Anak

Pengertian Prestasi Belajar Siswa, Faktor yang Mempengaruhi


Ilustrasi pengertian prestasi belajar siswa

Pengertian prestasi belajar siswa, sering kali hanya diartikan dan ditandai dengan meraih predikat juara kelas dalam ujian semester. Sementara bagi siswa yang tidak memperoleh peringkat juara kelas, dikategorikan sebagai siswa yang kurang berprestasi. Benarkah pemahaman demikian ini?

Tentu saja pengertian prestasi belajar siswa yang sempit tersebut kurang begitu tepat. Sebab pada dasarnya seorang siswa memiliki bakat dan kemampuan yang tidak sama antara satu siswa dan siswa lainnya. Sehingga, penilaian dan definisi prestasi tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sudut pandang akademis saja.

Masih banyak faktor lain yang bisa menjadi indikator seorang siswa memiliki prestasi atau tidak. Di antaranya adalah prestasi di bidang olah raga, kesenian atau juga di bidang ketrampilan. Siswa yang bisa mengembangkan minat serta bakat di masing-masing bidang tersebut juga layak untuk dikategorikan sebagai siswa berprestasi. Bukan sekedar hanya mendasar pada penilaian angka di raport saja sebagai ukuran apakah seorang siswa memiliki prestasi atau tidak.

Karakteristik Siswa Sukses

"Sukses" adalah kata yang sangat menyesatkan. Banyak ingin menyamakan untuk menjadi sukses hanya dalam hal penelitian, tetapi juga meliputi kualitas lainnya. Mari kita melihat melalui kualitas ini 'siswa yang baik' di bagian berikut.

  1. Berpengetahuan luas

    Pengetahuan adalah bahwa salah satu faktor kunci yang mendefinisikan siswa. Memiliki pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada buku dan silabus tetapi juga mencakup hal-hal tentang urusan saat ini dan lain-lain.

    Hal ini memungkinkan dia untuk mengeluarkan dari semua yang dia miliki dan menggunakannya dalam studinya. Hal ini juga memungkinkan dia untuk menetapkan tujuan yang realistis dan kemudian berusaha untuk mencapainya.


    Pekerja keras

    Tidak ada yang jadi apapun tanpa kerja keras dan itulah apa yang siswa yang baik harus menanamkan. Seorang siswa pekerja keras bukanlah seseorang yang akan menghindar dari pekerjaan, atau mencoba untuk menemukan cara untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dengan cepat atau demi menyelesaikan apa yang dihadapi. Dia bukan seseorang yang akan melakukan pekerjaannya dengan tulus dan dimasukkan ke dalam semua upaya tanpa mengorbankan kualitas.


    Terorganisir

    Seorang siswa yang baik memiliki kemampuan organisasi yang besar. Dia memiliki kemampuan untuk merencanakan dan mengatur tidak hanya hal-hal, tetapi pikirannya juga. Menjadi terorganisir memungkinkan seseorang harus siap untuk semua situasi yang mengikuti dan karena itu, ia mampu memberikan semua yang dia miliki.

    Misalnya, jika ia memiliki tes atau pertandingan olahraga di akhir minggu dan dia sudah menuliskan poin atau telah membuat catatan dari tugasnya kelak dan ia akan mengikuti semua arahan dengan segera, maka itu memungkinkan dia banyak waktu untuk mempersiapkan semua praktek atau keterampilan dan dengan demikian bekerja di dalamnya untuk memperbaiki diri. Hal ini tidak mungkin terjadi jika ia leha leha.

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Di sekolah siswa diajarkan tidak hanya tentang dunia akademis. Siswa juga diajarkan untuk bisa menggali potensi dan bakat yang ada pada dirinya. Baik itu yang terkait dengan dunia akademis atau tidak. Namun selain faktor sekolah, ada beberapa faktor lain yang menunjang prestasi belajar seorang siswa. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah :

  1. Kecerdasan. Hal ini merupakan modal seorang siswa untuk mengembangkan semua informasi yang didapatnya guna menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
  2. Bakat. Komponen ini merupakan faktor yang sudah bersifat "given" atau karunia dari Tuhan. Sehingga, dalam perkembangannya manusia hanya bertugas untuk menggali bakat apa yang menjadi kelebihan seseorang.
  3. Minat. Faktor ini berasal dari dalam jiwa seorang siswa. Apakah dirinya memiliki minat dan kemauan untuk belajar dan mempelajari sesuatu atau tidak. Minat bisa berperan dominan dalam menentukan tingkat prestasi seorang siswa, karena minat merupakan pendorong yang paling besar dalam proses belajar seorang siswa.
  4. Motivasi. Merupakan faktor pendukung yang berasal dari luar. Motivasi bisa berasal dari orang tua, keluarga atau juga sekolah dan lingkungan bermain.
  5. Lingkungan. Dengan berada pada lingkungan yang mendukung proses belajar, seorang siswa akan mendapat pemacu semangat belajar. Karena suasana yang tercipta akan memberikan rangsangan bagi seorang siswa untuk selalu meningkatkan kualitas belajarnya.

Prestasi Akademik Sebagai Jaminan

Namun, apakah pengertian prestasi belajar siswa secara tertulis ini menjadi jaminan akan kepahaman seorang siswa terhadap disiplin ilmu yang dipelajarinya? Jawabnnya adalah belum tentu, diantaranya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Cara Belajar

Kebanyakan, cara belajar yang dilakukan dan diajarkan oleh para pendidik masih sekadar teks book dan menghapal. Siswa diajarkan untuk menghapal sebuah materi bukan memahaminya.

Akibatnya tak jarang kita lihat, seorang siswa yang semasa di kampus ia lagganan mengumpulkan nilai A, namun pada saat wawancara kerja ia tidak dapat memahami dan memberikan contoh aplikasi yang diinginkan perusahaan. Ingat bahwa dunia kerja adalah dunia aplikasi, jadi cara belajar menghapal bukanlah cara yang tepat untuk kemudian Anda diterima dengan baik di dunia pekerjaan.

2. Sistem Pendidikan Tanah Air yang Masih Berbau KKN

Budaya KKN ternyata tak hanya kita jumpai di dunia politik dan bisnis saja. Penyakit korupsi akut yang menjangkiti masyarakat Indonesia ternyata juga berlaku di dalam sistem pendidikan Indonesia. Sebagai contoh banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional. Karena merasa malu jika anak-anak sekolahnya tidak lulus, tak jarang sebuah sekolah membentuk sebuah panitia kelulusan yang tugasnya memberikan jawaban kepada para siswa yang sedang melaksanakan ujian.

Ada juga para generasi tua yang kesulitan menulis tugas akhir untuk penyelesaian studinya, akhirnya memilih megupahkan penyelesaian studinya kepada orang yang dianggap bisa. Dengan bayaran yang sebanding, skripsi buatan orang pun akhirnya melenggangkan seseorang memperoleh predikat gelar sarjana.

Cara-cara kotor sistem pendidikan tanah air yang seperti ini akhirnya tanpa sadar merusak makna pengertian prestasi belajar siswa yang sesungguhnya. Kondisi ini kian memperburuk wajah pendidikan Indonesia.

Dari sini akhirnya bermunculan generasi intelektual penipu yang pada akhirnya diberi jabatan penting di negeri ini. Bisa dibayangkan penipuan apalagi yang akan dilanjutkan setelah para penipu ini menduduki jabatan. Jadi sebetulnya pendidikan merupakan salah satu upaya dasar untuk penyelesaian permasalahan kompleks budaya korupsi di tanah air.

Para pendidik punya kewajiban melahirkan anak-anak didik yang tak hanya memiliki potensi intelektual, namun yang tak kalah penting adalah moral dan kejujuran dari kaum intelektual tersebut.

3. Pelajar dan Peserta Didik Lebih Memfokuskan pada Pengetahuan Akademik

Sehingga melupakan keterampilan, soft skill, dan keahlian sebagai tuntutan nyata di masyarakat. Anda tentu tidak asing dengan yang dikatakan dengan istilah sekolah kehidupan. Sekolah kehidupan menjadikan kehidupan ini sebagai tempat utama untuk belajar.

Setiap peserta didik dituntut betul untuk dapat memahami dan mampu mengaplikasikan apa yang telah ia pelajari. Dari pengertian prestasi belajar ini, Peserta didik tidak diikat pada nilai-nilai akademik semata, sebaliknya diberi kebebasan untuk dapat belajar secara mandiri dari alam, masyarakat dan kehidupan nyata.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pendapat Pakar tentang Perkembangan Anak Usia 6 12 Tahun
  • Mengenal Teori Perkembangan Anak dari Erik Erikson.
  • Pertumbuhan dan Perkembangan pada Anak
  • Melatih Kemampuan Bahasa Pada Anak
  • Kecil Kecil Punya Karya, Pesona Anak Berprestasi
  • Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini
  • Mengulik Fenomena Aktivasi Otak Tengah
  • Yang Kreatif untuk Perkembangan Anak Usia 2 Tahun
  • Mengenal Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
  • Kecil-Kecil Punya Karya - Wadah Pengembangan Bakat Menulis Anak
  • Masa Pertumbuhan Anak Usia Tahun ke 6 Sampai 12 Tahun
  • Pengertian Prestasi Belajar Menurut Para Ahli
  • Anak dan Prestasi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA