logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Pengertian Riset dan Karya Ilmiah


Ilustrasi pengertian riset

Kata riset berasal dari bahasa Inggris, research. Bila mendengar kata tersebut, kita langsung teringat pada serangkaian penelitian yang dilakukan sekelompok orang berprofesi sebagai ilmuan dalam usaha menemukan sesuatu. Lalu, apakah pengertian riset itu?

Definisi Riset

Riset memiliki banyak pengertian dan definisi. Banyak kalimat yang berbeda yang digunakan untuk mengungkap maksud dan pengertian riset ini. Seperti di awal telah disinggung, kata riset yang mengadopsi kata dari bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dunia, yakni research. Yang maknanya adalah penelitian. Sangat simpel dan lugas.

Sedangkan pengertian atau definisi lain dari riset sering dikemukakan oleh banyak para ilmuwan dan para penulis buku ilmiah terkenal. Di antaranya adlah Tripody dan Meyer.

Berdasarkan pendapat Fellin, Tripody, dan Meyer, dalam bukunya The Assessment of Social Research: Guidelines for use of research in social work and social science, penelitian atau riset adalah suatu cara sistematik dalam meningkatkan, memodifikasi, dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan dan diverifikasi atau diuji oleh peneliti lain.

Sehingga riset bukan lagi merupakan barang antik dan asing di telinga banyak orang. Karena pengertian yang terkandung di dalamnya sangat fleksibel, dipandang dari sudut manapun ilmu pengetahuan. Baik sosial dan ilmu pasti.

Riset, pada dasarnya, adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Sementara itu, dilihat dari sisi lain, riset atau penelitian menurut Nur Indiantoro dan Bambang Supomo, pakar bisnis Indonesia, merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam yang diawali dengan kegiatan pengamatan.

Dan pada setiap orang yang memang sedang melakukan penelitian, sebenarnya sah-sah saja mengeluarkan definisi dan arti atas pengertian riset itu sendiri. Sesuai dengan pengalaman yang mereka lalui.

>Riset Bagian dari Karya Ilmiah

Bagi Anda yang sedang dalam proses menulis karya ilmiah atau scientific paper, sebaiknya pahami dulu pengertian dari riset itu sendiri. Selain berpedoman pada beberapa pengertian yang telah diurai pada artikel ini di awal, Anda juga perlu mencari tahu dari sisi lainnya.

Karena riset merupakan bagian terpenting yang didahulukan pelaksanaannya, di dalam sebuah penulisan karya ilmiah. Hal ini disebabkan karena riset merupakan bagian atau tahapan langkah dari karya ilmiah itu sendiri. Karya ilmiah adalah laporan tertulis sesuai kaidah tertentu mengenai sesuatu yang telah diamati dan diteliti oleh sekelompok orang untuk dipublikasikan hasilnya dan dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya. Dan risetlah yang menjadi tolok ukurnya.

Riset bersifat, dapat diukur, dapat dijabarkan secara kuantitas, dapat disajikan dalam statistik, dan dapat diuraikan secara manual. Karena itulah, riset sangat penting artinya bagi sebuah penulisan karya ilmiah.

Karya ilmiah biasa dibuat oleh para ilmuan dan civitas akademika. Isi karya ilmiah berupa data, informasi yang valid, cara dan hasil penelitian, simpulan, dan tinjauan pustaka sebagai pendukung kuat laporan ilmiah.

Jenis Karya Ilmiah

>Beberapa jenis karya ilmiah yang ada di perguruan tinggi di antaranya sebagai berikut.

  • Makalah, laporan tertulis mengenai tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya untuk jangka waktu yang pendek. Mahasiswa biasanya hanya mengadakan library research sebagai referensi dalam menuangkan pemikirannya sendiri.
  • Laporan praktikum, laporan tertulis mengenai hasil praktikum yang telah dilakukan siswa ataupun mahasiswa. Laporan ini biasanya diminta tidak lama setelah praktikum usai.
  • >Skripsi, tugas akhir yang dibebankan pada mahasiswa sebagai persyaratan lulus dari perguruan tinggi. Library dan field research atau kajian lebih mendalam diharapkan mampu memaksimalkan karya ilmiah yang dibuat.

Porsi Riset di Dalam Karya Ilmiah

Di atas telah disinggung tentang jenis-jenis karya ilmiah yang biasa dibuat oleh para civitas akademika, pada seluruh jenjang pendidikan. Karena karya ilmiah bukan hanya dominasi para mahasiswa saja, namun juga sering dilakukan oleh para siswa pelajar tingkat dasar hingga tingkat atas, juga para karyawan dalam badan atau institusi pemerintah.

Karena itu memahami riset dalam pengertian umum, adalah penting dipahami oleh semua orang. Yang memang berkepentingan terhadap masalah riset tersebut. Dan sering melakukan riset sebagai bagian dari proses pendidikan dan pelatihan.

Kemudian, Anda kini harus mengerti seberapa besar porsi riset di dalam sebuah karya ilmiah. Karena riset dikatakan sebagai bagian dari karya ilmiah, lalu berapa banyak riset menentukan keberhasilan sebuah karya ilmiah yang dibuat.

Riset dalam bahasa Inggris memiliki makna singkat, yakni penelitian. Dan itu tidak berlebihan. Meski begitu banyak definisi yang dilontarkan dengan menguras banyak kalimat. Namun, riset pada dasarnya adalah memang penelitian.

Dan sebuah karya ilmiah hanya dapat disajikan, setelah memperoleh hasil dari suatu penelitian terhadap obyek yang menjadi topik atau tema tulisan karya ilmiah Anda. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa, penelitian atau riset tadi mengambil hampir setengahnya arti penting dalam sebuah karya ilmiah. Atau bila difigurkan, mungkin hampir 80% sebuah karya ilmiah, ditulis berdasarkan hasil penelitian.

Demikianlah riset mengambil porsi penting dalam sebuah karya ilmiah.

>Yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Karya Ilmiah

>Dalam menuliskan karya ilmiah, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan.

  1. Pengantar, berisi ruang lingkup dan tujuan penelitian, tinjauan pustaka, bagaimana penelitian diadakan, serta hasil penelitian dan manfaatnya. Sertakan pula data sampel dan uraian cara kerja.
  2. Pembahasan, berisi masalah, kajian mengenai temuan penting dari riset yang diadakan, implikasinya terhadap teori, batasan studi yang ada relevansinya dengan penelitian, dan harapan untuk penelitian selanjutnya.
  3. Simpulan, berisi ringkasan hasil yang dikemukakan secara eksplisit, singkat, dan padat. Sisipkan pula manfaat khusus dan umum penelitian tersebut hingga ke penutup.
  4. Abstraksi, sama seperti simpulan. Namun, dalam abtraksi, ditambahkan data berupa gambar, grafik, dan tulisan mengenai masalah, subjek, metode, dan prosedur penelitian yang digunakan serta hasilnya. Biasanya, abstraksi dibuat dalam bahasa Inggris tidak lebih dari 150 kata.
  5. Tambahan lain. Dari semua poin penting dalam penulisan karya ilmiah tersebut di atas. Ada point-poin tambahan yang perlu ditambahkan dalam sebuah karya ilmiah. Meski sifatnya tidak mutlak, tapi kadang dibutuhkan. Seperti: legenda (pada karya ilmiah berdasarkan penelitian geografi dan pemetaan), glosarium (pada penulisan karya ilmiah bertemakan sosial atau bahasa), indeks (pada penulisan karya ilmiah yang sifatnya ilmu pasti, kedokteran ataupun filsafat. Karena banyak istilah-istilah yang harus dan perlu dijabarkan di dalamnya).
  6. Point selling. Yakni poin-poin penting dari karya ilmiah Anda yang mampu memiliki nilai jual atau arti penting. Di situ Anda harus mampu menjabarkan bahwa karya ilmiah Anda dibuat berdasarkan sebuah penelitian yang penting. Dan bukan sekedar karya ilmiah sembarang, dan sangat umum bahasannya.
  7. Otobiografi si penulis. Berupa informasi singkat tentang diri Anda sebagai penulis karya ilmiah tersebut. Dan tetap terfokus pada isi karya ilmiah Anda. Bukan dengan menonjolkan informasi yang tak berhubungan dengan isi karya ilmiah tersebut.

>Demikian pengertian riset dan juga pokok-pokok bahasan tentang karya ilmiah. Setelah Anda memperoleh pengertian tentang riset tersebut, diharap Anda pun mampu mulai membuat karya ilmiah.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pemilihan Topik Proposal Metode Penelitian
  • Metode Penelitian Kualitatif
  • Teknik Penulisan Daftar Pustaka
  • Pengertian Kurikulum Secara Tradisional dan Modern
  • Laporan Kegiatan
  • Memahami Tehnik Penulisan Karya Ilmiah
  • Resensi Novel Laskar Pelangi yang Fenomenal
  • Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka
  • Contoh Cara Penulisan Makalah Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora
  • Populasi dan Sampel dalam Polling
  • Menentukan Awal Kerangka Penelitian
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Komik Indonesia dan Sejarah Panjangnya
  • Sistematika Penulisan Karya Tulis untuk Beragam Keperluan
  • Membuat Karya Tulis Bahasa Indonesia yang Ilmiah, Yuk!
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA