Memahami Pengertian Skenario

Skenario. Satu kata ini sudah tak asing lagi di telinga kita. Hampir setiap hari kalimat ini terucap. Bagi penonton setia televisi, kata skenario ini bahkan sangat akrab. Dalam credit title sebuah program acara, selalu tertulis kata skenario atau penulis skenario. Sebenarnya, apa pengertian skenario itu?
Pengertian skenario sebenarnya sangat sederhana. Skenario adalah cerita itu sendiri. Cerita dalam skenario itu nantinya akan diubah menjadi bentuk audio visual (berupa gambar bergerak dan suara).
Ini perbedaan mendasar antara skenario dengan cerpen, cerber, atau novel. Pada cerpen, cerber, atau novel, cerita hanya berupa untaian kalimat tanpa melibatkan unsur audio visual.
Setelah memahami pengertian skenario, akan lebih mudah bagi kita untuk belajar menulis skenario. Logikanya, kita tidak mungkin bisa memasak spageti jika kita tidak tahu apa itu spageti. Begitu juga dengan skenario. Kita tidak mungkin menulis skenario jika tak tahu apa itu skenario.
Istilah skenario
Dalam menulis skenario, ada beberapa istilah khusus yang harus dipahami oleh penulis skenario. Istilah ini berlaku universal, artinya di negara apa pun skenario itu ditulis dan kemudian diproduksi, istilah ini mempunyai arti yang sama.
Pemahaman akan istilah-istilah ini akan membuat sebuah skenario lebih gampang divisualisasikan.
Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam penulisan skenario:
- Fade in : Ketika adegan baru dimulai pertama kali.
- Fade out: Ketika sebuah babak berakhir dan kemudian diselingi oleh iklan sebelum memulai babak baru. Atau ketika sebuah episode berakhir dan akan bersambung ke episode selanjutnya.
- Cut to: Perpindahan dari satu adegan ke adegan lain secara berkesinambungan.
- Dissolve to: mirip dengan cut to tapi dipergunakan untuk adegan masa lalu (flashback) yang memiliki durasi cukup panjang.
- V.O (voice over) : hanya terdengar suara. Biasanya digunakan untuk narasi atau untuk suara dalam hati si tokoh.
- O.S (Off scene) : suara pemain terdengar lebih dahulu sebelum sosoknya sendiri muncul.
- Flashback: adegan masa lalu. Flashback ini bisa berlangsung sebentar, bisa juga agak lama.
- POV: point of view, yaitu melihat sesuatu dari sudut pandang seorang tokoh.
- VFX: visual effect dan SFX: sound effect. VFX dan SFX ini biasa dipakai jika ada adehgan yang sulit divisualisasikan.
Menulis Skenario
Pengertian skenario dan istilah-istilah yang biasa terdapat dalan sebuah skenario sudah dipahami, sekarang waktunya menulis. Dalam menulis skenario yang terpenting adalah adanya ide cerita.
Meskipun ide dasar datang dari rumah produksi, seorang penulis skenario tetap harus memiliki ide agar dapat mengembangkan sebuah skenario utuh yang siap divisualisasikan.
Ide untuk menulis skenario ini bisa diperoleh dari:
- Diri sendiri
Pengalaman pribadi adalah hal yang paling mudah dituliskan. Cari hal-hal yang unik dan menarik untuk dikembangkan
- Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar, tetangga, teman arisan, teman hangout, dan sebagainya merupakan sumber ide yang tak pernah habis.
- Membaca
Novel, cerpen, dan cerber yang dimuat di berbagai media cetak atau internet juga dapat menjadi sumber ide. Namun hati-hati, jangan sampai meniru mentah-mentah alias melakukan plagiatisme. Suratkabar juga bisa menjadi sumber ide yang segar karena kebaruan dan variasi berita yang ditampilkannya.
- Dongeng dan cerita rakyat
Indonesia kaya dengan dongeng, legenda, dan cerita rakyat. Selalu ada hal menarik yang dapat diangkat dari kisah-kisah ini.
Jika mau berlatih, menulis skenario tak lagi terasa susah. Keuntungan yang akan diperoleh pun sudah terbayang di depan mata.






