Pengertian Sopan Santun dan Masalah Seputarnya
Pandangan tentang pengertian sopan santun di Indonesia selama ini tidak banyak mengalami perubahan sejak jaman penjajahan. Bahwa sopan santun adalah sikap menunduk, menempatkan diri di bawah orang yang dianggap miliki kedudukan di atasnya, mengagungkan mereka, diam dan tidak melawan.
Pandangan ini agaknya cukup sesuai bila dipakai dalam hubungan majikan – pembantu atau jendral – kopral, itupun masih harus tetap memperhatikan Hak Asasi Manusia mereka sebagai individu, keluar dari itu sudah penindasan namanya.
Batasan dan Pengertian Sopan Santun
Ketika definisi sopan santun mulai banyak menuai perbedaan pendapat, ada satu prinsip yang harus diperhatikan. Inti dari pengertian sopan santun adalah penghargaan terhadap orang lain serta hukum yang berlaku di sekitarnya. Mengenai cara dan batasan tentang definisi sopan santun sangatlah bergantung pada hukum adat atau norma masyarakat setempat, baik secara tertulis maupun tidak.
Contoh kecil: di Indonesia, mengucapkan salam atau bersalaman masuk dalam batasan atau definisi satu sopan santun yang berlaku. Tidak demikian dengan Tibet, menjulurkan lidah adalah suatu bentuk salam ketika bertemu.
Penanggung Jawab Sopan Santun
Rasulullah SAW menyampaikan dalam haditsnya bahwa “tarbiyatul ula, tarbiyatul ummahat” artinya pendidikan/tempaan pertama (bagi seorang anak) adalah pendidikan/tempaan (dari) Ibu.
Keluarga adalah sistem terkecil dalam sistem politik makro. Dipimpin oleh seorang kepala rumah tangga dan ibu serta anak-anak sebagai anggotanya. Dalam lingkup terkecil inilah kepribadian dibentuk dan pengertian sopan santun ditanamkan.
Mengacu pada Hadits Rasulullah SAW tentunya penanggung jawab terbentuknya karakter dan sopan santun adalah orang tua atau lebih spesifiknya lagi Ibu.
Bayangkan bagaimana bila kedua orang tua sibuk beraktivitas di luar rumah, otomatis kedekatan jiwa tak akan dengan mudah terjalin begitu erat dan tak jarang hasil akhirnya karakter anak sudah di luar kontrol orang tua.
Lepas kendali karena minimnya penanaman definisi sopan santun secara utuh dan benar. Maka ada baiknya orang tua membagi tugas dan menjalankannya dengan baik.
Sanksi untuk Keluar dari Norma Masyarakat
Sama seperti definisi sopan santun yang sangat bervariasi, demikian pula dengan sanksi yang didapat bila suatu individu melampaui definisi sopan santun yang telah disepakati bersama, baik secara lisan, tulisan, langsung maupun tak langsung.
Contohnya saja masyarakat Suku Jawa, mereka sangat menjunjung tinggi “karma inggil”nya, maka ketika didapati individu yang lebih muda secara usia tidak menggunakan karma inggil dalam berkomunikasi dengan mereka yang lebih matang secara usia, maka sanksi moral yang biasa diterima adalah pengucilan dari masyarakat atau hanya sekedar dipergunjingkan.
Tips Menjaga Sopan Santun Bila Anda Pendatang Baru
Pepatah berkata “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” adalah prinsip yang sangat tepat untuk Anda pegang bila Anda seorang pendatang. Berikut ini tips mengorek batasan atau pengertian sopan santun setempat:
- Berbaik-baiklah dengan tetangga sekitar, kalau perlu antar makanan yang Anda masak untuk tetangga, karena ini akan menarik simpati mereka.
- Jangan buru-buru ambil sikap ataupun sekedar “angkat suara”. Kenali bagaimana mereka bersikap kepada yang lebih tua atau lebih muda, bagaimana mereka mengucapkan salam ketika berpapasan atau sekedar melewati warga yang sedang duduk – duduk di teras rumah, amati gaya bicara dan cara mereka menyampaikan pendapat.
- Biarkan warga beradaptasi dengan “komponen tambahan” dalam lingkungan mereka. Biasanya mereka akan banyak mengamati tindak-tanduk Anda (tak jarang pada hal-hal kecil juga). Singkat kata: biarkan mereka “menikmati” kehadiran Anda, jangan buru-buru tunjukkan diri.
- Bila mereka sudah terbiasa dengan Anda dan merasa nyaman, sikap netral kemudian muncul. Disinilah Anda boleh masuk sebagai pribadi Anda sendiri (catatan: tetap jangan langkahi norma masyarakat).
- Bila Anda mengalami masalah, rasa tidak nyaman, dsb, maka sebelum mengkonfirmasi dengan pihak yang dipercaya dari warga sekitar (RT setempat atau tetangga), ada baiknya matangkan dulu bersama pasangan Anda.






