Pengolahan Bahan Makanan agar Tahan Lama
Kita sering memiliki bahan makanan segar jenis tertentu dalam jumlah melimpah, seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Pada saat panen, harga sayur dan buah cenderung murah sehingga kita membeli dalam jumlah besar. Anda dapat menyiasatinya dengan pengolahan bahan makanan yang tepat sehingga masih bisa dikonsumsi dalam jangka waktu relatif panjang.
Beberapa Cara Pengolahan Bahan Makanan
Bahan makanan mengandung air dengan jumlah tertentu. Kandungan air inilah yang menyebabkan bahan makanan mudah rusak akibat aktivitas biologi di dalam bahan makanan atau masuknya mikroorgnisme ke dalam bahan makanan. Semakin tinggi kadar air dalam bahan makanan, semakin mudah dan cepat bahan makanan tersebut rusak.
Maka dari itu, salah satu cara pengolahan bahan makanan adalah mengurangi kadar air dalam bahan makanan. Beberapa cara untuk mengurangi kadar ait tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pendinginan
Pendinginan adalah menyimpan bahan makanan dalam temperatur yang sangat rendah. Ada dua cara pendinginan yang dapat Anda lakukan, yaitu pendinginan pada temperatur -20 derajat Celcius sampai +10 derajat Celcius dan pembekuan pada temperatur -120 derajat Celcius sampai -24 derajat Celcius.
Pendinginan akan membuat bahan makanan tahan sampai beberapa hari dan minggu. Sementara pembekuan, dapat mengawetkan makanan sampai beberapa bulan. Bahkan, tahun. Namun, pendinginan dan pembekuan tidak membuat mikroorganisme dalam bahan makanan mati. Mereka hanya tertidur.
Ketika bahan makanan dicairkan, proses pertumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung cepat. Maka dari itu, Anda harus cermat memilih dan mengolah bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan.
2. Pengeringan
Pengeringan artinya menghilangkan atau mengurangi kadar air dalam bahan makanan dengan menggunakan panas. Pengeringan, selain membuat bahan makanan awet, akan mengecilkan volume bahan makanan sehingga mudah dikemas atau dibawa.
Kopi, teh, dan aneka biji-bijian, umumnya diolah dengan cara pengeringan. Namun, pengolahan bahan makanan dengan pengeringan juga dapat mengubah sifat kimia dan fisika bahan makanan. Agar pengeringan berlangsung baik, pemanasan harus terjadi di semua bagian dan kadar air harus berkurang dari semua permukaan bahan makanan.
3. Pengemasan
Pengolahan bahan makanan dengan cara mengemasan bertujuan untuk menghindarkan bahan makanan dari kerusakan secara mekanis dan mencegah perubahan kadar air. Kemasan plastik, karton, aluminium, dapat digunakan untuk pengemasan. Di rumah, Anda dapat menyimpan bahan makanan dalam wadah plastik kedap udara sehingga makanan tahan sampai beberapa hari.
4. Penggunaan Bahan Kimia
Beberapa bahan kimia dapat membuat bahan makanan lebih tahan dari serangan mikroorganisme. Selain itu, bahan kimia dapat memberikan rasa dan warna tertentu. Beberapa jenis zat kimia yang dapat digunakan adalah asam cuka (asam asetat), fungisida, antioksidan, in-package desiccant, ethylene absorbent, wax emulsion dan growth regulatory yang biasanya dipakai pada buah dan sayur agar tahan lama.
Sebaiknya, Anda tidak menggunakan bahan kimia tersebut jika kurang paham penggunaannya. Menggunakan gula atau garam atau menjadikan bahan makanan sebagai manisan atau asinan lebih baik daripada menggunakan bahan-bahan kimia.
5. Fermentasi
Salah satu cara pengolahan bahan makanan dan sekaligus baik untuk kesehatan adalah fermentasi. Bakteri laktat (lactobacillus) yang biasa dipakai untuk proses fermentasi akan menghasilkan asam laktat dengan nilai keasaman atau pH 3,4 hingga 4.
Nilai pH ini dapat menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri yang membuat bahan makanan busuk dan rusak. Proses fermentasi juga menghasilkan vitamin-vitamin tertentu, misalnya B-12.
Beberapa contoh bahan makanan hasil fermentasi adalah asinan sayuran dan buah-buahan, kecap, tauco, terasi, bekasam atau bekacem dari Sumatera Selatan. Berbagai jenis tapai juga merupakan hasil fermentasi yang sering kita konsumsi sehari-hari.






