logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Hanya Bicara Pengolahan Sampah


Ilustrasi pengolahan sampah

Setiap kali curahan hujan turun dengan begitu deras, banjir pun terjadi di mana-mana. Setiap orang pun tahu bahwa yang menjadi penghambatnya adalah air di selokan atau parit tidak mengalir akibat banyaknya sampah. Sejatinya, selokan bukanlah tempat yang layak untuk pembuangan sampah. Pasalnya,  tidak bisa dilakukan pengolahan sampah dengan baik.

Pengolahan sampah baru dapat dilakukan ketika sampah di buang pada tempatnya. Namun, tak akan terjadi pengolahan manakala tidak ada kerjasama antara sesama masyarakat dan juga antara pemerintah dengan masyarakat. Jika semua masyarakat bersedia membuang sampah pada tempat yang disediakan lalu pemerintah hadir untuk melakukan pengolahan, maka banjir dapat di atasi dengan baik.

Manfaat Pengolahan Sampah

Apa yang menyebabkan masyarakat tidak membuang sampah pada tempatnya? Jawabannya ada dua. Pertama, karena malas. Kedua, karena tidak tahu bahwa dengan membuang sampah pada tempatnya. Lalu dilakukanlah pengolahan sampah untuk mereduksi dampak negatif yang ditimbulkan sampah yang dapat merusak kesehatan dan lingkungan. Bahkan, sampah yang diolah bisa memulihkan kembali sumber daya alam.

Pengolahan sampah dalam praktiknya berbeda-beda. Pengolahan sampah di negara maju dengan negara berkembang beda. Di daerah perkotaan dengan pedesaan juga beda pengolahan sampahnya. Meski berbeda-beda, tujuan pengolahan sampah hanya dua. Pertama, mengubah sampah menjadi material ekonomis. Kedua, mengolah sampah agar tidak merusak lingkungan hidup.

Jadi, membuang sampah pada tempatnya lalu oleh pemerintah dilakukan pengolahan maka secara tidak langsung Anda menjadi orang yang sadar akan lingkungan. Ini bermanfaat untuk pribadi masing-masing. Bagi lingkungan juga bermanfaat karena dapat mengantisipasi terjadinya banjir dan muncul virus yang dapat menyebabkan penyakit.

Metode Pengolahan Sampah

Setelah mengetahui manfaat pengolahan sampah, maka saat kita mengupas metode pengelohan sampah. Di dalam wikipedia dipaparkan ada tiga metode pengolahan sampah yang dilakukan selama ini.

  • Metode Penimbunan

Metode ini adalah metode penimbunan yang biasa dilakukan. Caranya, seluruh sampah yang ada dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali sangat dalam lalu sampah-sampah yang sudah dikumpul dimasukkan ke dalamnya. Bila sudah masuk semuanya, ditutup kembali.

Biasanya, tanah yang dipakai untuk metode penimbunan ini adalah tanah yang sudah tidak terpakai lagi atau tanah bekas lubang pertambangan. Tentunya, tanah tersebut jauh dari pemukiman masyarakat. Dengan demikian, tidak akan menimbulkan efek samping sedikitpun kepada masyarakat.

Metode penimbunan sampah ini adalah metode pengelolaan sampah yang murah dan higienis. Metode ini mesti dikelola dengan baik. Jika tidak, akan menimbulkan angin berbau sampah dan genangan air sampah. Hingga akhirnya tidak ada hama yang muncul. Salah satu negera yang dikenal sering menggunakan metode ini adalah hawaii.

  • Metode Daur Ulang

Metode ini juga sering dilakukan. Tapi tidak untuk semua sampah. Metode ini digunakan ketika dilihat masih ada nilai yang dimanfaat kembali dari sampah tersebut. Nilai yang didapat dari pengolahan sampah dengan menggunakan metode daur ulang ada dua.

Pertama, mengolah sampah kembali untuk di proses seperti bentuk awalnya. Meski tak sebaik produksi awalnya. Contoh metode daur ulang ini adalah plastik, botol minuman, kertas dan lain-lain yang bisa didaur ulang seperti bentuk awalnya. Proses daur ulang seperti ini meringankan beban biaya produksi, menghemat air dan mengurangi polusi.

Kedua, mengambil kalori dari sampah yang diolah dengan model pembakaran untuk pembangkit listrik. Ia bisa menjadi bahan bakar baik dilakukan secara langsung atau diolah menjadi bahan bakal lainnya.

Awalnya bisa dijadikan bahan bakar untuk memasak. Lama-kelamaan dari hasil sampah yang diolah juga bisa digunakan untuk memanaskan bioler, sehingga menghasilkan uap dan listrik dari turbin-turbin generator.

Biasanya proses pengolahan sampah dilakukan dengan pirolisa dan gasifikasi. Sampah dipanaskan dalam kondisi suhu yang tinggi plus kondisi yang minus oksigen. Umumnya proses ini dilakukan di tempat tertutup dengan tekanan tinggi.

Pirolisa berperan untuk mengubah sampah menjadi produk zat yang padat, gas, dan cair. Jika produk cair dan gas dipanaskan, maka akan bisa menghasilkan energi ataupun menjadi produk lain. Jika masih ada sisa lalu dipadatkan maka akan bisa menjadi produk seperti karbon aktif.

Peran gasifikasi adalah pengkonversi materi organik secara langsung hingga menjadi gas sintesis. Jika gas sintesis dibakar maka akan bisa menghasilkan listrik dan uap.

  • Metode Penghindaran dan Pengurangan

Metode ini adalah metode yang sifat menganjurkan kepada para konsumen untuk tidak segera membuang barang yang rusak. Usahakan terlebih dahulu memperbaikinya atau mendesain barang tersebut untuk tetap dapat digunakan.

Selain itu, dapat juga dilakukan dengan memperkecil atau mengurangi penggunaan barang yang cuma sekali pakai, seperti tissue. Disarankan untuk menggunakan sapu tangan agar tidak banyak timbul sampah yang terkadang sulit diproses atau didaur ulang.

Selain ketiga metode di atas, ada juga yang metode pengolahan lain, tapi sifatnya biologis. Caranya dengan memanfaatkan material sampah seperti sisa makanan dan zat organik dilakukan proses alami untuk dijadikan pupuk. Inilah yang biasa didengar dengan pupuk kompos.

Efek Buruk Bila Sampah Tidak Diolah

Setelah mengetahui bahwa sampah bila dilakukan pengolahan dengan baik akan memberikan banyak manfaat. Tentunya, kita tak semestinya lagi membuang sampah sembarang. Bukan hanya merusak lingkungan tapi juga memberikan efek buruk yang lain.

Sejatinya, dengan adanya pengolahan yang baik, kondisi lingkungan akan menjadi lebih bersih dan asri.  Namun secara umum, bila sampah tidak diurus dengan dengan baik akan menimbulkan dampak buruk. Dampayk buruk tersebut antar lain :

  • Tumpukan Sampah akan Mengalami Longsor

Bila sampah dibiarkan begitu saja, akan terjadi longsor tumpukan sampah bila hujan deras datang. Tentunya ini bisa menimbulkan efek lebih berbahaya lagi. Sampah mengalir mengikuti aliran air hujan, hingga akhirnya sampah bertebaran di mana-mana.

  • Biang Penyakit

Ketika sampah tidak diolah dengan baik atau tidak dibuang pada tempatnya akan menjadi sumber penyakit. Apalagi jika ada air tergenang di sekitar tumpukan sampah. Ia bisa menjadi sarangnya nyamuk. Anda tahu sendiri, jika nyamuk berasal dari sampah adalah nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit demam berdarah.

Masih banyak penyakit yang lain yang disebabkan oleh sampah yang tidak diolah. Oleh karena itu, penting menaruh sampah pada tempatnya lalu mengolahnya menjadi hal yang bermanfaat.

  • Lingkungan Menjadi Tercemar

Jika kedua dampak negatif yang dijelaskan di atas terjadi, maka tak ayal lagi lingkungan pun ikut tercemar. Jika sudah lingkungan tercemar, kebersihan pun tak akan ada lagi, yang ada hanya kotoran. Baru setelah itu, hampir semua yang berada di lokasi tersebut akan menderita sakit. Tentunya bukan sakit ringan, tapi yang berat. Pasalnya, sampah membawa hama penyakit yang sangat mengerikan.

  • Banjir pun Bakal Datang

Bila sampah tidak dikelola dengan baik, selain ketiga hal di atas dampak yang ditimbulkan, dampak lain adalah banjir. Banjir akan terjadi, pasalnya saluran air bakal tersumbat. Soalnya, masyarakat tidak lagi peduli dengan lingkungannya.

Parit yang seharusnya menjadi saluran air malah berubah menjadi tempat sampah, khususnya sampah plastik. Dengan begitu, jika hujan datang maka air yang seharusnya mengalir dari parit menjadi tertahan. Tak pelak lagi, air pun menggenang hingga lama-lama melebihi dari tingginya parit.

Anda pun sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi, bukan? Ini semua efek dari tidak mau menjaga lingkungan dari sampah. Cara menyelamatkan daerah banjir yang dapat dilakukan sejak dini adalah dengan tidak membiarkan sampah ada di dalam selokan atau parit.

Di sinilah pentingnya kerja sama antara pemerintah dan warga. Pasalnya tanpa adanya kerja sama sulit menyelamatkan daerah dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh sampah. Kesadaran diri menjadi titik penting untuk menjaga lingkungan yang asri. Warga atau masyarakat membuang sampah pada tempatnya, sedangkan pemerintah melakukan pengolahan sampah dengan baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Contoh Amdal Industri untuk Memahami Hak Lingkungan
  • Mencermati Terobosan Amdal Perusahaan
  • Memahami Metode dan Konsep Pengelolaan Sampah
  • Cara Pencegahan Banjir - Kiat Mengentaskan Banjir
  • Lingkungan Laut, Lingkungan Dunia Lain
  • Pengertian Efek Rumah Kaca dan Dampaknya
  • Gerakan Penghijauan Bumi
  • Pembagian Lingkungan Hidup Berdasarkan Sifatnya
  • Pencemaran Laut dan Kepedulian Kita
  • Mengenal Lebih Jauh Pengertian Populasi
  • Menanam Tanaman, Wujud Pelestarian Lingkungan Hidup
  • Mengetahui Penyebab dan Cara Menanggulangi Pemanasan Global
  • Ekologi: Mempelajari Interaksi antara Makhluk Hidup
  • Cara Membuat Sabun di Rumah, Gampang dan Aman!
  • Penanggulangan Kerusakan Terhadap Udara
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA