Pengusaha Sukses
Dari sekian banyak pengusaha sukses di Indonesia, terselip nama pengusaha sukses yang masih terbilang muda. Siapakah sosok pengusaha sukses itu? Ya, pengusaha sukses itu bernama Chairul Tanjung.
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962. Pengusaha yang masih berumur 48 tahun ini merupakan salah satu pengusaha suksesyang dimiliki Indonesia. Nama pengusaha ini dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin perusahaan Para Group.
Pengusaha Sukses
Dia merupakan adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group, Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.
Jiwa bisnis seorang Chairul Tanjung ini dimulai ketika masih kuliah di Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Usaha menjalankan bisnisnya ini sempat mengalami masa jatuh bangun. Akhirnya, kesuksesan dalam dunia bisnis pun diraih oleh Chairul Tanjung. Perusahaan Para Group pun menjadi perusahaan yang membawahi beberapa perusahaan lain, seperti Trans TV dan Bank Mega.
Karir dan Kehidupan
Chairul Tanjung dan enam saudaranya terlahir dari golongan keluarga yang cukup berada. Ayah Chairul Tanjung bernama A.G. Tanjung adalah seorang wartawan yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil pada zaman orde lama.
Ketika zaman orde baru berkuasa, usaha ayahnya ini ditutup paksa karena perbedaan politik dengan penguasa orde baru. Akhirnya, keadaan pun memaksa orangtua Chairul Tanjung untuk menjual rumahnya dan berpindah ke losmen yang sempit.
Setelah lulus dari SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul Tanjung meneruskan pendidikannya di Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Pada masa kuliah inilah Chairul Tanjung mulai menapaki dunia bisnis. Ketika kuliah pun, Chairul Tanjung mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada 1984-1985.
Pada masa kuliah, Chairul Tanjung memulai bisnisnya dengan berjualan buku, kaos, dan lain-lain, di kampusnya. Chairul Tanjung pun membuat usaha fotokopi di kampusnya. Selain itu, Chairul mendirikan toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Jakarta Pusat. Sayangnya, usaha itu bangkrut.
Selepas menyelesaikan kuliahnya pada 1987, Chairul Tanjung pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya. Perusahaan itu memproduksi sepatu untuk ekspor. Keberuntungan pun menghampiri, sebuah perusahaan dari Italia memesan 160 ribu pasang ke perusahaan Chairul Tanjung dan teman-temannya itu. Sayangnya, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung pun memilih untuk memisahkan diri dan membentuk usaha sendiri.
Chairul sang pengusaha sukses menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan.
Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting. Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.
Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Chairul Tanjung sebagai pengusaha sukses memiliki kepiawaian dalam membangun jaringan bisnis. Hal ini membuat bisnis yang dibangunnya semakin berkembang. Bisnis yang dilakoni oleh Chairul Tanjung mencakup tiga bidang bisnis yang prospek, yaitu bisnis keuangan, bisnis properti, dan bisnis multimedia. Dalam bidang keuanagan, Chairul Tanjung mengambil alih Bank Karman yang sekarang berubah nama menjadi Bank Mega.
Perusahaan yang dibangun oleh pengusaha sukses ini bernama Para Group. Para Group ini membawahi beberapa perusahaan, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo.
Dalam bidang finansial, Chairul Tanjung memiliki beberapa perusahaan, yaitu:
- Bank Mega Tbk.
- Bank Mega Syariah
- Mega Finance
- Mega Capital Indonesia
- Parta Multi Finance
- Asuransi Jiwa Mega Life
- Asuransi Umum Mega
Sementara dalam bidang properti dan investasi, Chairul Tanjung si pengusaha sukses memiliki beberapa perusahaan, yaitu:
- Para Bandung Propertindo (Bandung Super Mall)
- Para Bali Propertindo
- Batam Indah Investindo
- Mega Indah Propertindo
Dalam bidang media, Chairul Tanjung memiliki beberapa perusahaan, yakni:
- Trans TV
- Trans 7
- Trans Studio
Perlu diketahui, sukses yang diraihnya dapat terlihat dari besarnya tenaga kerja Trans TV. Saat ini, karyawan CT Corps sudah mencapai 75 ribu orang. Sebuah sukses luar biasa. Setidaknya sukses seorang Chaitul Tanjung bisa menjadi pemicu bagi semua orang dari beragam golongan, bahwa sukses tidak harus berlatar belakang dari keluarga kaya.
Gebrakan baru pun dibuat oleh Chairul Tanjung dengan membeli sebagian 40 persen saham Carrefour. Penandatanganan kesepakatan pembelian saham Carrefour ini dilakukan di Prancis. Pembelian saham ini dilakukan dibawah Trans Corp.
Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Low Tuck Kwong.
Dengan banyaknya perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung, tak salah jika majalah Forbes memasukkan nama Chairul Tanjung ke dalam daftar orang terkaya di dunia 2011. Menurut majalah Forbes, kekayaan Chairul Tanjung mencapai 1 miliar dolar Amerika.
Dalam bisnis, Chairul sang pengusaha sukses menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan.
Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.
Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha,sesorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.
Masuk Pemerintahan
Pada 2010, menggunakan Perpres Nomor 31/2010 dan terdiri dari 24 akademisi dan praktisi, Chairul Tanjung diangkat menjadi Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. KEN berada di bawah presiden langsung namun berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian.
Tugas KEN, antara lain menelaah kritis desain dan kebijakan APBN termasuk desentralisasi fiskal, membantu upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen pada 2014, dan mengupayakan solusi mengurangi kemiskinan seiring meningkatnya laju pertumbuhan.
Namun, di tengah penantian perombakan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, presiden SBY memanggil Chairul Tanjung sang pengusaha sukses sekira pukul 11.00 WIB, datang ke kediaman Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut tentu saja menimbulkan banyak spekulasi, pasalnya pemanggilan CT, berbarengan dengan pemanggilan sejumlah ketua Partai Politik.
Seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Parsatuan Pembangunan Surya Dharma Ali, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfi Hasan Ishak, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa. Pemanggilan ini, disinyalir untuk merealisasikan janji SBY yang akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sebelum 20 Oktober 2011.
Mungkinkah pengusaha sukses lulusan dokter gigi ini akan masuk jajaran Kabinet Indonesia Bersatu yang akan diterbitkan presiden SBY minggu-minggu ini? Kita tunggu saja keputusan presiden.

