logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Bisnis    Wirausaha    Artikel Umum Wirausaha    Pengusaha

Pengusaha VS Karyawan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Berapa banyak orang tua yang mengarahkan anak-anak untuk menjadi pengusaha. Bandingkan dengan orang tua yang menyuruh anak-anaknya agar bercita-cita jadi karyawan. Melihat budaya masyarakat kita, memang sepertinya option kedua yang lebih banyak. Kebanyakan dari kita menginginkan anak-anak agar punya cita-cita dengan profesi-peofesi yang dianggap lebih menjanjikan ketimbang jadi pengusaha.

Begitulah didikan kita sejak kecil. Pola berpikir (mindset) kita sudah terbiasa dengan bercita-cita untuk menjadi dokter, pilot, PNS, insinyur, dan profesi lainnya. Tapi jarang, bahkan dulu hampir tidak ada pendidikan yang mengarahkan kita untuk menjadi pengusaha.

Paling-paling kita disuruh untuk menciptakan lapangan kerja. Tapi di sisi lain kita tidak pernah dibimbing untuk tahu bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja.

Untunglah sekarang sudah mulai bermunculan sekolah-sekolah bisnis yang melatih murid-muridnya menjadi pengusaha. Sudah banyak digelar acara-acara pelatihan wirausaha (entrepreneurship). Begitu pun pemerintah sudah mulai memperhatikan pentingnya menumbuhkan mindset berwirausaha kepada masyarakat.

Kini perlahan-lahan mindset ketergantungan menjadi karyawan pun berkurang. Banyak lulusan-lulusan akademisi yang mulai berpikir untuk membuka lapangan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja.

Lulus sekolah atau lulus kuliah adalah ajang dimulainya menyebarkan surat lamaran. Ratusan lamaran pekerjaan dikirimkan ke berbagai perusahaan. Bahkan rela mendatangi satu demi satu perusahaan-perusahaan itu. Tak jarang yang mereka yang diusir security yang bosan menghadapi pertanyaan lowongan kerja.

Tapi itu dulu. Masa-masa itu mulai berlalu dan dianggap jaman kuno. Kini para pemuda sudah mulai berkembang mindset-nya. Mereka lebih berkeinginan menciptakan lapangan kerja daripada harus mencari kerja (menjadi karyawan).

Bedanya Pengusaha dan Karyawan

Ada karyawan yang bilang kalau jadi pengusaha itu lebih enak. Penghasilan lebih besar, nggak terikat dan diatur-atur sama atasan. Tapi ada juga pengusaha yang berpikir kalau jadi karyawan itu lebih enak. Kalau jadi karyawan tidak perlu pusing memikirkan perusahaan, gaji pekerja, dan lain-lain. Lalu apa bedanya kalau begitu?

Jadi karyawan memang lebih enak kalau gajinya besar. Penghasilan tetap dan keamanan ekonomi keluarga terjamin. Itu kalau gajinya besar. Kalau gajinya kecil, tentu beda lagi. Jelas karyawan akan pusing juga. Belum lagi ditambah tekanan perusahaan agar bekerja lebih baik. 

Begitu pun kalau jadi pengusaha. Pengusaha tentunya akan sangat enak kalau usahanya maju dan stabil. Tapi pengusaha yang sering pontang-panting dan pailit, tentunya juga bisa membuat pusing.

Tapi memang, jadi pengusaha itu punya banyak kelebihan dibanding sekedar jadi karyawan. Hal itu yang banyak terjadi. Paling tidak, pengusaha punya jasa yang besar terhadap roda perekonomian bangsa. Dengan munculnya berbagai usaha baru, maka otomatis akan mengurangi pengangguran.

Selain itu, dari segi mental juga beda. Kalau karyawan mentalnya selalu penuh dengan hitung-hitungan. Misalnya, karyawan baru akan kerja kalau digaji. Karyawan juga baru mau menjalani lembur kalau ada uang lembur. Semua perkerjaannya jadi tidak maksimal karena terbebani dengan gaji. Apalagi kalau gajinya kecil, yang ada karyawan jadi sering ngedumel ketimbang meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja.

Kalau pengusaha mentalnya mental bebas. Tidak ada kontrol dan sistem yang bisa mengatur dirinya. Yang mengontrol dan mengatur dirinya, hanya dirinya sendiri. Pengusaha bekerja karena ia merasa memang harus kerja. Dia lembur karena memang dirinya harus lembur.

Segala yang dia kerjakan dengan penuh kepuasaan dan kesenangan. Apapun yang dikerjakan orang dengan suka hati, maka hasilnya pun akan lebih maksimal daripada orang bekerja karena tekanan-tekanan.

Tapi memang mental kebanyakan orang ialah ingin cari aman. Tentu saja kalau mau cari aman harus dengan cara mendapatkan gaji yang tetap setiap bulan. Selain itu bisa menjalani masa tua dengan tenang karena mendapatkan uang pensiun. Tapi perlu diktehui kalau karyawan itu tidak bisa berkembang jauh. Kalau pun bisa berkembang, perkembangannya terbatas. Kalau pengusaha, ia bisa bebas berkreasi. Bisa berkembang dengan perkembangan yang tanpa batas.

Kalau saat ini Anda adalah seorang karyawan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan ke-karyawan-an Anda. Ada baiknya Anda juga berpikir untuk memulai usaha. Jika telah menjadi pengusaha, jadilah pengusaha yang bersungguh-sungguh dan konsisten dengan usaha Anda.

Menggali Diri untuk Menjadi Seorang Pengusaha

Cara untuk mengetahui jiwa pengusaha yaitu melalui identifikasi karakter seseorang, terutama menyangkut kebiasaan alami yang dilakukan dengan baik. Setiap orang mempunyai susunan karakter tersendiri yang menjadikannya ada adanya. Dalam hal ini, “Tema Karakter” adalah kata yang menggambarkan unsur-unsur pembentuk susunan karakter, termasuk juga karakter pengusaha. 

Mengetahui Tema Karakter manusia merupakan sebuah permulaan karena Tema Karakter adalah inti atau dianalogikan sebagai bola salju yang mengumpulkan lebih banyak salju saat menggelinding dari atas bukit menuju ke bawah. Artinya, seseorang mengumpulkan pengetahuan serta pengalaman selama dalam proses perjalanan hidup. 

Tema Karakter mampu menciptakan pengetahuan dan pengalaman dalam satu area yang berhubungan. Jika memiliki kreativitas dominan sebagai tema karakter, seseorang akan berkemampuan lebih untuk menyikapi situasi yang memerlukan adaptasi dan perubahan. Sebaliknya, orang yang mempunyai tema karakter berupa kreativitas lebih rendah, maka akan sulit mengatasi situasi tadi. 

Tema karakter dapat diperkuat dan dikembangkan melalui pengalaman hidup, tetapi bisa juga mengurangi karakter tersebut. Pendidikan dan latihan pun mampu memengaruhi bentuk serta ukuran bola salju. Mengetahui tema karakter diri sendiri adalah hal yang penting dan tidak dapat dianggap remeh karena semakin cepat mengetahuinya, akan lebih baik bagi kita. Pengusaha mempunyai enam tema karakter utama, yaitu berupa akronim berikut.

  1. F (Focus) untuk fokus.
  2. A (Advantage) untuk keuntungan.
  3. C (Creativity) untuk kreativitas.
  4. E (Ego) untuk ego.
  5. T (Team) untuk tim.
  6. S (Social) untuk sosial.

Sikap untuk Menjadi Pengusaha

  • Pengusaha harus memiliki permikiran untuk memiliki tanggung jawab atas risiko yang lebih besar. Seorang pengusaha tidak mengambil risiko bersifat liar, tetapi membuat perhitungan risiko yang akan dialami terkebiuh dahulu.
  • Seorang pengusaha berkeyakinan untuk sukses karena sudah ternanam kepercayaan diri terhadap kemampuan untuk sukses. 
  • Seorang pengusaha berkeinginan meraih hasil dengan cepat.
  • Seorang pengusaha mempunyai tingkat energi yang tinggi dan lebih energik daripada orang pada umumnya. 
  • Para pengusaha berorientasi kepada masa depan. Artinya, pengusaha tidak begitu memikirkan apa yang sudah dilakukan di masa lalu. 
  • Seorang pengusaha memiliki keahlian dalam hal pengorganisasian, misalnya mengetahui cara menempatkan seseorang di tempat yang sesuai. 
  • Seorang pengusaha mampu seefektif mungkin menyinergikan antara orang dan pekerjaan sehingga dapat merealisasikan visi menjadi kenyataan. 
  • Seorang pengusaha memiliki nilai prestasi atas uang. 

Pengusaha - Memulai Usaha

Ada empat subkategori untuk menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan. 

  • Penemu (mengartikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi.
  • Inovator (menggunakan sebuah teknologi baru atau penemuan untuk menyelesaikan masalah baru). 
  • Marketer (menganalisis keperluan di pasar dan memenuhi kebutuhan tersebut denagn prdoduk baru ataupun produk pengganti yang lebih efisien. 
  • Oportunis (intinya adalah seorang broker dan pialang yang menyesuaikan antara kebutuhan dan jasa yang diberikan serta komisi). 

Itulah paparan singkat bagaimana menjadi seorang pengusaha. Semoga Bermanfaat!


Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengembangkan Bisnis Waralaba Murah Saat Ekonomi Semakin Sulit
  • Manfaat Artikel Kewirausahaan
  • Majalah Usaha - Merancang Usaha Majalah Online
  • 10 Kiat Memulai Wirausaha
  • Pentingnya Artikel Wirausaha
  • Usaha Mandiri, Kenapa Tidak?
  • Kiat Memulai Usaha dengan Cerdas
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA