Beragam Peninggalan Agama Islam di Nusantara
Ilustrasi peninggalan agama islam
Sejarah telah mencatat dengan jelas bahwa agama Islam untuk pertama kali masuk ke wilayah nusantara melalui perantaraan para pedagang dari Persa, Gujarat dan Cina. Dengan demikian sejarah peninggalan agama Islam ini pun terkait erat dengan kebudayaan para pedagang dari ketiga wilayah tersebut.
Beragam peninggalan sejarah Islam yang bisa kita temukan antara lain melalui arsitek mesjid, sastra, tradisi-tradisi keagamaan, kaligrafi dan seni musik.
Sejarah Islam di Nusantara
Sejak zaman dahulu, nenek moyang bangsa Indonesia sudah memiliki agama. Akan tetapi, agama yang dianutnya adalah suatu kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme. Sesuai dengan perkembangan bangsa ini, Indonesia memiliki berbagai macam agama. Agama-agama tersebut berasal dari luar Indonesia.
Karena masyarakat Indonesia waktu itu masih menganut sistem kepercayaan nenek moyang, maka agama yang masuk ke dalam negara Indonesia tidak dengan mudah diterima begitu saja.
Agama nenek moyang bangsa Indonesia sudah meresap dalam tubuh masyarakat Indonesia saat itu. Jadi, tidak heran apabila agama baru yang masuk ke Indonesia mengalami perubahan atau percampuran, antara agama yang baru dengan kepercayaan dari pribumi.
Hal tersebut memang lumrah terjadi waktu itu. Apabila agama baru yang ingin masuk ke Indonesia, maka harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di negara Indonesia ini.
Agama yang masuk ke Indonesia yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia adalah agama Hindu, Budha, Kristen, Khatolik, dan Islam. Perkembangan masing-masing agama tersebut, memiliki kisah perkembangannya masing-masing.
Semua agama tersebut tidak langsung diterima oleh masyarakat pribumi. Ada perjuangan di dalam menyebarkan agama tersebut di lingkungan masyarakat Indonesia, sehingga agama tersebut diterima oleh masyarakat.
Agama Islam adalah agama yang banyak pemeluknya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, meskipun mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam, bukan berarti negara Indonesia adalah negara Islam.
Ada agama-agama lain yang pemeluknya juga membutuhkan pengakuan untuk dijadikan sebagai agama yang sah di negara Indonesia ini. Untuk itu, negara Indonesia adalah negara yang beragama, yang penduduknya menganut agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
Di dalam pancasila dan undang-undang negara Indeonesia, dicantumkan tentang kebebasan memeluk agama bagi warga Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa pentingnya memeluk agama bagi setiap warga negara Indonesia.
Setiap warga negara Indonesia harus memeluk agama dengan diberikan kebebasan untuk memeluk agama sesuai dengan keperayaannya masing-masing. Jadi, negara Indonesia sangat menunjujung tinggi tentang agama.
Islam adalah agama yang paling banyak penganutnya di negara kita. Sejarah Islam di Indonesia dimulai ketika masa kekhalifahan Ustman bin Affan RA. Tahun 30 Hijriyah atau tepatnya 651 Masehi, dikirimlah utusan Ustman bin Affan yang hendak menyebarkan ajaran Islam ke Cina. Selama kurun waktu 4 tahun perjalanan menuju ke Cina, utusan-utusan tersebut sempat singgah di beberapa pulau di Indonesia.
Kemudian di pertengahan abad ke-VII ini, berdirilah kerajaan Islam dari Dinasti Umayyah yang serta merta mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Hal ini menarik pelaut dan pedagang muslim untuk berdagang sambil berdakwah hingga berabad-abad lamanya.
Penduduk Aceh adalah yang paling pertama menerima ajaran Islam dan lambat laun pemeluknya terus bertambah hingga ke pulau lain. Salah satunya adalah Pulau Jawa.
Pulau Jawa terkenal dengan wali songo. Sembilan wali menyabarkan agama Islam dengan metode pendidikan seninya. Mereka adalah Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gresik.
Wali songo menyebarkan ajaran Islam tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke seluruh penjuru Nusantara. Sementara itu, Islam yang dibawa oleh Bangsa Arab telah membuat kebanyakan dari mereka bermigrasi ke Indonesia.
Sepanjang abad ke-15 sampai ke-17, ketika penyebaran Islam semakin luas, masuklah agama dan kepercayaan lain di Indonesia. Salah satunya agama Nasrani yang dibawa oleh Bangsa Eropa.
Mereka membawa ajaran agamanya sambil mencari kekayaan alam yang tersimpan di negara kita. Bahkan beberapa di antaranya memaksakan kehendak mereka. Ketika itu, Bangsa Indonesia dituntut untuk melawan penjajahan hak asasi dan hak hidup seperti itu.
Hubungan perdagangan dan silaturahim dengan Bangsa Arab Gujarat sempat terganggu. Para penjajah itu juga mulai memblokade jalur perdagangan kedua belah pihak hingga hubungan keduanya terputus.
Setelah itu, ajaran Islam di Nusantara tidaklah merata. Hanya di sekitar pondok pesantren saja umat Islam bisa mendapatkam pemahaman yang mendalam mengenai agamanya.
Penyebaran Islam pada awal abad ke-9 telah menunjukkan kemajuan politik umatnya. Terbukti dengan adanya kerajaan bercorak Islam, seperti Kerajaan Demak, Kerajaan Aceh Darussalam, dan Kerajaan Samudera Pasai. Mereka yang duduk di singgasana kerajaan rata-rata berdarah campuran pribumi dan Arab.
Adanya kerajaan ini semakin memperkuat pengaruh Islam dan semakin lama pengaruh agama sebelumnya, seperti Hindu dan Budha, semakin surut. Alasan Islam mudah diterima karena Islam masuk dengan jalan damai, tanpa kekerasan, masuk dengan politik bersih, dan tentunya yang paling penting dengan cara yang benar sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab Al-Qur'an bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin.
Peninggalan Agama Islam di Nusantara
Keraton Kasepuhan dan Kanoman di Cirebon merupakan artifak peninggalan sejarah Islam yang sangat kuat pengaruh tradisi Persia dan Cina. Pada beberapa hiasan ornamen dinding keraton, dipasang beragam hias keramik dari Dinasti Ming. Tentang hiasan keramik pada dinding keraton Kasepuhan ini erat kaitannya dengan legenda percintaan Putri Ong Tien dengan Sultan Syarif Hidayatullah.
Demikian halnya dengan Keraton Kesultanan dan Keraton Pakualam di Yogyakarta dan Solo, menunjukkan baik dari bentuk arsitekturnya maupun ragam hias yang ada di kedua keraton tersebut, dipengaruhi tradisi para pembawa agama Islam ke tanah Jawa.
Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk mesjid bisa kita temui di Mesjid Banten Lama yang beratap tumpang, seperti halnya atap Mesjid Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Sementara Mesjid Demak yang dibangun para wali, berbeda dengan mesjid-mesjid tadi, Mesjid Agung Kudus memiliki arsitektur yang khas dengan menara yang bangun dasarnya serupa.
Beberapa mesjid lain menjadi peninggalan yang penting bagi sejarah Islam, yaitu Mesjid Kota Waringin yang dibangun penyebar Islam pertama di Kalimantan Tengah, Mesjid Raya Deli yang dibangun pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa.
Sementara itu, peninggalan dalam bentuk makam bisa kita temui di Makam Walisongo, Makam Imogiri Yogyakarta, Makam Sunan Langkat di Langkat, dan Makam Raja-raja Gowa.
Di dunia peninggalan sejarah Islam bisa kita temui, di antaranya adalah bejana kaca setinggi 37 cm, peninggalan tahun 1300 saat Dinasi Mamluk, Siria. Kemudian ada beja perunggu setinggi 16,5 cm, peninggalan abad 12 saat Dinasti Seljuk, Persia berkuasa.
Perhiasan dari butiran-butiran benang emas sepanjang 7 cm peninggalan abad 11 dari Siria, saat Dinasti Fatimid berkuasa. Ada pula pada pertengahan abad ke-15 dari Dinasti Mamluk berupa hiasan gading yang ditatahkan pada kayu ukuran 9,5 cm x 5,8 cm.
Peninggalan lain dari Dinasti Seljuk, Persia, abad ke-12 adalah kaki-kaki menyerupai kaki meja setinggi 48.3 cm terbuat dari perunggu. Dinasti Mamluk dari Siria, juga meninggalkan teko yang terbuat dari kaca, kemudian Dinasti Seljuk meninggalkan teko berukir dari bahan keramik berwana hijau dan biru setinggi 27 cm.
Perhiasan batu pirus pada cincin emas setinggi 3,2 cm peninggalan lain Dinasti Seljuk, Persia dari abad ke-12 termasuk artifak yang bernilai tinggi yang menjadi kekayaan milik sejarah Islam dunia.
Banyak sekali peninggalan agama Islam yang sampai saat ini dapat kita lihat dan kita nikmati. Begitu pun dengan ajaran Islam yang menyebar di nusantara ini semakin hari semakin berkembang.
Sebagian besar penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Hal tersebut atas para pembawa ajaran Islam ke tanah air. Peninggalan-peninggalan sejarah dari para penyebar agama Islam tersebut, bukan semata-mata hanya sejarah saja. Itu adalah bukti bahwa agama Islam dapat diterima oleh penduduk Indonesia dan sampai sekarang masih ada, bahkan sudah berkembang.
Peninggalan dari sejarah penyebaran agama Islam tidak hanya ada di Indonesia, negara-negara yang mayoritasnya pemeluk agama Islam pun mempunyai barang-barang sejarah yang membuktikan masuknya agama Islam di negara tersebut.
Demikian informasi mengenai peninggalan agama Islam yang ada di Nusantara. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia yang ditandai dengan adanya peninggalan para penyebar agama Islam.

