logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam

Peninggalan Sejarah Islam dari Luar dan Dalam Negeri


Ilustrasi peninggalan sejarah islam

Kegemilangan Islam dalam memimpin peradaban dunia dapat terlihat jelas dari warisan bangunan bersejarahnya. Peninggalan sejarah Islam memang tersebar di seluruh penjuru bumi. Di setiap negeri Islam selalu ada bangunan khas bercorak Islami yang menandakan tegaknya Islam di tempat tersebut.

Peninggalan Sejarah Islam di Mancanegara

Beberapa peninggalan sejarah Islam yang fenomenal dan berada di luar negeri antara lain:

1. Taj Mahal

Bangunan megah ini adalah sebuah pemakaman (musoleum) yang dibangun oleh Shah Jahan dari dinasti Mughal saat berkuasa di India. Shah Jahan membangun Taj Mahal untuk mengenang isteri yang dicintainya, yakni Arjumand Bano Begum atau yang lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal. Isterinya meninggal saat melahirkan anak mereka yang ke-14.

Bangunan fenomenal yang sangat megah dan indah ini memerlukan waktu hampir 20 tahun untuk menyelesaikannya (1632-1648). Pembangunan ini melibatkan tak kurang dari 2000 pekerja dengan bantuan 1000 ekor gajah untuk mengangkut bahan material bangunan.

Kota Agra, tempat berdirinya Taj Mahal adalah kota kecil di Negara Bagian Uttar Pradesh yang berjarak sekitar 200 km di selatan New Delhi, India. Sekarang, kota Agra telah menjadi kota tujuan wisata turis mancanegara.

Selain makam Mumtaz Mahal dan Shah Jahan, kompleks Taj Mahal juga memiliki bagian utama lainnya, yaitu gerbang utama, taman, masjid, dan rumah peristirahatan. Namun ruang utama dari bangunan ini adalah makam Mumtaz Mahal dan suaminya yang terletak tepat di bawah kubah Mausoleum. Keunikan bangunan ini adalah bila dilihat dari sisi mana pun akan terlihat sama, karena memang Taj Mahal adalah bangunan yang simetri.

Taj Mahal bukan hanya sekadar tempat pemakaman dan bukan hanya sekadar peninggalan sejarah keagungan Islam. Taj Mahal telah menjadi sumber inspirasi karena dianggap sebagai perlambang cinta nan abadi.

2. Masjid Al Aqsa

Para ahli meyakini bahwa Umar bin Khattab, salah seorang Khulafaur Rasyidin adalah orang pertama yang memerintahkan pembangunan Masjid Al-Aqsa. Oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, bangunan ibadah sederhana itu dibangun kembali dan diperluas pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H (690 M) di Kota Lama Yerusalem atau Yerusalem Timur sekarang.

Masjid yang dikenal dengan sebutan Al-Haram Asy-Syarif atau "Bukit Bait Suci" ini termasuk bangunan bersejarah yang disucikan. Masjid Al Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat tujuan Nabi Muhammad dalam perjalanan malamnya (Isra Mi’raj) di tahun 621 M.

Di masjid inilah beliau melakukan salat dua rakaat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sidratul Muntaha. Selain itu, Masjid Al Aqsa adalah rumah ibadah kedua yang dibangun setelah Masjid Al-Haram. Tak mengherankan bila umat Islam sangat menghormati dan mensucikan masjid yang luas totalnya sekitar 144.000 meter persegi ini.

Di sekitar komplek Masjid Al Aqsa ini terdapat bangunan suci umat Yahudi yaitu "Kuil Sulaiman". Sisa-sisa Kuil Sulaiman ini berupa tembok sepanjang 485 meter.

Sedangkan bagi umat Kristiani meyakini bahwa di tanah Masjidil Aqsha itulah jenazah Yesus dibaringkan seusai disalib di Bukit Zaitun. Mereka pun percaya bahwa di Yerussalem serta sejumlah kota lainnya seperti Nazareth, Betlehem, dan Bukit Zaitun inilah Yesus menjalani kehidupannya selama di bumi.

Peninggalan Sejarah Islam di Dalam Negeri

Peninggalan sejarah Islam di luar negeri digambarkan dengan kemegahan dua bangunan, Taj Mahal dan Masjid Al Aqsa. Lantas, bagaimana di Indonesia? Banyak teori yang menggambarkan masuknya Islam di nusantara. Peninggalan sejarah agama Islam tidak lepas dari cerita masuknya Islam ke negara ini.

Cerita dari Samudera Pasai

Beberapa pakar berpendapat bahwa Islam masuk ke nusantara melalui kontak perdagangan dengan Gujarat (sekarang India). Beberapa pendapat lain menyatakan Islam masuk setelah melakukan kontak dengan bangsa Arab. Sumatera, khususnya tanah Aceh, disebut sebagai salah satu jalur masuknya agama Islam di Nusantara. Banyak sekali peninggalan sejarah Islam di Aceh, Negeri Serambi Mekkah.

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan pertama yang ditemukan sebagai kerajaan Islam. Berbagai bukti arkeologis mendukung fakta bahwa kerajaan Samudera Pasai merupakan sebuah kerajaan Islam.

Salah satu bukti arkeologis yang banyak diterima adalah adanya situs makam raja-raja kerajaan yang ditemukan di daerah Geudong, sebelah timur Lhokseumawe. Bukti reruntuhan bangunan kerajaan juga ditemukan di daerah ini.

Situs makam raja yang paling terkenal dan bisa dijadikan rujukan sebagai salah satu bukti sejarah yang otentik adalah makam Sultan Malik Al-Shaleh. Sultan Malik Al-Shaleh merupakan raja Islam pertama di Indonesia.

Sebelum masuk Islam, Sultan Malik Al-Shaleh bernama Meurah Silu. Pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan di daerah Asia. Kerajaan Samudera Pasai banyak didatangi oleh pedagang-pedagang dari daratan Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.

Berita mengenai bukti adanya Islam di Samudera Pasai dapat dilihat dari berita Ibn Batutta. Menurut berita Ibn Batutta, Kerajaan Samudera Pasai merupakan pusat perdagangan yang sibuk. Para penduduk di kerjaan tersebut sangat berbeda dan ramah kepada setiap pendatang.

Menurutnya, bahkan raja sendiri pun sangat menghormati seorang tamu. Raja Samudera Pasai ketika itu, Sultan Malik Dhahir memimpin rakyatnya dengan hati nurani. Tercatat bahwa sultan sangat melindungi dan perhatian terhadap fakir miskin.

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan besar hasil penggabungan kerajaan-kerjaan kecil di sekitarnya. Kerajaan-kerajaan kecil tersebut banyak terletak di daerah Peurlak, Aceh Utara. Kerajaan-kerajaan kecil seperti Rimba Jreum dan Seumerlang berasimilasi menjadi satu kerajaan yang lebih besar yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Samudera Pasai.

Seperti halnya kisah sejarah yang lain, kisah masuknya Islam di Samudera Pasai dimulai dengan adanya usaha jalinan kekeluargaan. Sang pembawa risalah, Abdullah Ibnu Muhammad Ibnu Abdul Kadir menikah dengan salah satu putri dari raja Kerajaan Islam Peurlak, Ganggang Sari.

Dari pernikahan tersebut, mereka dianugerahi dua orang putra yakni Malik Al-Shaleh dan Malik Al-Dhahir. Keduanya bahkan kemudian menjadi pewaris tahta kerajaan.

Dari bukti perjalanan penyebaran Islam di Aceh tersebut, bukti-bukti kuat peninggalan sejarah Islam dapat dilihat dari seperti adanya nisan makan Sultan Malik Al-Shaleh dan reruntuhan Kerajaan Samudera Pasai. Hal itu semakin menegaskan bahwa Islam pernah diterima di tengah-tengah masyarakat Indonesia, khususnya Aceh.

Masjid Demak

Masjid Demak tentu tidak bisa dilepaskan dari penyebaran Islam di pulau Jawa. Masjid ini adalah masjid pertama di pulau Jawa dan merupakan pusat dari pemerintahan Kerajaan Demak. Masjid ini dibangun oleh Wali Songo beserta Raden Patah saat awal-awal pembentukan kerajaan Demak. Dengan bangunan yang diadaptasi dari bangunan-bangunan candi, keberadaan masjid ini tidak begitu asing bagi masyarakat yang waktu itu banyak menganut agama Hindu sehingga ajaran Islam lebih mudah diterima. Sampai sekarang, masjid ini masih berdiri dengan tegak walaupun sudah mengalami beberapa kali pemugaran.

Jejak Wali Songo

Yang paling terasa dalam peninggalan sejarah Islam adalah jejak-jejak dari para wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Masing-masing wali mempunyai daerah dakwah sendiri sehingga meninggalkan banyak bukti sejarah. Misalnya saja Masjid Sunan Ampel, Masjid Kudus di Kudus, dan masjid-masjid tua lainnya yang ada di Pulau Jawa. Peninggalan sejarah ini juga terlihat dari tata pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di berbagai daerah yang merupakan kerajaan-kerajaan Islam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengaruh Penyebaran Agama Islam di Indonesia terhadap Sastra Lama
  • Sejarah Agama Islam: Penyebaran Islam dalam Politik Dua Dinasti
  • Mekah dan Kisah Kejayaan Umat Islam
  • Peta Penyebaran Agama Islam di Indonesia
  • Bangsa Arab Pra-Islam
  • Sejarah dan Penggunaan Kalender Islam
  • Arab Islam - Transformasi Bangsa Arab Melalui Islam
  • Jejak Sejarah Khalifah Islam Bani Umayyah
  • Sejarah Islam Indonesia
  • Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
  • Perkembangan Islam di Benua Eropa - Kondisi Islam di Austria
  • Sejarah Khalifah - Dari Khulafaur Rasyidin Hingga Bani Abbasiyah
  • Sejarah Agama Islam - Sebuah Peradaban yang Cemerlang
  • Sejarah Dunia Islam: Perkembangan dan Pengaruhnya
  • Artikel Sejarah Islam: Persebaran Ilmu Pengetahuan Islam
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA