Belajar Jadi Penulis Buku Bergenre Arab

Anda pernah membaca novel Ketika Cinta Bertasbih atau bahkan menonton filmnya, hingga air mata Anda terurai deras tanpa terasa? Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa betapa pintarnya sang artis atau pelakonnya berbicara dalam bahasa Arab. Anda pasti kagum luar biasa. Secara Anda sendiri masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an.
Kekaguman Anda bertambah ketika terpikir betapa pandai sang penulis buku atau copy writer naskah filmnya dalam berbahasa Arab. Sebenarnya seberapa sulitkah menelurkan tulisan atau membidani film-film berstyle Arab?
Penulis Buku Harus Pelajari Pasar
Loh kok bisa? Yah, betul. Ini betul. Bahkan seorang motivator sekaliber Tung Desem Waringin saja tak bosan-bosan mengingatkan untuk selalu membaca pasar. Membaca pasar bukan hanya kiat untuk pedagang saja, namun nasihat ini dapat terpakai juga oleh seorang penulis buku. Apa hubungannya dengan ‘membaca pasar’ atau mempelajari pasar dengan kemampuan sang penulis buku menulis cerita berbahasa Arab?
Lima Puluh Atau Seratus Persen?
Nah, setelah Anda sadar diri akan kemampuan berbahasa Arab anda. Apakah duapuluh lima persen, ataukah hanya lima puluh persen atau bahkan seratus persen; maka Anda sudah sampai kepada tahap kepercayaan diri. Yang artinya Anda sudah punya modal dasar untuk mulai menelurkan karya ‘super’ Anda yang bergenre Arab yang sudah Anda angan-angankan selama ini.
Kemampuan menulis bahasa Arab bagi Anda yang muslim setidaknya tak terlalu sulit karena sudah cukup familiar mendengarkan bahasa Arab dari Al-Qur’an, dari imam masjid ataupun adzan yang Anda dengar setiap hari. Namun akan menjadi kendala bagi Anda yang bukan muslim, sementara Anda tetap merasa tertarik untuk menjadi penulis buku. Yang menuliskan sebuah karya yang bergenre Arab sesuai minat Anda.
Tentukan Tema Cerita
Kini Anda sampai pada tahap menentukan cerita. Tentunya cerita harus Anda sesuaikan dengan genre Arab seperti yang Anda inginkan. Dan bangsa Arab akan selalu identik dengan umat Islam. Sehingga cerita Anda akan mengalir secara umum tetap di dalam aturan dan kaidah-kaidah yang Islami.
Perhatikan betul hukum-hukum Islam yang berlaku, dalil-dalil yang akan Anda kutip apakah dari Al-Hadits dengan perawi yang shahih ataukah Ijma Ulama. Bila perlu sesekali bacalah Al-Qur’an dan kutiplah beberapa ayat yang kira-kira sesuai dengan cerita Anda. Carilah Al-Qur’an yang memiliki terjemahan dalam bahasa Indonesia tentunya.
Galilah keahlian Anda dalam mengulas cerita. Hingga cerita dapat bergulir lancar dimata pembaca. Setiap orang pasti mempunyai salah satu keahlian baik yang diperoleh secara formal di bangku sekolah ataupun dari kursus atau training yang pernah diikuti. Contoh, profesi Anda sebagai bidan membuat Anda paham betul akan ilmu perawatan anak ataupun ibu yang tengah hamil. Atau Anda seorang Geograf maka Anda akan mengerti tentang ilmu geomorfologi ataupun geologi.
Maka kemudian galilah keahlian profesi Anda sebagai penulis buku untuk Anda ceritakan kembali dalam ‘kisah cerita’ yang Anda tulis. Sehingga akan ada banyak nuansa sebagai bumbu dalam cerita Anda. Kisah yang bergenre Arab seperti yang Anda angankan.
Mulailah Menulis
Nasehat bagi seorang penulis buku yang biasa dikumandangkan oleh rekan penulis lainnya adalah segera menulis. Menulis ibarat seorang balita tengah berjalan. Pada awalnya tertatih-tatih tapi akhirnya melaju dengan dahsyat. Setiap kata akan meluncur deras tanpa dapat Anda cegah. Urusan editing cukup belakangan, setelah Anda selesai menulis kata-kata yang ingin Anda ungkapkan.
Jangan lupa untuk melatih kemampuan atau pemahaman bahasa Arab Anda. Mungkin Anda akan menjadi penulis bets seller seperti Habiburrahman El Shirazy, meski Anda bukan berasal dari lingkungan pesantren sekalipun.






