Penulis Freelance : Menimbang Profesi Penulis

Menulis merupakan hobi yang profitable. Selain dapat menyalurkan kesenangan, dengan menulis kita juga dapat memperoleh penghasilan. Apalagi belakangan beragam media massa baru juga banyak bermunculan, seperti tabloid ataupun majalah.
Ini tentu membuka kesempatan bagi para penulis untuk menyalurkan hobi dan mendapatkan penghasilan. Salah satunya menjadi penulis freelance yang tidak terikat oleh satu media tertentu.
Penulis freelance merupakan penulis lepas yang dapat mengirimkan naskahnya kepada media manapun yang berminat. Begitu juga dengan jenis tulisan yang dibuat, juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Anda dapat menulis artikel, kolom, analisis, ataupun reportase untuk sasaran media massa. Anda juga dapat membuat buku untuk ditawarkan kepada penerbit yang jumlahnya cukup banyak.
Apalagi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang pesat saat ini, terbuka juga kesempatan menulis di media blog atau pun situs. Cara pembuatan blog yang cukup mudah, tentunya akan membuka peluang yang lebih besar bagi penulis untuk menyalurkan karya-karyanya.
Namun berbeda dengan media massa, di blog mungkin Anda tidak langsung mendapatkan honor. Namun yang pasti, kalau Anda menguasai soal search engine optimation (SEO) bukan mustahil Anda dapat dapar meraih kekayaan dari iklan-iklan yang ditampilkan blog.
Penghargaan Kurang
Apa yang menarik dari profesi sebagai penulis, khususnya di Indonesia ? Pertanyaan itu pernah menjadi perdebatan yang berkepanjangan dalam suatu forum dikusi diantara para penulis di Yogyakarta. Apalagi nasib penulis Indonesia juga belum mendapatkan tempat yang layak seperti profesi lainnya, seperti pengacara, dokter, akuntan, dan yang lainnya.
Menulis atau menjadi penulis, memang merupakan salah satu jenis profesi yang paling lentur dan fleksibel kerjanya. Bahkan hampir semua profesi lainnya dapat dengan mudah atau sangat terbuka kemungkinannya untuk merangkap menjadi penulis. Profesi pengacara, advokat, dokter, hingga teknisi dapat juga merangkap menjadi penulis dengan menyampaikan ilmu-ilmu yang dikuasainya.
Batu Loncatan
Banyak orang menjadikan penulis freelance sebagai batu loncatan maupun sebagai pekerjaan kedua. Hal ini tentu saja sangat dapat dimaklumi mengingat masih rendahnya penghargaan terhadap profesi penulis. Selain itu, dan ini yang lebih penting, kita dapat menyampaikan ide dan pemikiran tentang sesuatu. Melalui menulis kita dapat menunjukkan kapasitas dan jati diri kita.
Tak sedikit tokoh-tokoh besar yang akan selalu dikenang karena karya-karya tulisnya. Para filsof, sastrawan, fisikawan, ekonom, para peraih hadiah Nobel, hingga jurnalis, dapat meninggalkan ilmunya melalui karya tulisnya.
Hingga kini pun kita masih bisa berdialog dengan pemikiran besar seperti yang dihasilkan Soedjatmiko, Fazlur Rahman, Hamka, Nurcholis Madjid, Pramudya, dan yang lainnya. Apalagi dengan karya-karya ini pula para ahli warisnya akan mendapatkan royalty dari hasil penjualan bukunya. Setidaknya selama 50 tahun hingga hak royaltynya habis.






