logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Fiksi

Menjadi Penulis Puisi


Ilustrasi penulis puisi

Anda atau anak Anda mungkin berminat menjadi seorang penulis puisi? Pengarang puisi sekarang dengan jaman dulu agaknya sudah mengalami pergeseran nilai.

 

Jaman sekarang menulis puisi yang semula adalah hobi dapat menjadi sebuah mata pencaharian. Masih pula berbonus menjadi terkenal, diundang membacakan puisi ciptaannya sendiri dan tentu ada reward materi yang bisa diperoleh seiring dengan perkembangan eksistensi karya puisinya tersebut.

 

Pengertian Puisi dan Penulis Puisi

 

Puisi ditinjau dari bahasa Yunani kuno adalah seni tertulis dengan bahasa sebagai standar kualitas estetik.

Segi estetik bahasa serta pengulangan rima adalah dua hal yang membedakan antara puisi dan prosa. Meskipun perbedaan ini masih dipertentangkan oleh para ahli bahasa. Para ahli bahasa modern mendefinisikan puisi bukan sebagai jenis literatur namun sebagai perwujudan imajinasi manusia belaka.

Sehingga pengertian pengarang puisi dalam khazanah modern adalah orang yang mewujudkan imajinasinya, bukan dalam literatur dan hanya menjadikan puisi sebagai ajang kreativitas belaka.

 

Menulis Puisi, Karena Hobi atau Bakat

 

Menulis puisi berarti menuangkan imajinasi ke dalam deretan kalimat atau beberapa patah kata atau suku kata saja. Setelah imajinasi Anda tertuang dengan baik terbentuklah sebuah puisi. Hasilnya adalah puisi yang mudah dicerna dan gampang diapresiasi oleh orang awam, dan ada pula yang sulit dipahami dan ditangkap ide penulisannya.

Maka timbul pertanyaan, apakah pengarang puisi sebenarnya adalah orang yang berbakat atau karena hobi? Sebagian dugaan mungkin benar, bahwa ia lahir karena memang bakat alam yang dimiliki, yang kemudian dieksploitasi dengan cara yang benar dan terarah hingga sampai bisa melahirkan karya-karya puisi yang hebat dan abadi sepanjang masa. Contohnya, Khairil Anwar dengan puisinya ‘Antara Kerawang – Bekasi’.

Namun sebagian dari mereka lahir karena bermula dari hobi tulis menulis. Ada ide atau imajinasi yang ingin dituangkan ke dalam bentuk puisi. Dan ada dorongan dan peluang untuk merilis atau mempublikasikan puisinya. Sehingga akhirnya dikatakanlah ia sebagai seorang pengarang puisi.

 

Menulis puisi juga bisa dilatihkan atau diturunkan kepada orang lain. Tentunya hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar sebagaimana orang yang sudah memiliki sebuah keahlian untuk menulis sebuah puisi.

 

Ketika seseorang ingin memiliki sebuah keahlian untuk menulis sebuah puisi maka hal tersebut bukanlah seusuatu yang mustahil atau tidak mungkin karena dapat dipelajari. Kita harus banyak membaca berbagai macam puisi dan literatur agar kita sendiri akan menjadi kaya oleh kata-kata.

 

Semakin kaya kita akan kata-kata maka puisi yang dihasilkan akan menjadi semakin indah. Jadi untuk menjadi seorang pengarang puisi bisa dikarenakan bakat yang dimiliki tetapi bisa juga karena keinginannya untuk menjadi seorang pengarang puisi dengan cara belajar baik dari buku maupun seorang guru.

 

Tentunya yang perlu menjadi catatan adalah adanya keinginan yang kuat dari dalam diri orang tersebut untuk belajar. Tanpa adanya semangat ini, maka apapun itu tidak akan baik hasilnya.

 

Penulis Puisi Lama dan Modern

 

Pengarang puisi lama umumnya adalah para penulis yang karya-karyanya melegenda, abadi, dan menjadi sebuah maha karya puisi yang meledak dan tercatat rapi dalam sejarah sastra.

Penulis seperti ini biasanya masih mengindahkan kaidah-kaidah penulisan serta pakem-pakemnya. Seperti jumlah bait dalam sebuah puisi, jumlah baris dalam satu bait, bentuk penulisan puisi, pengulangan rima, dan lain-lain.

Sedangkan pengarang puisi modern, biasanya adalah penulis dadakan yang lebih mengandalkan perasaan atau insting pada saat menuliskan puisi. Suasana hati lebih mendominasi ide-ide puisi yang ditulisnya.

Baris-baris pada penulisan puisi dapat berupa apa saja, bentuk melingkar, zig zag atau lurus rata kiri sampai akhir bait puisi. Yang diutamakan oleh pengarang puisi modern sekarang ini adalah perwujudan imajinasi serta penyampaian pemikirannya. Bukan terletak pada pakem-pakem dan kaidah penulisan puisi yang benar.

Beberapa puisi yang dapat Anda browsing di internet, umumnya adalah puisi modern atau puisi cyber. Yang sebenarnya justru agak memprihatinkan. Karena sifatnya yang hanya berupa ‘pemadatan makna kata’ dan sama sekali tidak mengindahkan pokok, pakem dan kaidah penulisan puisi yang benar. Penulis seperti ini baik yang pemula atau bahkan penyair aktif lebih menekankan pada gaya bahasa saja dan bukan pada kaidah puisinya.

 

Penulis Puisi Legendaris

 

Cukup banyak pengarang puisi Legendaris di ranah Indonesia yang dapat Anda kenali. Contohnya adalah si ‘burung merak’ atau almarhum W.S. Rendra. Kemudian Sutardji Calzoum Bachri dengan puisi ‘unik’nya, dan Elly Sigar Rusadi yang menonjolkan ‘alam’ dalam puisinya. Di masa revolusi ada Khairil Anwar, Sutan Takdir Alisyahbana dan di masa pra sejarah Indonesia ada para Empu dengan syair-syair mereka seperti Negara Kertagama dan syair Sutasoma.

Dalam skala dunia pun banyak pengarang puisi yang menjadi legendaris. Nama dan karyanya begitu abadi. Contohnya adalah Kahlil Gibran dengan puisi-puisinya yang sudah dibukukan dan tersebar dalam berbagai bahasa. Seperti kumpulan puisi Sayap-sayap Patah, yang lebih banyak menggambarkan pengalaman percintaannya dengan kekasihnya.

Ada juga Boris Leonidovich Pasternak, atau lebih dikenal dengan Boris Pasternak. Lelaki Rusia yang terkenal dengan karya novel epiknya: Dr. Zhivago.Bahkan karya puisi Boris Pasternak yang ditulis tahun 1917, Saudariku, Hidup, menjadi sebuah karya yang banyak dibicarakan dan diperdebatkan oleh para ahli bahasa dunia.

 

Bila Pengarang puisi Menjadi Pilihan Karier Anda

 

Apabila Anda ingin menjadi pengarang puisi, ketahui benar apakah ini adalah pilihan hidup Anda ataukah hanya sebagai pengisi waktu senggang? Apapun jawabannya adalah penentu dan motivasi di masa berikutnya. Sebaiknya Anda pahami pula dan pelajari pakem-pakem/kaidah penulisan puisi yang benar.

 

Menjadikan apapun sebagai mata pencaharian adalah sebuah pilihan hidup kita meskipun pilihan tersebut terkadang nyeleneh atau bahkan tidak masuk akal bagi orang lain. Yang menjadi catatan adalah kita harus memiliki sebuah tanggung jawab yang besar ketika menentukan pilihan itu adalah sebuah pilihan yang baik bagi diri kita karena setiap pilihan yang telah dipilih memiliki pengaruh baik pada diri kita sendiri maupun kepada orang lain.

 

Menjadikan sebuah puisi sebagai pilihan karir memang tidak cukup menjanjikan jika dibandingkan dengan berbagai profesi yang lainnya. Tetapi ada keunggulan yang dimiliki oleh seorang pengarang puisi jika dibandingkan dengan pekerjaan lainnya yakni tidak harus pergi ke kantor. Selain itu, waktu kerja juga tidak terikat seperti seseorang yang kerja di kantoran. Keterikatan seorang penulis hanya pada waktu menjelang deadline saja.

 

Inilah yang membedakan antara pekerjaan yang satu ini dengan pekerjaan yang lainnya, bahkan karena terlalu seringnya berada di rumah dan tidak pernah ke kantor dianggap sebagai seorang pengangguran. Hal tersebut bisa saja terjadi karena budaya kita yang mengharuskan seseorang pergi ke kantor atau toko untuk memperoleh uang dan tidak bisa saja duduk di rumah ketika mencari uang.

 

Untuk sebagian masyarakat yang masih kurang terbuka ilmu pengetahuannya tentang teknologi, pekerjaan yang seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang kurang nyata. Bahkan kita akan dianggap sebagai seorang yang menganut ilmu hitam atau supranatural karena tanpa pergi kemana-mana tetapi uang terus mengalir ke dalam kantong kita.

 

Tentunya sebagai orang yang dianggap sebagai penganut ilmu hitam dan supranatural akan mendapatkan sebuah kondisi sosial yang tidak cukup nyaman. Kemanapun kita pergi di lingkungan tersebut akan selalu mendapatkan kecurigaan sehingga menjadikan hidup serasa tidak nyaman dan aman lagi. Tetapi inilah yang terjadi di masyarakat kita yang ternyata di era modern ini masih ada yang berpikiran primitif.

 

Ditinjau dari segi lain, menjadikan kemampuan menulis puisi sebagai pekerjaan yang utama juga belumlah cukup baik karena minat baca dan kurang apresiatifnya masyarakat kita terhadap budaya tulis. Jadi jika hanya mengandalkan penulisan puisi saja dirasakan kurang cukup.

 

Ada baiknya selain menulis puisi juga menulis prosa ataupun buku yang tentunya akan beragam sekali sehingga konsdisi keuangan juga akan lancar. Mengapa bisa demikian? Ketika job di penulisan puisi lagi sepi kita bisa menulis buku ataupun menulis prosa yang tentunya penggemarnya lebih banyak jika dibandingkan dengan puisi.

 

Penerbit buku juga sekarang ini semakin banyak sehingga besar kemungkinan untuk memperoleh peluang dan pemasukkan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun ditabung. Hal tersebut akansangat tampak lain jika hanya mengandalkan satu bidang saja yakni puisi sebagai mata pencaharian yang utama.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Menjadi Pemenang Lomba Menulis Cerpen
  • Menulis Adalah Cara Meringankan Jiwa
  • Teknik Menulis Resensi Buku Terbaru
  • Mengenal Unsur Intrinsik Novel
  • Resensi Wanita Berkalung Sorban: Sebuah Perlawanan
  • Apa Memang Sulit Membuat Parafrase Puisi?
  • Langka-Langkah Menulis Cerpen Yang Asyik
  • Produktif Menulis dengan Komunitas Penulis
  • Teknik Menulis Resensi Fiksi
  • Belajar Dari Contoh Cerpen Persahabatan
  • Bagaimana Cara Menjadi Penulis Novel?
  • Resensi Buku Gramedia
  • Situs Hiburan yang Patut Dikunjungi
  • Tips Menulis Puisi yang Jitu!
  • Pelajaran Dari Lomba Menulis Puisi 2009
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA