logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Guru

Penuntun Penulisan Bahan Ajar yang Proporsional


Ilustrasi penulisan bahan ajar

Bahan ajar adalah materi yang diberikan pada seseorang untuk mempelajari sesuatu pengetahuan atau keterampilan. Dengan bahan ajar ini, maka kita dapat mendampingi dan membimbing seseorang dalam proses pembelajarannya. Dan, penulisan bahan ajar  dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap orang yang mempelajarinya dapat dengan mudah mengikuti petunjuk belajarnya.

 

Untuk proses menulis bahan ajar itu sendiri sebenarnya tidak membutuhkan kemampuan yang lebih sebab yang dibutuhkan adalah keterampilan dalam kegiatan tulis menulis. Setidaknya, dengan kemampuan atau keterampilan tulis menulis ini, maka berbagai teknik penulisan diaplikasikan secara  langsung.

 

Seseorang dengan kemampuan teknis dapat semakin meningkatkan kemampuannya dengan menulis bahan ajar mengenai materi yang dikuasainya tersebut.

 

Apalagi jika kita kembali pada kondisi yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan, dimana penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memposisikan guru tidak sekadar sebagai pengajar dan pendidik, melainkan juga sebagai perencana pendidikan. Oleh karena itulah, maka guru harus mampu menjalankan proses menulis bahan ajar bidang pelajarannya.

 

Urgensi Penulisan Bahan Ajar

 

Dengan memperhatikan sedikit penjelasan di atas, setidaknya jelas bagi kita bahwa di dalam proses pendidikan dan pembelajaran, materi pelajaran tidak cukup hanya dari buku-buku yang sudah ada, melainkan akan lebih pas jika guru bidang pelajaran yang mengadakan buku-buku bahan ajarnya.

 

Oleh karena itu, setidaknya kita menjumpai ada 3 (tiga) alasan mendasar untuk menulis bahan ajar oleh para guru, yaitu:

 

Pertama, materi pelajaran atau bahan ajar merupakan tanggung jawab guru agar sesuai dengan kebutuhan nyata anak didik dalam pembelajaran kontekstual. Guru adalah ujung tombak dalam proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas ata di sekolah.

 

Di mana bahan materi pelajaranlah yang akan menjadi bahan utama yang akan disampaikan oleh guru di dalam proses pembelajaran ini. maka dari itu, memang harus dipertimbangkan dan dipikirkan dengan matang dan saksama akan bahan atau materi apa saja yang akan diberikan guru kepada anak didik.

 

Hal ini tentunya tak dapat dilakukan atau dirancang dengan begitu saja tanpa memiliki dasar yang jelas. Dalam membuat bahan ajar ini tentunya seorang guru akan memiliki standar sebagai acuan dalam pembuatannya.

 

Biasanya pembuatan bahan ajar ini memang harus disesuaikan dengan kurikulum yang ada. Di dalamnya akan termuat apa dan bagaimana saja kompetensi yang harus dimiliki oleh anak didik dalam materi pembelajaran yang akan diberikan.

 

Setelahnya akan dibuat penyesuaikan akan target materi yang harus dimiliki oleh anak didik dengan bahan ajar yang akan disampaikan. Hal ini akan benar benar membuat anak didik memperoleh materi yang menjaid target pembelajaran sehingga anak didik benar benar akan mendapatkan kompetensi di dalam hal tersebut.

 

Kedua, bahwa selama ini buku buku paket yang sudah diberikan pemerintah adalah contoh atau pedoman menu sederhana atau menu generik untuk satu materi pelajaran sehingga tidak mampu menanggapi kondisi nyata yang dihadapi anak didik di lingkungannya.

 

Dalam proses pembelajaran tidak dapat hanya mengacu atau mengantungkan pada buku paket yang diberikan oleh pemerintah kepada anak didik. Harus ada penjelasan, penggambaran yang lebih gamblang serta pengembangan dari materi yang ada di dalam buku paket yang ada.

 

Karena kebanyakan dari materi yang ada di dalam buku paket itu hanyalah penggambaran yang global dan membutuhkan banyak sisi kreatifitas dari guru agar mampu memberikan banyak penjelasan terhadap materi yang ada.

 

Ketiga, seringkali buku paket yang kita terima dari pemerintah datangnya tidak sesuai dengan waktu yang dibutuhkannya. Kadangkala, kita juga mengalami kesulitan saat harus mengakses buku buku ini. Akibatnya, anak anak kesulitan untuk mendapatkan materi pelajaran pada minggu minggu, bahkan  bulan bulan pertama belajarnya. 

 

Oleh karena itulah, maka seharusnya guru dapat melakukan proses menulis bahan ajar bagi mata pelajaran yang dipandunya. Dan guru dituntut harus memiliki daya pengembangan terhadap materi yang akan disampaikan kepada anak didiknya.

 

Hal ini mutlak dibutuhkan agar apa yang disampaikan kepada anak didik dapat mengena dan mampu untuk dipahami oleh anak didik mereka. Terlebih tak hanya sekedar menjadi bahan pembicaraan di dalam kelas saja.

 

Terlebih seorang guru juga tak boleh hanya mengandalkan pada buku paket yang telah diberikan dari pihak pemerintah atau dinas Pendidikan. Materi yang diberikan kepada anak didik haruslah beragam namun tetap mengacu pada bahan standar pembelajaran yang ada.

 

Beberapa Tuntunan Penulisan Bahan Ajar

 

Untuk mewujudkan upaya terpenuhinya kebutuhan bahan ajar, maka kita ada beberapa tuntunan untuk proses menulis bahan ajar ini, yaitu:

 

  • Identifikasi kebutuhan bahan ajar

    Identifikasi kebutuhan bahan ajar kita dasarkan pada beberapa kebutuhan dasar yang harus ada di dalam buku ajar, misalnya keberadaan buku yang tidak ada di tempat atau di tempat lainnya.
  • Verifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

    Verifikasi ini adalah upaya untuk menyesuaikan materi yang akan ditulis dengan isi standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Hal ini snagatlah penting untuk benar benar memperjelas bagaimaa kesesuaian antara materi yang akan disampaikan dengan apa yang menjadi target pembelajaran.
  • Menentukan Tujuan Khusus Pembelajaran

    Dalam hal ini kita merumuskan tujuan khusus dari proses pembelajaran yang akan diselenggarakan. Dengan mengetahui dari tujuan pembelajaran yang ada maka akan ditentukan pula bagaimana dan apa saja yang akan dilakukan atau disampaikan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran ini.
  • Menyusun Kerangka Gagasan Generik

    Penulisan atau penyusunan kerangka ini untuk memudahkan dalam merangkaikan isi yang harus dimasukkan dalam materi bahan ajar
  • Riset Pustaka

    Kita harus mencari buku buku sumber sehingga isi bahan ajar diupayakan lengkap. Materi yang ada di dalam bahan ajar memang harus beragam. Dan guru dapat mendapakan keragaman materi ini dari banyak buku yang dapat diakses oleh guru itu sendiri.
  • Riset Kenyataan Sehari-hari

    Kita mencoba menyesuaikan materi dengan kebutuhan masyarakat atas materi yang diajarkan di sekolah. Hal ini adalah untuk membuat bahan ajar sesuai dengan kebutuhan nyata yang ada di lapangan. Bukan hanya sekedar apa yang telah ditetapkan oleh piha pemerintah yang ada di struktur atas.
  • Menyiapkan Bahan-bahan Ilustrasi

    Dalam hal ini kita mencoba untuk mengisi materi dengan bahan bahan ilustrasi sebagai pendukung materi bahan ajar. Ilustrasi ini digunakan untuk lebih memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap materi yang akan disampaikan. Dengan hal itu maka diharapkan akan lebih menancap di benak dan pemikiran anak didik itu sendiri.
  • Mengisi Kerangka dan Memberi Ilustrasi

    Kita kembangkan masing masing gagasan yang ada dengan memberikan ilustrasi yang sesuai dengan materi. Hal ini berkaitan erat dengan bahan ilustrais yang ada di poin sebelumnya. Bahan ilustrasi ini akan lebih mengembangkan akan kerangka yang telah ada.
  • Menyusun Evaluasi dan Kunci Jawaban

    Setelah semua materi masuk, maka selanjutnya kita susun komponen evaluasi untuk mengetahui kesahihan bahan ajar dengan kebutuhan materi ajarnya. Evaluasi memang sangat dibutuhkan untuk dilakukan. Karena dengan mengadakan evaluasi ini maka akan mengetahui bagaimana tingkat penerimaan siswa terhadap materi yang telah diberikan.
  • Menyusun Ringkasan dan Glosarry

    Selanjutnya kita membuat ringkasan mengenai materi yang ada di dalam bahan ajar dan membuatkan glossary untuk kebutuhan itu. Ringkasan ini biasanya dibuat di akhir dari penyampaian bahan ajar. Al ini juga memungkinkan untuk diberikan kepada anak didik. Untuk memberikan gambaran singkat dan menyeluruh akan seluruh materi yang telah disampaikan.
  • Menyusun Petunjuk Pemakaian

    Bagian ini merupakan petunjuk praktis bagi pengguna bahan ajar yang kita susun. Dengan petunjuk ini, maka diharapkan para pemakai tidak kesulitan saat menerapkannya dalam kegiatan pembelajarannya.
  • Merakit dan Layout Print Master Bahan Ajar

    Lay out ini terutama terkait dengan penampilan bahan ajar yang kita susun. Agar bahan ajar ini disenangi anak didik, maka kita buat lay out buku yang sebaik-baiknya dan itu artinya memikat anak didik.

 

Begitulah yang sebaiknya kita lakukan dalam proses penulisan bahan ajar. Dengan cara seperti ini, maka bahan ajar yang kita susun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ayo, kita menyusun bahan ajar agar materi pelajaran yang kita berikan kepada anak didik sesuai dengan kebutuhan hidup.

 

 

 

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Siswa Merokok sebagai Dampak Buruk Pergaulan
  • Pengertian Metode Mengajar
  • Peran Guru Menginspirasi Siswa
  • Hari Guru Nasional: 25 November - Tak Hanya Ceremoni
  • Komite Sekolah - Sejarah, Tujuan dan Peranannnya
  • Aspek-Aspek yang Ada Dalam Kisi-Kisi Penulisan Soal
  • Kupas Tuntas Tentang Silabus
  • Macam-macam Model Pembelajaran
  • Rencana Anggaran Belanja Sekolah
  • Apa dan Bagaimana Bahan Ajar yang Efektif?
  • Puisi Guru - Ungkapan Terima Kasih untuk Guru
  • Ketentuan, Manfaat, dan Contoh RPP bagi Guru
  • 7 Strategi Pembelajaran
  • Tujuan Pengumuman Sertifikasi Guru
  • Cermat Memanfaatkan Bantuan Operasional Sekolah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA