logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Tips Penulisan Karya Tulis Ilmiah


,Ilustrasi penulisan karya tulis ilmiah
Penulisan karya tulis ilmiah bagi sebagian kalangan dianggap hal yang sangat menakutkan dan sekaligus menyusahkan. Khususnya bagi mereka yang merasa kemampuan dalam bidang menulis sangat kurang. Hal ini biasanya dialami oleh para mahasiswa yang diwajibkan menuliskan laporan akhir, sebagai salah satu syarat kelulusan dan meraih gelar akademik. Tidak heran kalau banyak yang akhirnya pasrah dan mengambil jalan yang tidak pantas dengan cara menjiplak atau membayar orang lain yang mengerjakannya.

Latihan

Menulis atau membuat karya tulis ilmiah itu membutuhkan latihan dan pelatihan. Kalau hanya dipikirkan susahnya, sebenarnya tidak ada gunanya. Bukan susah tapi mungkin hanya perasaan malas saja. Malas membaca banyak referensi karena terbayang teman-teman yang lain yang sedang bersenang-senang berpesta atau jalan-jalan dan tidak harus memikirkan hal-hal yang menguras isi otak. Terutama kalau uang ada dan cukup berkuasa. Rasa malas ini akan membuat pikiran pendek dan malah lari ke perbuatan yang tidak boleh dilakukan.

Agak risih dan sangat disesalkan kalau ada anak Indonesia yang dengan sengaja menyuruh orang lain membuatkan satu karya tulis ilmiah kepada orang lain. Dengan santainya ia kana mengakui kalau tulisan itu adalah miliknya. Sungguh harga diri bangsa dan harga diri sendiri telah tergadai. Tidak sulit membuat karya tulis ilmiah itu. Hal pertama yang harus dimiliki adalah kesabaran. Kesabaran dalam memahami dan kesabaran dalam mengikuti setiap tahanpannya.

Setelah itu adalah ketekunan. Ketekunan membaca berabgai referensi yang dibutuhkan dan ketekunan dalam mencari nara sumber termasuk mengunjungi orang-orang yang mungkin memiliki infromasi tentang segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembuatan karya tulis tersebut. Hal ini terkadang harus dilakukan demi menunjang data yang dibutuhkan agar ketika menarik kesimpulan, analisis yang diambil cukup akurat dan kesimpulan yang didapatkan akan bermanfaat bagi orang banyak.


Selanjutnya mempelajari tahapan-tahapan dalam pembuatan karya ilmiah itu. Bagaimana cara membuat langkah penelitian ilmiah dan format penulisannya. Ada beberapa format yang berbeda sesuai dengan jenis laporan yang dibutuhkan. Misalnya untuk penulisan sebauh hasil penelitian tindakan, sebuah format penulisan bermula dari judul, nama penulis, alamat email penulis, nama lembaga, abstrak, latar belakang, metodologi, hasil, kesimpulan, daftar pustaka, lampiran. Namun, ada juga yang tidak seperti itu.

Pada dasarnya teknik penulisan ini berdasarkan langkah penulisan yang umum saja. Ada yang lebih menekankan masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, teknik penyelesaian masalah, dan lain-lain. Untuk memudahkan dalam penulisannya, sebaiknya memang bertanya kepada yang lebih tahu. Lalu ikuti jalur itu. Nanti ketika ada teknik penulisan yang berbeda, anggap saja sebagai salah satu warna dalam penulisan karya ilmiah.

Untunya anak-anak sekolah dasar pun kini telah diajari bagaimana membuat sebuah karya ilmiah. Dari dini mereka telah diberi pengarahan bagaimana berpikir secara ilmiag agar pola pikir ini akan selalu terbawa. Ketika mereka besar, mereka tidak akan merasa kesulitan dalam membuat karya ilmiah dan menuliskan laporannya. Inilah salah satu hal yang kini digalakan. Ketika banyak yang menekuni hal yang berbau ilmiah ini, diharapkan bahwa pemecahan masalah di negeri ini bersandarkan hal-hal yang ilmiah juga.

Perbedaan Penelitian dan Menulis Karya Ilmiah

Di sisi lain, dunia akademis masih belum bisa melihat perbedaan antara melakukan penelitian dan  karya tulis ilmiah. Kedua hal tersebut masih dianggap sama, padahal kenyataannya adalah berbeda. Melakukan penelitian adalah serangkaian kegiatan yang didasarkan pada metodologi ilmiah untuk mencari sebuah masalah serta menemukan solusinya.

Sementara membuat karya tulis ilmiah lebih pada proses penyusunan laporan penelitian yang telah dilakukan. Sehingga dalam hal ini lebih ditonjolkan pada proses komunikasi antara si peneliti, penulis laporan serta para calon pembaca laporan tersebut. Bagi para akademisi, kedua hal itu harus mereka kuasai agar apa yang telah diteliti bisa dipelajari oelh orang lain dengan mudah.

Kegagalan Dalam Membuat Karya Tulis Ilmiah
Banyak proyek pembuatan karya tulis ilmiah yang kurang bisa memenuhi tujuan penyampaian hasil penelitian. Banyak hal yang menjadi penyebabnya. Beberapa penyebab kegagalan tersebut di antaranya:

1. Antara penulis dan peneliti tidak memiliki kesamaan visi dalam proses penelitian tersebut.
2. Penulis laporan lebih mengedepankan opini dalam penulisan karya tulis ilmiah, dibanding dengan mendasar pada data yang diperoleh dari penelitian.
3. Bahasa yang digunakan, kurang sesuai dengan sasaran pembaca laporan penulisan karya tulis ilmiah. Sehingga pembaca kurang mampu menangkap pesan secara lengkap dari penelitian tersebut.

Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah
Untuk bisa mencapai tujuan penulisan karya tulis ilmiah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para penulis. Di antaranya adalah :
1. Pahami karakter calon pembaca laporan penulisan karya tulis ilmiah tersebut. Gunakan bahasa yang sesuai dengan latar belakang pembaca.
2. Kedepankan pemaparan tulisan berdasarkan data yang ada, dan bukan dari opini penulis yang bisa menyebabkan penulisan karya tulis ilmiah menjadi subyektif.
3. Hindari menggunakan kalimat langsung atau kata ganti orang. Ingatlah bahwa yang ditulis bukan naskah drama, melainkan laporan ilmiah.
4. Gunakan bahasa yang singkat dan tegas, jangan paksakan bahasa yang panjang dan bertele-tele. Dalam satu kalimat, maksimal 27 kata dan dalam satu paragraf cukup berisi 4-6 kalimat saja. Hal ini untuk menghindari pembaca kelelahan membaca kalimat yang panjang dan berbelit-belit.

Data dalam  Karya Tulis Ilmiah
Dalam  karya tulis ilmiah, semua informasi atau data yang digunakan harus riil, nyata, dan benar-benar terjadi. Penulisan karya tulis ilmiah sedikit pun tidak memberikan kesempatan untuk informasi atau data yang palsu, tidak nyata, atau imajiner. Penggunaan data-data yang tidak benar dalam penulisan karya tulis ilmiah  akan memunculkan hasil penelitian yang palsu. Hasil penelitian yang palsu akan menimbulkan kesimpulan penelitian yang palsu pula.

Akibatnya ketika hasil penelitian yang dibahas dalam karya ilmiah tersebut diterapkan, terjadilah masalah serius yang bisa memberikan dampak luas. Selain itu, penggunaan data dan informasi imajiner dalam pembuatan karya tulis ilmiah sama saja dengan menodai keintelektualan penulisnya sendiri.

Bahasa dalam  Karya Tulis Ilmiah

Bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah tidak selentur bahasa yang digunakan dalam penulisan karya-karya fiksi seperti novel atau cerita pendek. Dalam karya tulis ilmiah tidak boleh ada kata-kata yang tidak baku, bahasa slank, lebih-lebih bahasa alay yang sekarang mewabah di kalangan pelajar dan mahasiswa. Karya tulis yang menggunakan bahasa seperti itu bisa dipastikan akan ditolak mentah-mentah oleh pembimbing.

Pengecualian pada karya tulis yang memang membahas pemakaian bahasa tidak baku, slank, atau alay. Agar tidak terpengaruh dengan bahasa yang tidak baku, ada baiknya untuk belajar memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalaupun harus menggunakan bahasa tidak baku, itu pun hanya digunakan dalam contoh kasus dan bukan dalam penulisan bahasan. Pembahasan harus tetap dilakukan dalam bahasa ilmiah yang baku.

Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah harus:
* Formal, baku, dan obyektif.
* Menyampaikan gagasan atau ide secara lugas, jelas, ringkas, dan tepat.
* Menggunakan kata yang bermakna tunggal. Hindari kata-kata yang bermakna ganda yang dapat menimbulkan perbedaan arti.
* Tidak menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, kamu, dan sebagainya), namun menggunakan kata ganti orang ketiga dalam membahasakan diri sendiri. Kata “penulis” digunakan untuk menggantikan kata “saya”, “aku”, atau “kami”.
* Hindari ungkapan-ungkapan yang berlebihan dan mubazir.
* Hindari kata-kata atau ungkapan yang emosional. Karya tulis ilmiah mengedepankan logika dan penalaran, bukan emosi.
* Disampaikan dalam bentuk prosa eksposisi (pemaparan), bukan dalam bentuk narasi seperti yang digunakan dalam penulisan novel atau cerita pendek.
* Kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang. Kalimat yang terlalu panjang dapat mengaburkan makna.
* Paragraf yang digunakan juga tidak terlalu panjang. Jika paragraf terlalu panjang, penggal menjadi beberapa paragraf pendek dengan tetap memperhatikan kesinambungan dan logika kalimat.
* Konsisten.
* Kata-kata yang digunakan harus mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).
* Istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah adalah istilah Indonesia atau yang telah diindonesiakan dengan berpedoman pada Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jika terpaksa menggunakan istilah dari bahasa asing, maka istilah tersebut harus ditulis dengan huruf miring (italic).
Semoga informasi ini bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Penulisan Abstrak Makalah dalam Bahasa Inggris
  • Format Penulisan Makalah Standar untuk Tugas Kuliah
  • Penulisan Nama Gelar
  • Memilih Judul Karya Tulis Ilmiah
  • Pentingnya Mengetahui Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
  • Komik Indonesia dan Sejarah Panjangnya
  • Langkah-Langkah Metode Ilmiah, Mempermudah Penelitian
  • Singkatan Lucu - Bangsa Indonesia Jago Buat Akronim
  • Makalah Riset Operasi dan Riset Penelitian
  • Menentukan Awal Kerangka Penelitian
  • Masalah Penelitian Tindakan Kelas
  • Riset Adalah: Dari Pengertian Sampai Langkah Penyusunan Laporan
  • Panduan Penulisan Catatan Kaki
  • Pentingnya Konsep Penelitian
  • Peraturan dan Metode Penulisan Ilmiah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA