logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Skripsi atau Tesis

Penulisan Laporan Penelitian


Ilustrasi penulisan laporan penelitian
Menjadi mahasiswa berarti harus siap mendapat tugas penulisan laporan penelitian. Tugas ini ada di semua fakultas dan jurusan. Tugas ini bahkan ada di hampir semua mata kuliah. Sebenarnya membuat laporan penelitian itu mudah. Yang menantang adalah proses penelitian itu sendiri. Banyak hal yang bisa dipelajari dari suatu proses penelitian baik itu untuk bidang sosial maupun ilmu pengetahuan alam. Metode ilmiah dalam penelitian itu membuat orang berpikir secara sistematis dan mempertimbangkan semua kemungkinan.

Penemuan yang Menyenangkan

Penulisan laporan penelitian jelas bukan sebuah kegiatan mengarang bebas atau menulis indah. Menulis laporan penelitian harus didasarkan pada kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penulisan itu sendiri berdasarkan data yang telah ditemukan. Proses penemuan data inilah yang menarik. Ketika setiap kalimat harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh hanya kata-kata kosong, maka ilmu pengetahuan dan bahan bacaan yang menunjang laporan harus dipelajari dengan saksama.

Misalnya, bagaimana seorang peneliti menemukan satu keyakinan bahwa kalau sedang stres, makanan yang paling tepat untuk dikonsumsi adalah buah yang mengandung banyak vitamin C. Ternyata vitamin C ini bisa mengurangi kadar kortisol dalam darah. Kortisol ini merupakan hormon stres yang membuat perasaan dan otak tidak bekerja dengan semestinya. Kesimpulan ini telah melalui penelitian secara berkesinambungan. Kesimpulan suatu penelitian bisa saja salah atau tidak lagi dipakai setelah ada hasil penelitian terbaru yang lebih bisa berterima.

Pada awal kemunculannya Penecillin dianggap sebagai ‘obat dewa’ yang mampu mengatasi semua jenis penyakit. Namun, setelah ditemukan banyak orang yang diberi antibiotik ini mengalami elergi dengan tingkat yang parah, kini penelitian mengarah kepada penemuan antibiotik dengan kadar yang berbeda-beda. Bagaimanapun, antibiotik tetap digunakan dalam pengobatan infeksi. Semua kesimpulan itu dilaporkan dengan pola penulisan laporan yang sistematis sehingga bisa dianalisa ulang dan dipelajari lagi sehingga merangsang penelitian yang lain. Penelitian lanjutan ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik demi kesejahteraan manusia.

Pada saat Profesor Poorwo Soedarmo, orang tokoh gizi Indonesia yang melemparkan ide istilah EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA, semua orang mengikuti slogan itu. Mereka percaya bahwa apa yang dirumuskan itu merupakan asupan makanan yang harus dikonsumsi oleh seseorang agar mendapatkan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Slogan atau istilah itu sendiri bertahan cukup lama hingga ada suatu penelitian terbaru yang membuktikan bahwa sebenarnya, yang paling cocok saat ini bukannya makan dengan cara Empat Sehat Lima Sempurna itu, melainkan makan dengan gizi seimbang.

Makan itu ketika terasa lapar dan berhenti ketika belum terasa sangat kenyang. Walaupun tidak lagi digunakan, Prof. Poorwo Soedarmo tetap saja dihargai sebagai seorang ahli gizi yang berjasa. Tentu saja istilah itu tidak dibuat dengan pemikiran yang dangkal. Istilah itu telah melalui pemikiran yang mendalam setelah melakukan berbagai pengamatan dan penelitian. Ada lagi penelitian yang memberikan satu teori yang kini tetap dipakai, yaitu hasil penelitian Tjokorda raka Sukawati yang menemukan metode Sosrobahu. Sebuah metode yang digunakan dalam pembuatan jalan layang.

Hingga kini metode tersebut masih dipakai. Bagaimana bisa metode yang telah berusia puluhan tahun ini masih bisa dipakai hingga sekarang. Itulah hasil dari penelitian yang tidak mengenal lelah. Hasil yang luar biasa itu tetap saja bermanfaat. Mantan Presiden RI, BJ. Habibie juga mengeluarkan satu teori pembuatan pesawat terbang. Teori ini dinamakan Metode Habibie. Penamaan ini bukan sesuatu yang biasa. Penamaan tersebut sebagai satu penghargaan sekaligus pengakuan dari dunia bahwa metode tersebut memang bisa dimanfaatkan. Ini juga hasil dari penelitian yang tak mengenal lelah.

Dibidang perikanan ada Pak Mujair yang mengembangkan satu jenis ikan laut sehingga bisa menjadi ikan air tawar. Ikan yang dikembangkannya akhirnya diberi nama sesuai dengan namanya. Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa nama ikan Mujair itu ternyata dari nama seseorang yang sangat cerdas. Dari semua kisah itu bisa dikatakan bahwa penelitian itu menyenangkan. Banyak manfaat yang bisa didapatka dari suatu penelitian.

Semua Bidang Kehidupan

Semua bidang mempunyai keunikan tersendiri. Dalam bidang penelitian juga seperti itu. Contohnya, yang paling penting dalam penelitian bidang ilmu sosial adalah kuesioner yang baik yang validitas dan reliabilitasnya tinggi. Kuestioner ini merupakan salah satu cara mendapatkan data penelitian. Selain melalui kuesioner, teknik wawancara juga bisa dilakukan. Lalu ada teknik survey. Semua teknik mendapatkan data itu harus dituliskan dengan tepat dalam laporan penelitian. Teknik pengambilan data ini juga bisa diuji sehingga orang lain bisa menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

Banyaknya hal yang harus dilakukan dalam suatu penelitian, seharusnya bukannya mengendurkan semangat. Malah harus lebih semangat agar apa yang akan dihasilkan dari penelitian itu bermanfaat bagi orang lain. Contohnya, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Khairul Anwar yang menemukan sistem telekomunikasi 4G. Dari semua data yang didapatkan beliau mampu mempatenkan hasil penemuannya. Tentu bukan satu perkara mudah mendapatkanm paten, namun, buakn paten itu yang lebih penting. Melainkan kebermanfaatan hasil penelitiannya.

Kalau berpikir tidak mempunyai waktu atau malas melakukan sesuatu, bayangkan bahwa hidup ini bukan untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain dan lingkungan. Dengan pemikiran seperti ini, maka akan menggerakkan hati dan raga untuk melakukan banyak hal bagi orang lain. Apa yang dilakukan itu tidak akan perbah sia-sia karena setiap kebaikan akan kembali kepada orang yang melakukannya. Contohnya Pak Mukibat yang membuat percobaan mengembangkan singkong unggul. Hingga kini teknik Mukibat ini masih dipakai.

Bahasa Dalam Penulisan Laporan Penelitian

Agar apa yang diteliti bisa dimengerti, laporan penelitian harus dibuat dengan sangat teliti dan detail. Kemampuan menggunakan bahasa tertulis sangat dibutuhkan dalam menulis laporan penelitian. Selain tentu saja kemampuan untuk berpikir secara logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa tulis yang baik ini tidak datang dengan tiba-tiba. Perlu latihan yang kontinyu dan tak kenal putus asa agar dapat menghasilkan tulisan yang komunikatif, mudah dipahami, namun tidak menghilangkan nilai keilmiahannya.  Penggunaan bahasa yang tidak komunikatif atau bahkan terlalu rumit akan membuat pesan yang ingin disampaikan menjadi sulit dicerna.

Penguasaan bahasa ilmiah yang komunikatif ini lebih-lebih lagi sangat diperlukan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial yang lebih banyak menggunakan pemaparan (deskripsi) daripada angka-angka. Huruf yang lebih banyak berbicara, bukan angka.

Struktur Penulisan Laporan Penelitian

Menulis laporan penelitian bukan berarti hanya menuliskan hasil penelitian, namun juga proses penelitian itu sendiri secara menyeluruh. Laporan penelitian harus ditulis secara sistematis dan terstruktur, berkesinambungan dari awal hingga akhir, tidak melompat-lompat dari suatu pembahasan ke pembahasan lain.

Secara berurutan, struktur penulisan laporan penelitian terdiri dari:

* Judul laporan
Tuliskan judul laporan secara ringkas, padat, dan menggambarkan isi. Sedapat mungkin hindari pemakaian judul yang panjang, bertele-tele, dan berpotensi mengaburkan isi. Sayangnya, di berbagai perguruan tinggi masih banyak dosen pembimbing yang lebih menyukai judul yang panjang. Ada baiknya jika dosen pun kembali belajar menulis laporan penelitian yang komunikatif dan tidak sekadar “harus ada dua atau tiga variabel penelitian yang tercantum di dalam judul”.

* Kata pengantar
Cukup ditulis sepanjang satu halaman. Di dalam kata pengantar ini juga terdapat ucapan terima kasih pada pihak-pihak yang terlibat atau membantu jalannya penelitian.

* Daftar isi
Menunjukkan bagian-bagian yang dibahas dalam laporan penelitian. Jika dalam laporan penelitian itu ada tabel, diagram, peta, dan sebagainya, letakkan dalam daftar isi tersendiri.

* Pendahuluan
Berisi perumusan masalah, ruang lingkup, metodologi penelitian, serta kegunaan penelitian.

* Pembahasan
Merupakan bagian pokok dari sebuah laporan penelitian. Dalam bagian ini ada tinjauan teoretis dan analisis masalah.

* Lampiran
Termasuk di sini adalah foto, tabel, peta, diagram, dan lain – lain yang menunjang penelitian tetapi terasa mengganggu jika dimasukkan / disatukan ke dalam pembahasan karena terlalu panjang.

* Daftar pustaka
Dari daftar pustaka ini akan terlihat bagaimana wawasan si peneliti. Apakah sumber pustaka yang digunakannya adalah yang terbaru (up to date) atau hasil penelitian 50 tahun yang lalu? Cantumkan hanya buku-buku dan sumber lain yang benar-benar digunakan dalam melakukan penelitian dan penulisannya. Hindari mencantumkan sumber – sumber pustaka yang tidak dipakai hanya agar daftar pustaka terlihat panjang dan mengesankan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Makalah Copy Paste, Pembohongan Intelektualitas
  • Karya Tulis Ilmiah Kedokteran Mengenai Jantung Dalam Al Quran
  • Mengenal Teknik Pengumpulan Data
  • Membuat Skripsi Bahasa Arab
  • Menilik Unsur Ekstrinsik Karya Sastra
  • Penulisan Proposal Penelitian Skripsi
  • Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi
  • Sistematika Penulisan Tugas Akhir
  • Kiat Cerdas Menentukan Judul Tesis
  • Kelengkapan Kerangka Penulisan Karya Ilmiah
  • Penulisan Tugas Akhir
  • Teknik Penulisan Laporan Penelitian
  • Membuat Skripsi Dakwah yang Menarik
  • Syarat Penulisan Karya Ilmiah
  • Cara Penulisan Makalah yang baik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA