Dasar-dasar Penulisan Surat
Ada banyak jenis surat yang biasanya orang tulis untuk berbagai tujuan. Pada dasarnya tidak ada hal yang spesifik terkait dengan penulisan surat. Penulisan surat tidak jauh berbeda dengan tulisan laporan lainnya. Anda pasti akan dapat menulis surat dengan lebih mudah lagi setelah membaca dasar-dasar penulisan surat.
Jenis-jenis Surat
Seperti sudah yang saya uraikan di atas, ada banyak jenis surat yang bisa ditulis baik itu resmi maupun tidak resmi. Pada dasarnya fungsi dari surat adalah sebagai sarana komunikasi dengan pihak lain. Untuk surat resmi, tentu ada beberapa aturan yang harus Anda ikuti. Beberapa contoh surat resmi seperti surat di perusahaan, surat di instansi pemerintah, surat di dunia pendidikan dan lain-lain
Berbeda halnya dengan surat resmi, surat tidak resmi alias surat personal lebih mudah karena tidak banyaknya aturan-aturan yang berlaku, Anda bisa menulis sebebas-bebasnya dengan bahasa yang tidak terikat aturan. Contoh surat tidak resmi seperti surat kepada teman, surat kepada orang tua, surat kepada pacar, dan lain-lain.
Bagian dari Surat Resmi
Penulisan surat resmi mengacu pada bagian-bagian surat yang harus ada. Pada dasarnya penulisan surat resmi terdiri dari 3 bagian besar, yaitu bagian pembuka isi dan penutup. Setiap bagian terbagi lagi bagian-bagian kecil yang juga penting untuk dituliskan.
Bagian pembuka dari sebuah surat biasanya diawali dengan tempat dan tanggal. Pada bentuk surat lurus, bagian ini dituliskan di sebelah kiri atas. Pada bentuk campuran, tempat dan tanggal surat bisa dituliskan di sebelah kanan atas. Semua tergantung bentuk surat yang akan Anda buat. Namun pada umumnya bentuk lurus lebih sering digunakan.
Bagian berikutnya adalah perihal surat yang ditulis. Anda bisa menuliskannya di bawah tempat dan tanggal dengan memberikan jarak satu spasi. Perihal ini harus ditulis secara singkat dan jelas. Bagian selanjutnya dari surat resmi adalah pencantuman tujuan surat yang Anda buat. Anda harus menuliskan secara lengkap tujuan surat baik itu nama, organisasi/instansi (jika ada) dan alamat dari tujuan surat tersebut.
Setelah itu selesai, maka penulisan surat masuk ke bagian utama yaitu isi. Untuk memulainya, Anda harus menuliskan salam pembuka. Contoh salam pembuka yang biasanya ditulis adalah “Dengan hormat,”
Bagian isi merupakan bagian inti dari setiap surat. Di sinilah Anda menjelaskan maksud dan tujuan Anda menuliskan surat tersebut kepada orang yang Anda tuju. Usahakan untuk menggunakan EYD dalam menulis surat resmi ini. Bagian isi juga bisa Anda buat dalam beberapa paragraf sesuai dengan inti yang ingin disampaikan.
Setelah isi, penulisan surat berikutnya masuk pada bagian salam penutup. Sampaikan terima kasih akan lebih baik di dalam bagian ini. Dengan salam penutup, sebuah surat akan menjadi lebih lengkap dan sempurna. Di bagian akhir, cantumkan tanda tangan dan nama Anda sebagai penulis.
Demikian sedikit dasar di dalam penulisan surat yang bisa Anda terapkan. Berlatih akan membuat surat yang Anda buat akan semakin sempurna.






