Penyakit Asma Bronkial
Oleh:
AnneAhira.com Content Team

Penyakit asma bronkial sering juga dikenal dengan sebutan bengek, asma, sesak, atau mengi. Penyakit ini merupakan penyempitan pada saluran pernapasan akibat peningkatan respon dari bronkus dan trakea terhadap suatu rangsangan.
Penyempitan saluran ini biasanya bersifat nonpermanen atau sementara. Namun, walaupun tergolong penyakit yang bersifat sementara, asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Hal ini dikarenakan faktor penyebab dari penyakit ini yang terus menerus ada di sekitar kita dan datang silih berganti.
Faktor Penyebab Penyakit Asma Bronkial
- Perubahan cuaca merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya asma, terutama lingkungan yang dingin dan lembab. Tak jarang juga perubahan musim turut mempengaruhi penyakit ini.
- Serbuk sari dan debu. Jika Anda memiliki alergi, bisa saja serbuk sari dan debu atau yang sejenisnya menjadi penyebab penyakit asma. Karena benda-benda tersebut merupakan partikel kecil yang dapat mengganggu sistem saluran pernapasan pada manusia.
- Gangguan emosi/stress juga dapat menjadi faktor pencetus penyakit asma bronkial.
- Lingkungan tempat Anda bekerja menjadi faktor pemicu datangnya penyakit ini, misalnya bekerja di pabrik dengan tingkat polusi yang tinggi, atau bekerja pada industri pabrik tekstil. Namun, untuk penyakit asma bronkial yang disebabkan oleh faktor ini dapat berkurang jika Anda berlibur atau mengambil masa cuti.
- Alergi pada makanan dan obat-obatan tertentu.
- Aktivitas/olah raga berat seperti jalan cepat.
Klasifikasi Asma Bronkial
- Penyakit Asma Intermiten, dengan gejala muncul kurang dari satu kali dalam satu minggu, sementara gejala terjadi pada malam hari kurang dari dua kali dalam sebulan.
- Asma ringan, terjadi gejala lebih dari satu hari dalam satu minggu, tapi kurang dari satu hari dalam satu hari, untuk gejala yang muncul pada malam hari lebih dari dua kali dalam satu bulan.
- Asma sedang (moderate), gejala asma muncul hampir tiap hari, mengganggu aktivitas maupun ketika tidur. Gejala muncul pada malam hari lebih dari satu kali dalam satu minggu.
- Asma parah, gejalanya terus muncul, baik siang maupun malam hari. Sangat mengganggu aktivitas maupun tidur si penderita.






