Info dan Tips Atasi Penyakit Asma

Penyakit Asma, atau Asthma. Penyakit pada saluran pernafasan yang menahun. Terjadi karena inflamasi (peradangan) pada dinding-dinding rongga bronchiale di bagian paru-paru. Peradangan ini membuat saluran nafas menyempit dan membuat penderitanya kesulitan untuk bernafas.
Tentang Asma
Selain kesulitan bernafas, penderita Asma akan mengeluarkan bunyi wheezing atau bengek ketika mengeluarkan nafas. Keadaan ini akan dirasakan seperti dada tertekan dan sempit. Sangat sulit dan berat untuk melakukan pengaturan pernafasan (exhalation). Memang wheezing atau mengi salah satu dari ciri penyakit asthma. Tetapi, tidak semua nafas yang wheezing itu menderita asma!
Dada terasa sempit, sesak dalam mengatur nafas, sulit berbicara, dan berbunyi bengek akan dialami si penderita. Selain itu disertai dengan batuk-batuk dan penderita juga akan sulit untuk berbicara.. Batuk yang terus menerus dan berkepanjangan. Terutama ketika cuaca dingin dan saat malam hari atau dini hari.
Jika anak-anak menderita penyakit asthma. Dia akan mengalami rasa gatal-gatal di sekitar rongga leher dan rongga dada. Keadaan ini akan menimbulkan rasa cemas dan khawatir. Kecemasan yang berlebihan sebenarnya akan memperburuk keadaan. Hingga penderita akan mengeluarkan keringat berlebih.
Pengobatan
Penanganan penyakit ini tidak dapat diselesaikan dengan obat secara tuntas hingga asma hilang. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi serangan asma. Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat kekronisan dari gejala-gejala dan tanda-tanda yang muncul dan dirasakan penderita.
Pemberian obat bisa berupa gas salbutamol atau nebulizer, salbutamol atau sirup ventolin, dan suntikan hydrocortisone. Obat-obat ini berguna untuk melegakan saluran pernafasan. Saluran nafas yang terasa sempit akan kembali longgar dan memberi ruang untuk bernafas dengan normal.
Tips Mengatasi Asma
- Pertama. Penderita penyakit asma harus mengenali ciri-ciri khas pemicu serangan asma. Karena tiap penderita akan memiliki pemicu yang berbeda dengan penderita lainnya.
- Kedua. Kenali faktor-faktor umum penyebab serangan asma, baik di dalam rumah atau di lingkungan luar. Senantiasa menjaga kesehatan tubuh, terutama cegahlah secara dini penyakit-penyakit pada saluran pernafasan, misalkan: Batuk dan influenza.
- Ketiga. Harus berkelanjutan melakukan konsultasi dan pengobatan kepada dokter. Mengikuti setiap anjuran, obat, dosis yang disarankan. Tentunya ini membutuhkan kesabaran dari diri penderita.
- Keempat. Selalu membawa obat hirup untuk asma atau ventolin inhaler. Obat ini sangat bermanfaat dan menolong untuk melonggarkan pernafasan. Sebagai pengobatan pertama serangan asma. Caranya: semprotkan sebanyak empat kali secara bertahap. Lalu tunggulah selama 4 menit.
- Kelima. Apabila asma masih tetap terjadi atau hanya sedikit memberikan pengaruh, segera berikan semprotan sebanyak empat kali. Kemudian tunggu reaksinya selama 4 menit. Jika kembali tidak ada perubahan, segera hubungi ke dokter terdekat atau rumah sakit.
- Keenam. Sebaiknya sediakan fasilitas Peak Flow Meter untuk mengetahui tingkat kecepatan maksimal udara. Dengan mengetahui hembusan nafas setiap hari, maka dapat diprediksi terjadinya serangan asma.
- Ketujuh. Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Jika memungkinkan, utamakan olahraga renang. Usahakan memiliki tubuh yang ideal. Hindari kegemukan. Karena berat badan berlebih akan semakin menyulitkan pernafasan.
Penderita penyakit asma harus selalu menjaga kesehatan dan mengetahui faktor pemicu serangan asma. Meskipun tidak tuntas dengan obat, tetapi sikap hidup sehat akan sangat membantu mengatasi serangan asma.






