logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Kebersihan Tubuh

Penyakit Autis: Tak Tersembuhkan, Tapi Bisa Dicegah


Ilustrasi penyakit autis

Menjadi orang tua dan memiliki anak yang lucu adalah impian dari hampir seluruh orang yang memikirkan tentang pentingnya regenerasi. Karena itulah, para ibu hamil umumnya sangat berhati-hati saat masa kehamilan. Seperti yang kita ketahui, saat hamil, janin yang ada dalam kandungan umumnya menjadi sangat rentan terhadap banyak hal. Salah satunya adalah pada obat-obatan.

Pasti banyak dari kita yang mendengar bahwa ibu mengandung ssangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat yang berasal dari bahan kimiawi. Jika dilanggar, resiko aka nada pada janin yang sedang dikandungnya. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, salah satunya adalah ketika lahir, usus sang bayi ada di luar perutnya. Lebih lanjut, begitu rentannya sang janin, kebanyakan ibu yang sedang mengandung hanya mengkonsumsi obat-obatan yang berasal dari alam.

Salah satu contohnya adalah rutin minum wedang jeruk hangat jika sedang terserang batuk. Mengapa? Hal ini disebabkan karena resep tradisional ini jauh lebih aman untuk dikonsumsi dibandingkan dengan obat-obat berbentuk tablet ataupun sirup yang banyak dijual di berbagai toko.

Ujian Penyakit Autis

Lebih jauh lagi, selain masalah fisik yang sering menjadi momok bagi para calon ibu dan calon ayah yang sedang menunggu jabang bayinya, masalah kepribadian dan sifat-sifat bawaan juga menjadi salah satu hal yang sangat dikhawatirkan oleh para calon orang tua.

Beberapa penyakit psikologi yang sering dikhawatirkan adalah down syndrome dan juga penyakit autis. Berbagai saran pun biasanya ditempuh oleh para orang tua agar anaknya cerdas dan tak kurang suatu apapun, dari segi fisik maupun segi psikologi. Lebih lanjut, saran yang biasanya kerap kali dilakukan adalah memperdengarkan musik klasik pada janin.

Bukan hanya itu saja, bagi yang beragama muslim, para calon orang tua bisa membacakan surat Luqman bagi sang janin. Khasiat surat Luqman ini adalah untuk memperoleh anak yang cerdik akal dan jiwanya. Selain surat Luqman, surat Yasin pun bisa dipilih untuk dibacakan untuk sang calon buah hati.

Apa khasiat surat Yasin ini? Ternyata jika rutin dibacakan untuk sang janin, kita akan bisa mendapatkan anak yang memiliki ketenangan batin dan sang anak juga akan dijauhkan dari godaan syaitan dan iblis.

Akan tetapi, nasib malang kadang kala tak dapat ditolak. Sebisa apapun berusaha untuk mendapatkan anak yang sempurna dari segi fisik maupun psikologi, pada akhirnya Tuhan pula yang menentukan akan seperti apa anak yang diberikan kepada kita.

Lebih lanjut, saat ini semakin sering ditemui kasus penyakit autis baik di dunia maupun di Indonesia, telah membuat banyak orang semakin khawatir. Hingga sekarang masih belum diketahui penyebab pasti penyakit autis. Dari penelitian yang ada, penyebab penyakit autis masih dalam ranah kemungkinan dan perkiraan.

Dianugrahi anak autis berarti perjuangan tiada henti untuk membuat anak autis mandiri. Penyakit autis memang tak tersembuhkan walaupun gejala dan tanda-tandanya dapat dikurangi. Bahkan, tidak sedikit anak autis yang menorehkan prestasi yang sangat membanggakan dan mengharukan.

Kemandirian bagi anak autis sangatlah penting karena kemungkinan ada orang yang bisa membantunya 24 jam akan sangat sulit. Apalagi mencari orang yang mau mengawasi dan mengasuhnya seumur hidupnya, seperti kemungkinan memetik bulan. Selain seorang ibu atau nenek, kemungkinan orang lain yang mau mengasuh anak autis akan sangat sukar didapat.

Tidak jarang banyak para wanita yang memilki anak autis dicap sebagai wanita pembawa sial. Lalu, perceraian pun terjadi dan sang ibulah yang harus berusaha mati-matian mengasuh dan membesarkan anak autisnya. Hal ini benar-benar ujian yang harus dilalui dengan sabar dan tawakal selain terus berusaha.

Penyakit Autis Menyerang Otak

Memandang anak autis seperti memandang ciptaan Tuhan yang indah. Banyak anak autis yang memiliki penampilan fisik yang sempurna. Kulit mulus, wajah imut. Bagian otak yang terkena autis ternyata mempunyai bentuk lebih kecil dibandingkan otak bagian lain (Minshew) disinyalir sebagai pemicu tak mampunya anak autis mengendalikan perilakunya.

Anak autis seperti mempunyai dunia sendiri dan tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Ada juga yang selalu ingin menyakiti diri sendiri hingga harus dipasung dan dimasukkan ke dalam ruangan tersendiri.

Hal-hal Penting tentang Penyakit Autis

Walaupun penyakit autis tak tersembuhkan, anak autis masih bisa dididik. Misalnya dengan cara memberikan pelatihan fisioterapi, komunikasi asertif, dan melalui gambar-gambar dan warna yang bisa digunakan oleh anak autis untuk berhubungan dengan orang-orang ada di sekitarnya.

Teknik yang dipakai, contohnya:

  • Punishment dan reward. Pemberian hadiah dan hukuman adalah satu teknik yang mungkin dapat dilakukan agar ada respon yang positif dari anak autis.
  • Pemberian obat, seperti obat antipsikotik, beta-blocker, anticonvulsant, dan obat-obatan lain yang bisa mengurangi tabiat histeris dan keinginan mengamuk.
  • Mengajari anak autis bagaimana mengetik apa yang ingin diutarakannya.

Logam berat yang merupakan produk polusi udara diperkirakan salah satu penyebab autisme. Oleh karena itu, ibu hamil hendaknya tidak terlalu banyak terpapar udara yang telah terpolusi. Rokok pun disinyalir menjadi pemicu autisme juga. Selain itu, pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang ada diwajibkan Amerika ternyata dicurigai sebagai penyebab meningkatnya angka autisme di negara adidaya tersebut.

Pendarahan semasa kehamilan yang disebabkan kurang baiknya placenta juga bisa menyebabkan terganggunya perkembangan otak janin yang bisa berakhir pada penyakit autis. Jadi, bila ada pendarahan sedikit pun, langsung hubungi dokter yang berkompeten.

Ada beberapa penulis buku yang membagikan pengalamannya dalam membesarkan anak-anak autis. Buku-buku tersebut, misalnya, karangan Torey Hayden 'Sheila: Luka Hati Anak Kecil' dan buku karangan Dyah Puspita 'Untaian Duka, Taburan Mutiara'.

Lebih lanjut, menurut artikel yang ditulis oleh detik.com, biasanya ada beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh para orang tua yang mempunyai anak dengan penyakit autis. Beberapa kesalahan tersebut antara lain adalah terlalu menuruti kemauan sang anak. Padahal meskipun kita menuruti kemauan sang anak atas nama sayang, kita juga tidak boleh lupa untuk membiasakan mereka menghadapi realita kehidupan. Bahwa tidak semua yang mereka inginkan bisa menjadi kenyataan.

Bukan hanya itu saja, orang tua para penyandang penyakit autis juga kebanyakan membuat kesalahan dengan mengingkari janji yang mereka buat sendiri tanpa alasan. Hal ini tentu saja tidak baik karena secara tidak langsung kita mengajari mereka untuk tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut, anak bisa saja menjadi tidak percaya lagi kepada orangtuanya.

Selain itu, para orang tua umumnya menghindari membawa anak-anak mereka ke tempat yang ramai, padahal, meskipun anak kita mempunyai penyakit autis, mereka juga butuh diajarkan cara bersosialisasi. Hanya saja, jika Anda akan membawa anak ke tempat seperti pusat perbelanjaan, pilihlah hari atau jam dimana pengunjungnya tidak terlalu padat. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak tertular virus penyakit seperti batuk atau pilek.

Tidak hanya itu, seperti yang kita ketahui, anak autis memiliki kecenderungan merubah mood dengan sangat cepat. Jadi, ketika mood anak tiba-tiba menjadi buruk, sebaiknya jangan banyak bertanya kepadanya. Tunggulah hingga moodnya lebih baik, baru bertanya tentang penyebab moodnya yang tiba-tiba memburuk tadi. Hal ini dikarenakan, terlalu banyak pertanyaan akan membuat anak merasa tidak nyaman ataupun tertekan.

Lebih jauh lagi, anak autis pada umumnya memiliki hormon yang lebih cepat tumbuh daripada anak seusianya. Bahkan, mereka mempunyai kebutuhan seks yang jauh lebih tinggi daripada orang tanpa penyakit autis. Karena itu, penting bagi para orang tua untuk memberikan pengetahuan tentang seks secepatnya setelah mereka menganggap anak mereka mampu menerima penjelasan.

Saran lainnya adalah biasakan anak untuk mandiri. Berikanlah kamar pribadi baginya. Tidur bersama orang tua secara terus menerus bukanlah kebiasaan yang bagus bagi mereka. Bukan hanya itu, sebaiknya berikanlah mereka kesempatan untuk mengerjakan kebutuhan sehari harinya, seperti mandi, makan, dan memakai baju, tanpa banyak bantuan dari anda.

Lebih lanjut, kita pasti sering mendengar rumor bahwa anak autis mempunyai rata-rata intelegence quotient (IQ) yang lebih tinggi daripada anak-anak lainnya. Karena itu, berilah mereka kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan bakatnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Alami Menghilangkan Bau Badan
  • Hati-Hati Anemia pada Ibu Hamil
  • Kenali dan Waspadai Gejala Infeksi Saluran Kemih
  • Mengenal Alergi Kulit Lebih Dekat
  • Manfaat Menjaga Kebersihan Tubuh
  • Penanggulangan Penyakit Kaki Gajah
  • Serba Serbi Alergi Susu Sapi pada Bayi
  • Hindari Informasi Kesehatan yang Keliru
  • Mengenal Penyakit Herpes Simplex
  • Macam-macam Penyakit pada Pencernaan
  • Sakit Gigi, Bukan Karena Ulat!
  • Mengenal Hepres dan Mengetahui Cara Mengobati Herpes
  • Mengenal Ciri, Peranan, dan Macam Macam Virus
  • Penyakit Amandel pada Anak
  • Apa Gatal gatal di Selangkangan Itu Normal?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA