logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Bisul

Penyakit Bisul Bukan Karena Telur


Ilustrasi penyakit bisul

Hampir setiap orang pernah terkena penyakit bisul, terutama ketika anak-anak. Dan, ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa penyakit bisul disebabkan karena kita terlalu banyak makan telur. Benarkah demikian? Ternyata anggapan ini keliru.

Penyakit kulit, seperti bintik-bintik di kaki atau kudis di kaki memang terlihat sepele. Namun, jika semakin banyak “menghiasi” permukaan kulit, tentunya akan sangat mengganggu dan menimbulkan rasa jijik bagi orang lain yang berdekatan dengan Anda.

Penyakit kulit yang bisa menyerang manusia perlu diketahu jenis dan gejalanya agar dapat kita tangani dengan segera dan tidak meluas ke area permukaan kulit yang lain.

Ada berbagai penyakit kulit dengan penyebab yang berbeda-beda. Ada penyakit kulit yang disebabkan oleh binatang kecil, ada pula yang disebabkan oleh virus, parasit, atau salah mengonsumsi makanan, salah satunya adalah penyakit bisul ini.

Apa sesungguhnya penyakit bisul? Bisul adalah radang atau infeksi lokal pada kulit dalam yang disebabkan oleh kuman atau bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut masuk ke dalam kulit melalui kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan kantung rambut. Pemicu awal terjadinya bisul bisa karena rambut yang tumbuh ke dalam, luka, atau masuknya benda asing ke dalam kulit.

Gejala Penyakit Bisul

Bisul merupakan suatu reaksi ketahanan dari jaringan untuk mencegah penyebaran barang asing di dalam tubuh. Barang asing atau organisme tersebut dapat membunuh sel sekitarnya, sehingga dapat mengakibatkan keluarnya toksin.

Toksin yang keluar tersebut dapat menyebabkan radang karena sel darah putih mengalir ke daerah tersebut, sehingga meningkatkan aliran darah di tempat tersebut.

Dinding bisul terbentuk dari sel sehat yang berfungsi untuk mencegah barang asing masuk ke dalam tubuh dan terkena sel lainnya. Akan tetapi, enkapsulasi ini mempunyai fungsi mencegah sel imun untuk menyerang bakteri atau barang asing yang terdapat di dalam bisul.

Bisul berbeda dengan empyema karena empyema mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang telah ada sebelumnya secara normal. Bisul mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang baru terbentuk melalui proses terjadinya bisul tersebut.

Munculnya penyakit bisul ditandai dengan gejala berupa benjolan merah dan lunak pada kulit yang disertai gatal-gatal dan nyeri. Pada kasus tertentu, kadang penderita juga mengalami demam.

Lama-kelamaan benjolan tersebut akan menjadi lebih keras. Kemudian pada benjolan itu terbentuk puncak berwarna putih yang berisi nanah. Cairan nanah ini merupakan sel darah putih yang terbentuk dari mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan bakteri yang menginfeksi daerah kulit tempat terjadinya penyakit bisul.

Penyakit bisul sering tumbuh di daerah tubuh yang lembap atau mudah berkeringat, seperti ketiak, leher, lipatan-lipatan paha, lipatan-lipatan lengan, punggung, termasuk wajah. Mengapa? Karena sering berkeringat, daerah-daerah tersebut mudah gatal dan kerap kita garuk sehingga menimbulkan luka. Luka inilah yang memudahkan terjadinya infeksi. Daerah-daerah tersebut juga sering mengalami gesekan yang bisa memunculkan luka.

Macam Penyakit Bisul

Bisul atau furunkel merupakan infesi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya, yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau bakteri lainnya atau jamur.

Bisul atau furunkel ini berawal membentuk benjolan keras berwarna merah yang di dalamnya terkandung nanah. Kemudian benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning yang membentuk pustula. Benjolan tersebut dapat pecah secara spontan atau dipecahkan sendiri dan mengeluarkan nanah, bahkan terkadang mengandung sedikit darah.

Bisul ini dapat mengakibatkan rasa nyeri yang sifatnya ringan dan kulit disekitar bisul tersebut akan tampak kemerahan karena terjadi peradangan. Selain itu, bisul dapat mengakibatkan demam, lelah, dan tidak enak badan. Furunkel sering terasa nyeri dan kambuh, maka akan terjadi furunkulosis.

Selain itu, ada yang disebut karbunkel. Karbunkel merupakan sekumpulan bisul yang dapat menyebabkan terkelupasnya kulit yang luas dan dapat membentuk jaringan parut. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri stafilokokus.

Cara pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan dengan bisul tunggal. Hal tersebut dapat mengakibatkan demam dan lelah karena terjadi infeksi yang lebih serius.

Karbunkel sering terjadi pada seorang pria dan paling banyak ditemukan di daerah leher di bagian belakang. Selain itu penyakit ini juga sering terjadi pada penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan, dan dematitis.

Beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar dengan memiliki beberapa titik pengaliran nanah. Letak bisul ini dapat muncul lebih dalam di bawah kulit, dibandingkan dengan bisul biasa.

Infeksi karbunkel ini dapat menular dan disebarkan ke bagian tubuh lainnya, juga dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi, tidak jarang ada beberapa orang yang dalam satu rumah menderita penyakit karbunkel ini dalam waktu yang bersamaan. Penyebab dari penyakit bisul karbunkel ini adalah sebagai berikut.

  • Tingkat kebersihan lingkungannya yang buruk.
  • Memiliki keadaan fisik yang menurun.
  • Terjadi gesekan dengan pakaian.
  • Pencukuran yang menyebabkan iritasi.

Kulit yang terkena penyakit karbunkel ini ditemukan beberapa bisul yang bersatu dengan disertai nyeri ringan atau sedang. Keadaan kulit disekitar bisul terlihat memerah dan membengkak. Apabila karbunkel ini pecah, maka akan keluar cairan nanah, yang kemudian mengering dan membentuk keropeng.

Cara penyembuhan penyakit karbunkel ini adalah mengompresnya dengan air hangat karena dapat membantu mempercepat penyembuhan. Jangan pernah mencoba untuk memencet atau memecahkan karbunkel di rumah karena dapat memperburuk keadaan dan menularkan infeksi.

Apabila sudah pecah dan nanahnya sudah mengering, maka bekas luka tersebut harus sering di bersihkan. Ketika sudah selesai membersihkan luka karbunkel, maka cucilah tangan tersebut dengan bersih, agar tidak menyebarkan infeksi.

Mencegah Penyakit Bisul

Penyakit apa pun yang terjadi pada manusia dapat dicegah apabila manusia itu sendiri berniat untuk hidup bersih dan sehat. Termasuk penyakit bisul ini, dapat dicegah dengan berbagai cara. Penyakit bisul dapat dicegah dengan cara sebagai berikut.

  • Selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Mereka yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan dengan baik, akan mudah terpapar kuman, termasuk kuman penyebab bisul.
  • Makan makanan bergizi. Makanan bergizi penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Ketika daya tahan tubuh bagus, tubuh mampu melawan bakteri penyebab bisul. Di sinilah terlihat telur bukan penyebab penyakit ini, justru sebaliknya, telur merupakan makanan bergizi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menghindari penyebab penularannya. Perlu diketahui, penyakit ini juga bisa menular. Penularan dapat terjadi karena berpindahnya kuman penyebab bisul. Berpindahnya kuman ini, misalnya, melalui kontak langsung bisul dengan kulit, apalagi pada kulit yang luka atau tergores, pemakaian handuk, baju, seprei, perosotan di arena permainan, dan sejenisnya secara bersama.

Menghindari penyebab penularan ini dapat menjauhkan kita dari penyakit bisul. Namun demikian, jika kita sudah telanjur terkena penyakit ini, maka yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Kompres bisul dengan air hangat untuk meningkatkan sirkulasi darah ke daerah bisul guna mengurangi rasa nyeri.
  • Segera ke dokter untuk mendapat pengobatan yang benar.

Biasanya dokter mengobati dengan memberi krim atau salep antibiotik. Jika diperlukan, terkadang dokter melakukan bedah minor pada bisul. Jangan menunggu bisul sampai “matang” dan pecah sendiri karena akan menimbulkan kerusakan kulit dan meninggalkan bekas.

Jangan pula memaksakan memencet bisul karena kerusakan kulit yang ditimbulkan akan lebih parah dan bekas yang ditinggalkannya semakin tak elok dipandang karena kulit menjadi berongga.

Nah, itulah penyakit kulit bisul yang bisa menjangkiti kulit manusia. Hal yang paling utama untuk mencegahnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.

Menjaga kebersihan diri sendiri dapat dilakukan dengan membersihkan tubuh dengan sabun dan dengan menggunakan air bersih. Pola makan yang teratur juga dapat mencegah terjadinya penyakit kulit bisul tersebut.

Selain itu, kebersihan lingkungan juga memengaruhi penyebaran penyakit kulit ini. Apabila lingkungan bersih, maka kuman dan virus tidak akan berkembang, sehingga dapat terhindar dari penyakit kulit.

Apabila lingkungan kotor, maka kuman dan virus akan berkembang biak dan mengakibatkan manusia mudah terjangkit penyakit kulit. Kuman-kuman akan mudah berkembang biak di tempat-tempat yang kotor dan bau.

Untuk itu, kebersihan diri dan lingkungan sangat penting. Hal tersebut harus menjadi kebiasaan, sehingga kebersihan dapat tercipta setiap hari. Dalam lingkungan keluarga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan di rumah harus dikerjakan bersama-sama. Dengan begitu kebersihan diri dan lingkungan di rumah menjadi bersih dan sehat.

Memencet Bisul

Sering karena merasa gemas dan kesal pada keberadaan bisul yang mengganggu kenyamanan atau penampilan diri, kita mengambil jalan pintas dengan mengorek-ngorek bisul atau memencet bisul hingga pecah.

Tindakan memencet bisul ini sangat tidak dianjurkan. Memencet bisul akan membuat kuman-kuman hidup dalam inti bisul menyebar ke jaringan kulit sehat di sekitarnya atau bahkan memasuki aliran darah.

Jika sudah masuk ke aliran darah maka kuman-kuman itu akan meracuni darah. Memencet bisul juga bisa menimbulkan infeksi sekunder, terutama jika tangan yang digunakan memencet bisul tersebut tidak steril.

Bukannya membaik, keindahan kulit pun menjadi semakin terganggu karena penyakit bisul ini.

Demikian informasi mengenai penyakit bisul yang dapat menyerang kulit manusia kapan saja. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda untuk hidup sehat dan bersih. Mulailah hidup sehat dan bersih dimulai dari diri sendiri.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Hindari Penyebab Bisulan
  • Waspadai Penyebab Penyakit Bisul
  • Mengenal Penyebab Bisul
  • Sakit Bisul dan Pengobatannya
  • Mengenal Penyakit Bisulan dan Cara Mengatasinya
  • Tips Mengobati Bisul
  • Pengertian Bisul, Pengobatan, dan Pencegahannya
  • Penyebab Bisul Pada Bayi dan Cara Penyembuhannya
  • Cara Menghilangkan Bekas Bisul
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA