logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Bisul

Mengenal Penyakit Bisulan dan Cara Mengatasinya


Ilustrasi penyakit bisulan

Bisul atau bisulan merupakan penyakit yang diakibatkan oleh adanya suatu infeksi. Infeksi ini terjadi karena adanya serangan kuman atau bakteri, sehingga menimbulkan reaksi tubuh untuk melakukan perlawanan. Akibatnya, timbul tonjolan kulit dalam ukuran kecil, yang biasanya disertai adanya nanah. Namun, penyakit bisulan bukan suatu kondisi yang serius dan bisa disembuhkan dengan mudah.

Bisul umumnya disebabkan oleh bakteri yang bernama stafilokokus, meski juga bisa disebabkan oleh jamur maupun jenis kuman lainnya. Infeksi ini terjadi pada akar (folikel) rambut kulit yang umumnya terjadi akibat kebersihan kulit yang kurang terjaga. Karena itu, tak jarang orang dibuat bingung antara bisul dengan jerawat.

Bagian tubuh yang biasanya diserang bakteri ini dan menyebabkan bisulan biasanya di sekitar wilayah lipatan tubuh, seperti di ketiak, lipatan tangan, dan kaki. Meski demikian, penyakit ini juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya, seperti di kepala, wajah, leher, paha, maupun pantat. Namun, ditemukan pula kasus karbunkel atau bisul dengan banyak mata yang terjadi akibat penyakit diabetes atau kencing manis.

Gejala Penyakit Bisulan

Bisul merupakan suatu reaksi ketahanan dari jaringan untuk mencegah penyebaran barang asing di dalam tubuh. Barang asing atau organisme tersebut dapat membunuh sel sekitarnya, sehingga dapat mengakibatkan keluarnya toksin.

Toksin yang keluar tersebut dapat menyebabkan radang karena sel darah putih mengalir ke daerah tersebut, sehingga meningkatkan aliran darah di tempat tersebut.

Dinding bisul terbentuk dari sel sehat yang berfungsi untuk mencegah barang asing masuk ke dalam tubuh dan terkena sel lainnya. Akan tetapi, enkapsulasi ini mempunyai fungsi mencegah sel imun untuk menyerang bakteri atau barang asing yang terdapat di dalam bisul.

Bisul berbeda dengan empyema karena empyema mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang telah ada sebelumnya secara normal. Bisul mengacu pada akumulasi nanah di dalam kavitas yang baru terbentuk melalui proses terjadinya bisul tersebut.

Munculnya penyakit bisul ditandai dengan gejala berupa benjolan merah dan lunak pada kulit yang disertai gatal-gatal dan nyeri. Pada kasus tertentu, kadang penderita juga mengalami demam.

Lama-kelamaan benjolan tersebut akan menjadi lebih keras. Kemudian pada benjolan itu terbentuk puncak berwarna putih yang berisi nanah. Cairan nanah ini merupakan sel darah putih yang terbentuk dari mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan bakteri yang menginfeksi daerah kulit tempat terjadinya penyakit bisul.

Dinding atau tonjolan kulit yang terbentuk dan menjadi bisul ini biasanya terasa nyeri. Hal ini karena di dalamnya terdapat jaringan tubuh yang masih berfungsi yang sedang berperang melawan bakteri penyebab infeksi. Apalagi kalau penyakit bisulan ini menyerang bagian pantat, penderita akan mengalami kesulitan untuk duduk ataupun saat tidur. Tak jarang penderita mengalami nyeri hebat disertai rasa berdenyut di sekitar bagian tubuh yang terkena bisul. 

Dari penampakannya, bisul berwarna kemerahan dengan bagian ujung berwarna putih. Dalam perkembangannya, warna merah akan menjadi kekuningan karena telah dipenuhi dengan nanah. Namun, tak jarang, kalau kondisi dan daya tubuh cukup baik, bisul akan mengempes dan sembuh dengan sendirinya.

Bisul atau furunkel merupakan infesi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya, yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau bakteri lainnya atau jamur.

Bisul atau furunkel ini berawal membentuk benjolan keras berwarna merah yang di dalamnya terkandung nanah. Kemudian benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning yang membentuk pustula. Benjolan tersebut dapat pecah secara spontan atau dipecahkan sendiri dan mengeluarkan nanah, bahkan terkadang mengandung sedikit darah.

Bisul ini dapat mengakibatkan rasa nyeri yang sifatnya ringan dan kulit disekitar bisul tersebut akan tampak kemerahan karena terjadi peradangan. Selain itu, bisul dapat mengakibatkan demam, lelah, dan tidak enak badan. Furunkel sering terasa nyeri dan kambuh, maka akan terjadi furunkulosis.

Selain itu, ada yang disebut karbunkel. Karbunkel merupakan sekumpulan bisul yang dapat menyebabkan terkelupasnya kulit yang luas dan dapat membentuk jaringan parut. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri stafilokokus.

Cara pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan dengan bisul tunggal. Hal tersebut dapat mengakibatkan demam dan lelah karena terjadi infeksi yang lebih serius.

Karbunkel sering terjadi pada seorang pria dan paling banyak ditemukan di daerah leher di bagian belakang. Selain itu penyakit ini juga sering terjadi pada penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan, dan dematitis.

Beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar dengan memiliki beberapa titik pengaliran nanah. Letak bisul ini dapat muncul lebih dalam di bawah kulit, dibandingkan dengan bisul biasa.

Infeksi karbunkel ini dapat menular dan disebarkan ke bagian tubuh lainnya, juga dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi, tidak jarang ada beberapa orang yang dalam satu rumah menderita penyakit karbunkel ini dalam waktu yang bersamaan. Penyebab dari penyakit bisul karbunkel ini adalah sebagai berikut.

  • Tingkat kebersihan lingkungannya yang buruk.
  • Memiliki keadaan fisik yang menurun.
  • Terjadi gesekan dengan pakaian.
  • Pencukuran yang menyebabkan iritasi.

Kulit yang terkena penyakit karbunkel ini ditemukan beberapa bisul yang bersatu dengan disertai nyeri ringan atau sedang. Keadaan kulit disekitar bisul terlihat memerah dan membengkak. Apabila karbunkel ini pecah, maka akan keluar cairan nanah, yang kemudian mengering dan membentuk keropeng.

Cara penyembuhan penyakit karbunkel ini adalah mengompresnya dengan air hangat karena dapat membantu mempercepat penyembuhan. Jangan pernah mencoba untuk memencet atau memecahkan karbunkel di rumah karena dapat memperburuk keadaan dan menularkan infeksi.

Apabila sudah pecah dan nanahnya sudah mengering, maka bekas luka tersebut harus sering di bersihkan. Ketika sudah selesai membersihkan luka karbunkel, maka cucilah tangan tersebut dengan bersih, agar tidak menyebarkan infeksi.

Cara Mengatasi

Rasa nyeri maupun berdenyut pada sekitar tubuh yang terkena bisul tak jarang membuat jengkel. Bahkan bisul tak kalah menjengkelkannya dibandingkan sakit gigi. Karena itu, kita bisa mempercepat proses pecahnya bisul tanpa menimbulkan efek penyebaran. Berikut ini adalah langkahnya.

  • Untuk mencegah agar penyakit bisulan tidak melebar atau merambat ke bagian tubuh lainnya, sebaiknya jangan memencet atau memecahkan bisul dengan tangan kotor. Apalagi saat bisul sedang memerah karena bakteri yang terdapat dalam nanah dapat menular dan menyebar ke bagian kulit yang tersentuh.
  • Untuk mempercepat proses pemasakan bisul, kompres dengan menggunakan kain yang dicelup dalam air hangat dengan cara menempelkannya ke bisul selama sekitar 15 hingga 20 menit. Lakukan setidaknya tiga kali sehari, pagi, sore dan malam selama beberapa hari hingga bisul terlihat ‘matang’.
  • Setelah itu, biarkan bisul pecah dengan sendirinya. Setelah pecah, jaga kebersihan sekitar bisul dengan menutupnya atau membalutnya dengan kapas yang bersih. Ganti balutannya dua atau tiga kali dalam sehari, agar selalu bersih dan kering. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengurus bisul agar tidak menular.

Biasanya dokter mengobati dengan memberi krim atau salep antibiotik. Jika diperlukan, terkadang dokter melakukan bedah minor pada bisul. Jangan menunggu bisul sampai “matang” dan pecah sendiri karena akan menimbulkan kerusakan kulit dan meninggalkan bekas.

Nah, itulah penyakit kulit bisul yang bisa menjangkiti kulit manusia. Hal yang paling utama untuk mencegahnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.

Menjaga kebersihan diri sendiri dapat dilakukan dengan membersihkan tubuh dengan sabun dan dengan menggunakan air bersih. Pola makan yang teratur juga dapat mencegah terjadinya penyakit kulit bisul tersebut.

Selain itu, kebersihan lingkungan juga memengaruhi penyebaran penyakit kulit ini. Apabila lingkungan bersih, maka kuman dan virus tidak akan berkembang, sehingga dapat terhindar dari penyakit kulit.

Apabila lingkungan kotor, maka kuman dan virus akan berkembang biak dan mengakibatkan manusia mudah terjangkit penyakit kulit. Kuman-kuman akan mudah berkembang biak di tempat-tempat yang kotor dan bau.

Untuk itu, kebersihan diri dan lingkungan sangat penting. Hal tersebut harus menjadi kebiasaan, sehingga kebersihan dapat tercipta setiap hari. Dalam lingkungan keluarga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan di rumah harus dikerjakan bersama-sama. Dengan begitu kebersihan diri dan lingkungan di rumah menjadi bersih dan sehat.

Demikian sedikit uraian mengenai penyakit bisulan yang dapat menimpa siapa saja. Untuk itu, jagalah selalu kebersihan diri dan lingkungan. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sakit Bisul dan Pengobatannya
  • Hindari Penyebab Bisulan
  • Cara Menghilangkan Bekas Bisul
  • Tips Mengobati Bisul - ANNEAHIRA.COM
  • Pengertian Bisul, Pengobatan, dan Pencegahannya
  • Penyebab Bisul Pada Bayi dan Cara Penyembuhannya
  • Mengenal Penyebab Bisul
  • Waspadai Penyebab Penyakit Bisul
  • Penyakit Bisul Bukan Karena Telur - ANNEAHIRA.COM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA