Melawan Penyakit Cacar Air
Pada era sekarang, aneka rupa penyakit mulai tersebar dan siap menyerang siapapun, terutama bagi Anda yang lengah. Oleh karena itu, perlu adanya antisipasi untuk upaya mengurangi potensi suatu penyakit masuk ke dalam tubuh Anda. Penyakit cacar air, salah satu penyakit yang juga perlu untuk dikenali dan dilawan sedini. Penyakit cacar air (chicken pox) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicela zoster. Penyakit ini utamanya menyerang anak-anak, tetapi bisa juga menyerang orang dewasa.
Pertanda Penyakit Cacar Air
Gejala yang akan timbul ketika virus ini menyerang orang dewasa lebih berat daripada ketika terserang pada usia masih anak-anak. Gejalanya diawali demam yang tidak terlalu tinggi, lemah, nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya kelainan kulit berupa bintik-bintik kecil dengan kemerahan di sekelilingnya yang dalam waktu beberapa jam kemudian akan berisi cairan.
Sekitar 1-2 hari kemudian, bintik itu akan berubah menjadi bintik yang berisi nanah dan kemudian akan mengering dengan sendirinya. Sementara proses ini berlangsung, timbul lagi bintik-bintik yang baru. Pada awalnya akan muncul di daerah badan dan menyebar ke wajah, tangan serta kaki, terkadang juga menyerang daerah mata, mulut, dan saluran pernapasan bagian atas. Penyebaran ini biasanya disertai dengan rasa gatal.
Pengobatan dan pencegahan Penyakit Cacat Air
Pengobatan penyakit cacar air hanya bersifat simtomatik atau sekadar mengurangi gejala dengan antipiretik (penurun panas), analgesik (pereda nyeri) dan antipruritus (pengurang rasa gatal). Untuk mencegah agar bintik tidak pecah, karena akan menyebabkan rasa gatal dan infeksi yang lebih lanjut, dapat melumuri kulit dengan bedak anti gatal seperti menthol atau kamfora. Obat antivirus seperti asiklovir dapat diberikan dalam 3 hari pertama sejak bintik muncul. Lebih dari itu, akan menjadi kurang efektif lagi.
Untuk pencegahan, dapat diberikan vaksin varisela pada usia 12 bulan atau lebih, dan dapat diulang setiap 5 tahun. Akan tetapi, seorang penderita penyakit cacar air yang telah sembuh, di dalam tubuhnya secara otomatis akan membentuk antibodi yang dapat melawan cacar air. Sehingga kemungkinan untuk terjangkiti kembali sangat kecil. Jadi, tidak perlu lagi menggunakan vaksin yang diulang setiap 5 tahun yang akan memakan biaya yang cukup besar.
Setelah sembuh, virus varisela zoster tetap akan berada di dalam tubuh. Virus ini akan berdiam di ganglion saraf tepi dan ganglion saraf kranialis. Pada kondisi dengan daya tahan tubuh menurun, virus ini akan aktif lagi dan menyebabkan penyakit yang sering kita kenal sebagai herpes zoster.






