logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Diare

Mengenal Penyakit Diare dan Pencegahannya


Ilustrasi penyakit diare dan pencegahannya
Artikel ini akan mengupas mengenai penyakit diare dan pencegahannya. Penyakit diare ternyata tak sesederhana yang selama ini diperkirakan. Diare ini banyak menyerang bayi dan atau balita. Serangan diare sangat berbahaya jika tidak dilakukan penanganan secara serius dan berlanjut karena diare bisa mengakibatkan dehidrasi bagi si kecil. Dehidrasi yang bukan mustahil bisa berujung pada kematian.

Pembunuh Sadis

Penyakit diare dan pencegahannya harus terus dikampanyekan. Semua orang harus tahu betapa bahayanya penyakit satu ini terutama bagi bayi dan balita. Bisa dilihat dari data terakhir yang dirilis Kementerian Kesehatan Indonesia yang menyebutkan bahwa diare menjadi pembunuh para bayi dan balita nomor dua setelah pneumonia atau penyakit paru-paru. Sungguh sangat miris dan menyayat hati ketika mengetahui seorang bayi yang amat lucu meninggal dunia karena diare.

Penyusutan berat badan bisa terjadi dengan sangat cepat dan dalam waktu yang sangat singkat. Bayi bisa kehilangan 3 kilogram berat badannya dengan diare yang hanya beberapa hari saja. Hal ini sangat membahayakan jiwanya. Cairan yang hilang itu harus segera diganti. Kalau tidak, bayi akan mengalami efek diare yang lebih parah. Hal inilah yang akan membuat bayi tak mampu bertahan hidup. Pasti akan sangat menyedihkan melepas wajah mungil nan indah itu tertidur dengan damai di alam keabadian.

Maka dari itu, diharapkan banyak kaum ibu yang membaca artikel penyakit diare dan teknik pencegahannya supaya benar-benar mengetahui apa itu diare dan bagaimana cara melakukan pencegahannya. Patut diketahui bahwa banyak sekali faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab seorang bayi terkena diare. Diantara faktor-faktor itu, yakni faktor lingkungan seperti sanitasi, saluran pembangunan limbah, sarana air bersih, jamban, dan sebagainya.

Selain para ibu, anggota keluarga yang lain seperti ayah dan anak-anak yang lebih besar juga haru stahu bagaimana tidak terkena diare. Bagaimanapun diare ini bisa menular karena kuman dari kotoran itu bisa hinggap di mana-mana. Bila salah satu anggota keluarga terkena diare, hal ini harus segera ditangani. Toilet harus bersih dan makanan harus dibuat lebih segar serta membuang makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Ada baiknya tidak mengkonsumsi makanan yang telah dimasak lebih dari 4 jam. Apalagi kalau harus makan makanan yang dipanaskan berkali-kali. Biasakan mengkonsumsi makanan yang baru dimasak. Oleh karena itu, sebaiknya memasak itu hanya untuk dimakan sekali santap saja. Kalau akan makan lagi, masak lagi. Tentu saja masakannya tidak harus yang terlalu serius. Yang sederhana namun mampu memenuhi sumber gizi seimbang, tentunya akan menjadi satu cara menjaga kesehatan tubuh semua anggota keluarga.

Yang memasak tidak harus ibu. Ayah atau anak-anak yang lebih besar juga bisa memasak. Peralatan dan perlengkapan masak yang semakin canggih, malah akan mempermudah acara memasak. Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang akan sangat menyenangkan bila memasak dijadikan ajang berkumpul keluarga. Ketika semua berkumpul di dapur dan bekerja sama. Memasak, makan bersama, dan bersih-bersih bersama. Betapa indahnya kebersamaan.

Gejala yang Ditimbulkan

Banyaknya penyebab diare, semua orang harus berhati-hati dan harus sangat memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya. Memang tidak mudah terbebas dari lingkungan yang kurang sehat bila tidak ada komitmen dan niatan yang baik dari semua penduduk di tempat itu. Acara bersih-bersih bersama dalam satu Rukun Tetangga bisa menjadi jalan mendapatkan lingkungan yang lebih bersih agar hidup lebih sehat dan terhindar dari diare.

Sanitasi yang sangat buruk misalnya, bisa menjadi penyebab terkontaminasinya air bersih oleh bakteri E. Coli yang menyebabkan diare. Munculnya bakteri berbahaya ini sebagai akibat dari tercemarnya tinja manusia. Kontaminasinya bisa terjadi pada air tanah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan melalui PDAM, atau sungai sendiri sebaga sumber utama PDAM.

Terserang diare tentu akan membuat tidak nyaman karena harus keluar masuk toilet. Atau, kalau bayi yang terserang, maka sepanjang hari akan puluhan atau belasan kali mengeluarkan tinjanya. Diare bisa menyebabkan kondisi tubuh manusia menjadi lemas karena terjadinya dehidrasi atau kehilangan sejumlah cairan yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme. Cairan-cairan elektrolit seperti kalium, magnesium, klorida, atau natrium akan mengalami penurunan signifikan dari dalam tubuh.

Dengan hilangnya sejumlah cairan elektrolit dalam tubuh jelas bisa menyebabkan denyut jantung tidak normal, bahkan bisa mengakibatkan pingsan. Risiko ini banyak sekali terjadi pada anak, orang dewasa, dan juga orang yang berada dalam keadaan lemah kondisi tubuhnya. Juga kehilangan salah stau unsur penting lainnya seperti bikarbonat akan menimbulkan asidosis, yakni gangguan yang menyebabkan keadaan asam dan basa dalam darah tidak seimbang.

Keadaan yang tidak menyenangkan itu seharusnya menjadi satu pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang untuk termotivasi hidup lebih sehat. Penyuluhan dan kampanye bagaimana menghindarkan diri dan keluarga dari diare akan membuat otak semua orang menjadi aktif berbuat sesuatu demi kepentingan bersama. Anak-anak yang paham tentang penyakit diare, akan mudah diatur ketika diminta untuk membuang sampah pada tempatnya dan mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.

Bila pendidikan tentang diare ini tidak diajarkan sejak dini, akan sulit bagi anak-anak untuk hidup sehat. Mereka akan mudah sekali lupa kalau tangannya bisa menyebabkan dirinya terkena penyakit. Mereka selalu menganggap bahwa tangannya tidak kotor kalau hanya menyentuh peralatan sekolah. Padahal dari peralatan sekolah itu kuman bisa menyebar ke mana-mana. Apalagi kalau mereka memegang uang. Uang adalah sumber kuman yang luar biasa berbahaya. Tidak pernah tahu uang itu berasal dari tangan yang berkuman atau tidak.

Pembiasaan hidup sehat dan sadar kesehatan ini harus ditanamkan dengan disiplin yang tinggi. Bila telah terbiasa, maka hidup sehat itu akan menjadi gaya hidup yang akan terbawa hingga anak-anak dewasa. Kebiasaan yang baik ini juga akan diajarkan kepada anak-anak mereka kelak. Betapa menyenangkan kalau semua generasi bangsa ini sadar kesehatan. Bila ini tekah terwujud, diharapkan penyakit diare ini tidak akan menjadi satu momok yang ditakuti karena diare tidak diberi tempat di negeri ini.

Upaya Pencegahannya

Ada banyak langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah tersebarluasnya penyakit diare ini. Di antaranya yakni, melakukan cuci tangan dengan menggunakan sabun terutama dalam waktu-waktu, Pasca buang air besar, pra menyentuh bayi/balita, sebelum melakukan persiapan makan, dan sebelum mempersiapkan hidangan. Minumlah air yang sehat, yang sudah diolah terlebih dahulu baik dengan cara direbus, klorinasi, atau pemanasan dengan sinar matahari.

Menjauhkan berbagai makanan atau minuman dihinggapi oleh serangga, lalat, kecoa, dsb sebagai pembawa bakteri dan kuman penyebab timbulnya diare. Buang air besar dilakukan di tempat semestinya supaya kuman yang ada pada tinja tidak banyak mencemari lingkungan dan mengkontaminasi.

Kalau telah terkena diare, hal pertama yang harus dilakukan adalah cepat mengkonsumsi banyak air. Cairan yang dikeluarkan lewat buang air besar itu harus segera diganti. Bila anak yang lebih besar mengalaminya, mungkin akan lebih mudah membujuk dan merayunya untuk mengkonsumsi jus atau semangka dan buah-buahan lain yang mengandung banyak air. Yang agak sulit adalah ketika bayi terkena diare. Tetap berikan ASI sebanyak mungkin.

Ibu makan daun singkong dan rebusan daun jambu biji merah agar ASInya mengandung obat yang mampu menyembuhkan diare. Kalau bayi tidak mengkonsumsi ASI, jangan berikan susu dahulu. Susu dan produk dari turunannya malah akan membuat diare semakin menjadi. Protein yang tinggi tidak bisa menghentikan diare. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat malah yang akan menghentikan diare.


Makan roti gandum, pempek tanpa cuka, air sagu yang ditambah gula jawa, malah akan bisa membuat perut terasa lebih lega dan diare berhenti. Minum air tajin dan yakult masih bisa dilakukan. Ada baiknya meminum teh hijau hangat tanpa gula. Kalau tubuh terasa lemas, teh hijau boleh diberi gula sedikit. Teh hijau ini akan membuat tubuh cepat merespon gejala diare. Ibu-ibu yang bayinya terkena diare juga boleh minum teh hijau.

Itulah ihwal penyakit diare dan pencegahannya semoga bisa dilakukan dengan maksimal, sehingga Anda akan terhindar dari terserangnya penyakit diare.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis Diare dan Pencegahannya
  • Mengetahui Proses Terjadinya Diare
  • Mengenal Diare Kronis
  • Kenali tentang Sakit Diare
  • Makanan untuk Penderita Diare
  • Diare Kronik Bisa Mengakibatkan Kematian
  • Hati-Hati Diare pada Ibu Hamil
  • Penyakit Diare Akut
  • Penelitian Diare yang Banyak Manfaatnya
  • Artikel Tentang Diare yang Wajib Diketahui
  • Mengetahui Penyebab Diare
  • Pengertian Penyakit Diare
  • Penelitian Tentang Diare yang Bermanfaat bagi Anda
  • Mengenal Klasifikasi Diare dan Penanggulangannya
  • Etiologi Diare, Faktor Penyebab Diare
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA