Penyakit Empedu dan Penyakit Ginjal, Samakah?
Ilustrasi penyakit empedu
Seorang penderita penyakit empedu atau batu empedu (gallstone) kadang tidak merasakan gejala apa-apa pada tahap awalnya. Batu-batu empedu itu berkembang sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Tapi lama-kelamaan bila dibiarkan penderitanya kadang akan merasakan sakit di bagian pinggang. Inilah yang sering disalahartikan sebagai penyakit ginjal. Padahal kedua penyakit ini mempunyai tempat dan gejala yang berbeda.
Kantung empedu terletak di bawah hati dengan fungsi sebagai penyimpan empedu yang diproduksi oleh organ hati. Kantung empedu biasanya menyimpan sekitar 0,4 liter empedu, sedangkan empedu yang dihasilkan oleh hati sebanyak satu liter setiap harinya.
Sementara itu, cairan empedu merupakan cairan yang berwarna hijau kekuningan yang diperlukan oleh tubuh untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. Kandungan zat yang terdapat di dalam empedu adalah air sebanyak 95%, kolesterol, garam empedu, garam mineral, dan pigmen.
Hormon duodenal diekskresikan saat makanan masuk ke dalam duodenum. Hormon tersebut kemudian dialirkan oleh darah menuju kantung empedu sehingga menyebabkan kontraksi dinding untuk mengeluarkan empedu.
Empedu tersebut kemudian keluar melalui saluran empedu, yakni saluran sempit ke arah duodenum. Garam mineral yang terdapat di dalamnya mampu menetralisasi keasaman makanan saat dicerna usus. Asam empedu tersebut kemudian bersatu dengan garam empedu untuk memecah lemak dan menghasilkan enzim pencernaan.
Penyebab Penyakit Empedu
Makanan yang berlemak dan gaya hidup yang tidak sehat adalah dua hal yang bisa disalahkan sebagai penyebab penyakit empedu. Makanan kaya kolesterol itu menjadi seperti pupuk bagi pertumbuhan batu empedu yang subur. Bila makanan tinggi lemak tetap dimakan, maka batu empedu akan semakin besar.
Bila sudah begini, jangan dulu takut. Masih ada cara untuk bersahabat dengan batu empedu. Caranya, makanlah banyak apel, anggur, pepaya, melon, dan kurangi asupan daging merah atau tinggalkan sama sekali. Susu sapi, keju, dan makanan tinggi protein lainnya agak dikurangi.
Dalam waktu tidak lama biasanya gejala penyakit empedu berupa perut kembung dan sebah, akan menghilang. Berolahragalah dengan teratur. Dengan cara ini semoga Anda tak perlu menjalani penembakan batu empedu.
Selain dari gaya hidup, penyakit empedu juga bisa disebabkan oleh keturunan. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita. Pertama, karena kehamilan dapat menyebabkan berkembangnya batu empedu. Faktor lainnya adalah:
- umur, semakin tua, semakin berpotensi batu empedu untuk berkembang;
- kegemukan;
- pil-pil KB dan pil hormon lainnya;
- penurunan berat badan yang sangat drastis; dan
- komsumsi antibiotik tertentu juga bisa menyebabkan tumbuhnya batu empedu. Biasanya ketika pemakaian antibiotik dihentikan, batu empedu juga hilang.
Gejala Penyakit Empedu
Perasaan kembung yang sangat tidak mengenakkan adalah salah satu gejala penyakit empedu yang lazim dialami oleh para penderita. Selain itu, bila termakan makanan berlemak, maka reaksi tubuh yang sama (kembung) juga langsung menyerang. Terlalu sering bersendawa dan buang gas juga dapat dijadikan pertanda adanya perkembangan dari batu empedu.
Bila sedang kumat, ada rasa nyeri yang konstan yang dirasakan oleh penderitanya. Diurut tidak mempan tentunya. Minum obat maag juga tidak terlalu banyak membantu.
Selain itu, gejala yang ditimbulkan apabila seseorang menderita penyakit empedu adalah mengalami kolikempedu, yakni merasakan nyeri yang sangat hebat di bagian perut atas dan kemudian menyebar ke bagian tulang belikat, bahu, dan dada. Rasa sakit tersebut biasanya disertai pula dengan rasa mual dan muntah.
Rasa sakit akibat gejala tersebut bisa dikurangi dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh pada posisi tidur yang berbeda-beda. Namun, rasa sakit tersebut akan hilang apabila batu empedu pecah atau kantung empedu kelelahan karena terus melakukan penekanan.
Apabila terjadi penyumbatan kronis pada empedu, hal itu juga bisa menimbulkan penyakit kuning. Batu empedu dengan penyakit kuning akan menyebabkan penderitanya merasakan sakit di bagian perut dengan disertai sendawa, mual, dengan warna putih mata kekuningan. Begitu juga dengan kotoran dan air seni yang berubah menjadi warna kecokelatan.
Penyakit empedu juga meningkatkan risiko infeksi yang bisa menimbulkan gejala infeksi berupa demam tinggi, koleksistitis (infeksi kantung empedu), kolangitis (infeksi saluran empedu), sepsis (infeksi darah), dan pankreatitis (infeksi pankreas).
Jenis Batu Empedu
Ada beberapa jenis batu empedu. Yang paling umum adalah batu empedu kolesterol. Sesuai dengan namanya, batu empedu ini terbentuk karena tingginya asupan kolesterol hingga tak mampu dikeluarkan oleh tubuh saat buang air kecil atau pun air besar. Ukuran batu empedu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm dengan jumlah yang rata-rata tidak lebih dari dua. Ukuran tersebut cukup besar untuk bisa memblokir saluran empedu.
Jenis batu empedu lainnya adalah batu empedu pigmen. Disebut pigmen karena warna batu empedu ini bisa hitam atau coklat. Batu empedu hitam terbentuk karena kalsium yang masuk ke dalam tubuh tidak mampu dilarutkan oleh tubuh. Bila batu empedu sangat keras, maka batu empedu coklat lebih lembut.
Jenis batu empedu yang terakhir adalah batu empedu campuran yang merupakan campuran antara batu empedu kolesterol dengan batu empedu pigmen. Percampuran batu empedu tersebut terjadi akibat adanya pemecahan lemak dengan kecenderungan ukuran yang lebih kecil dibandingkan kedua jenis batu empedu lainnya.
Faktor Risiko Penyakit Empedu
Beberapa hal lain yang berpengaruh terhadap munculnya batu empedu bukanlah hanya faktor makanan saja. Faktor tersebut adalah beberapa hal berikut ini.
1. Usia lanjut
Penyakit batu empedu biasanya muncul pada orang yang sudah mencapai usia lanjut dengan tanpa gejala yang benar-benar nampak. Penyakit ini jarang sekali menyerang orang yang berusia di bawah 25 tahun.
2. Wanita
Penyakit batu empedu ini lebih banyak menimpa wanita dengan perbandingan jumlah pengidap wanita antara 2 berbanding seribu dan pengidap pria 0,6 berbanding seribu. Wanita hamil dan pengguna pil KB juga rentan terhadap penyakit tersebut karena batu empedu akan mudah berkembang.
3. Obesitas
Faktor risiko yang memiliki kemungkinan besar untuk menimbulkan penyakit empedu adalah karena seseorang kelebihan berat badan atau biasa disebut dengan obesitas. Wanita yang memiliki berat badan berlebih dengan BMI lebih dari 32 akan memiliki 3 kali risiko lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan dengan wanita yang memiliki BMI normal, yakni sekitar 24 dan 25. risiko tersebut meningkat lagi apabila seseorang memiliki BMI lebih dari 45.
4. Faktor genetik
Faktor risiko yang juga memacu perkembangan batu empedu adalah faktor genetik. Seseorang yang keluarganya memiliki penyakit tersebut akan memiliki peluang 1 ½ kali lebih besar untuk mengidap penyakit yang sama.
Diagnosis dan Penanganan Batu Empedu
Penyakit batu empedu bisa ditemukan dengan mendiagnosis gejalanya, serta melakukan pemeriksaan USG atau sinar X. Batu empedu yang hanya bisa ditemukan dengan kedua cara terakhir tanpa menimbulkan gejala sering disebut batu diam.
Batu empedu dapat disembuhkan dengan berbagai cara, yakni dengan menggunakan obat-obatan dan operasi bedah. Obat yang digunakan pada penderita batu empedu berfungsi untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri yang menjalar di bagian tubuh pasien, serta memecahkan batu empedu.
Pengobatan dengan obat-obatan ini biasanya memerlukan waktu sekitar 6 sampai 12 bulan untuk bisa melarutkan batu tersebut. Hal itu juga biasanya dilakukan apabila gejala yang terlihat hanya berupa gejala ringan dengan batu empedu yang berukuran kecil.
Sementara itu, pasien dengan batu empedu yang besar dan rasa sakit yang hebat memerlukan penanganan lain selain obat-obatan, yakni dengan melakukan operasi bedah dengan mengangkat kantung empedu.
Pembedahan tersebut bisa dilakukan secara terbuka atau tertutup. Bedah terbuka membutuhkan sisi perut untuk membedah kantung empedu sehingga pasien harus dirawat selama lima sampai tujuh hari. Sementara bedah tertutup dilakukan dengan cara memasukkan selang berlampu melalui sisi kecil di perut sehingga pasien tidak perlu menginap di rumah sakit selama berhari-hari.
Tips Menangani Batu Empedu
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bila Anda tidak ingin terkena penyakit batu empedu.
- Batasilah asupan makanan berlemak
- Banyak makanan yang berserat karena makanan berserat dapat mencegah pembentukan batu empedu
- Jagalah berat badan agar tidak sampai pada tahap obesitas dengan melakukan olahraga dan memakan makanan yang sehat
- Hindari mengudap sebelum tidur karena hal itu akan meningkatkan kemungkinan pembentukan batu empedu akibat garam empedu yang meningkat
- Minumlah kopi dan kacang-kacangan.

