logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Gigi

Mencegah Penyakit Gigi pada Anak


Ilustrasi penyakit gigi

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling penting dalam kehidupan manusia. Banyak hal yang dilakukan untuk pertama kalinya. Termasuk, makan atau minum apa saja yang ingin dicoba. Hal itu menyebabkan anak-anak sangat rentan akan penyakit gigi. Oleh karena itu, hendaknya orang tua memperhatikan kesehatan gigi anak-anak dan berusaha mencegah penyakit gigi itu.

Perawatan Gigi Sejak Usia Dini

Melihat buah hati sehat dan gembira memberikan kesenangan yang luar biasa kepada orang tuanya. Ketika giliran buah hatinya sakit, orang tua juga yang kadang turut merasakan kesakitannya. Apalagi kalau buah hatinya sakit gigi karena karies atau gigi berlubang.

Gigi berlubang masih merupakan masalah yang kerap terjadi pada anak. Banyak yang menyepelekan kesehatan gigi pada anak, karena orang tua mempunyai anggapan bahwa gigi anak adalah gigi susu yang kelak akan diganti menjadi gigi permanen. Padahal gigi susu sangat berhubungan penting dengan pertumbuhan gigi dewasa.

Kalau gigi susunya tidak dijaga dengan baik, maka kemungkinan gigi penggantinya, atau gigi permanen, akan tumbuh tidak baik pula. Ajarkan menggosok gigi sedini mungkin.

Menggosok gigi sebaiknya mulai diperkenalkan semenjak anak menginjak usia 2 tahun. Pada usia 2 tahun gigi seorang anak biasanya mulai banyak dan ia juga mulai bisa mengkordinasikan tangannya untuk menggenggam suatu barang.

Apabila si anak masih terlalu kecil, orang tua dapat membantunya dengan menggunakan sikat gigi yang berbentuk telunjuk dengan sikat-sikat halus di atasnya. Dengan tujuan utamanya adalah semata membiasakan anak untuk menggosok gigi dan menghilangkan sisa gula di gigi anak.

Sebetulnya penggunaan pasta gigi belumlah diperlukan. Namun seandainya orang tua hendak menggunakan pasta gigi, gunakanlah pasta gigi anak yang memiliki rasa bermacam-macam. Dengan begitu, anak senang dengan momen menggosok giginya.

Jika  si anak masih kecil untuk menggunakan sikat gigi, gunakan lap basah untuk membersihkan giginya. Cara ini efektif untuk anak yang mempunyai kebiasaan meminum susu sampai tertidur. Jika si anak masih bangun, orang tua bisa menyuruhnya berkumur atau meminum air putih setelah meminum susu.

Inti dari mengajarkan kebiasaan membersihkan gigi semenjak dini ini adalah agar anak terbiasa untuk membersihkan sisa gula pada gigi anak. Sisa gula ini kelak berpotensi menjadi bakteri penyebab gigi berlubang. Hal ini sekaligus juga mengajarkan pentingnya kebiasaan menggosok gigi secara rutin.

Selain itu, mengatur asupan makan anak juga dapat membantu merawat pertumbuhan gigi pada anak. Jangan memberikan anak makanan yang mengandung gula yang berlebihan, karena konsumsi gula yang berlebihan berpotensi menyebabkan karies. Lebih baik memberikan makanan yang diolah sendiri oleh orang tua karena baik bahan maupun cara pengolahannya diketahui dengan benar.

Mengkonsumsi sayuran juga buah-buahan sangat baik untuk kesehatan gigi. sayuran dan buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang dapat menguatkan gigi dari serangan bakteri jahat di rongga mulut.

Anda juga harus rajin berkonsultasi dengan dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Rajin berkonsultasi dengan dokter gigi membuat kondisi gigi terpantau perkembangannya. Dengan demikian, jika ada gigi yang berpotensi terkena karies, dapat dilakukan tindakan-tindakan medis untuk melindungi gigi tersebut. Juga dengan rajin berkonsultasi dapat diketahui bagaimana cara-cara merawat gigi yang benar.

Pencegahan Penyakit Gigi Anak

Mencegah memang selalu lebih baik dari pada mengobati. Ini juga berlaku untuk penyakit gigi. Sebagai orang tua, kita harus bisa menerapkan hal-hal atau kebiasaan yang sifatnya memang sebagai tindakan pencegahan sebelum penyakit pada gigi menyerang. Sebetulnya, caranya sangat mudah dan sederhana.

1. Membersihkan Gigi Sulung

Biasakan anak untuk membersihkan gigi sulungnya secara rutin sejak gigi tersebut tumbuh di dalam mulut. Gigi sulung ada 20 buah. Gigi ini tumbuh di dalam mulut mulai usia 6 bulan. Akan lengkap saat usia anak dua sampai tiga tahun. Berikut ini rangkaian lengkap gigi sulung.

  • Anak usia 6 bulan akan memiliki dua gigi seri bawah.
  • Ketika usianya 9 bulan, tumbuh lagi dua gigi seri atas.
  • Pada usia 1 tahun, tumbuh dua gigi geraham pertama bawah kiri.
  • Pada usia 2 tahun, akan tumbuh dua gigi geraham pertama atas dan empat taring atas dan bawah.
  • Pada usia 3 tahun, akan tumbuh gigi geraham kedua di atas dan bawah.

Gigi sulung ini akan tanggal dengan sendirinya. Jadi, tidak usah dicabut. Selanjutnya, akan diganti gigi tetap saat usia anak 5 tahun yang dimulai dengan tumbuhnya gigi seri pertama. Jika Anda mengalami kesulitan untuk menyikatnya, gunakanlah kain kasa yang sudah dibasahi air yang sudah dimasak. Lalu, bersihkan gigi anak Anda.

2. Menggosok Gigi

Rajin menyikat gigi bukan berarti terbebas dari gigi berlubang. Banyak juga yang rajin menyikat gigi namun giginya tetap berlubang. Hendaknya menggosok gigi secara baik dan benar, seperti menggosok gigi dengan durasi waktu minimal 2 menit, membersihkan seluruh daerah rongga mulut termasuk lidah dan menggunakan sikat gigi yang benar.

Biasakan anak-anak untuk menggosok giginya secara teratur sejak kecil. Menggosok gigi ini harus dibiasakan sejak kecil, terutama sehabis makan dan sebelum tidur malam.

Waktu ini adalah waktu yang rentan untuk anak diserang penyakit karies atau gigi berlubang. Lubang yang muncul ini sifatnya kumulatif. Lubang akan terus bertambah besar dan tidak akan kembali lagi seperti bentuk gigi sebelumnya. Penyebab karies adalah sebagai berikut.

  • Bentuk gigi yang bercelah biasanya menjadi lokasi perkembangan karies.
  • Bakteri, yaitu bakteri-bakteri kariogenik (penyebab karies).
  • Fermentasi karbohidrat, asam laktatnya dapat menyebabkan karies.
  • Waktu, penetralan pH pada gigi ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gula 2 jam dan netralisasi ini menyebabkan gigi berlubang.

Jadi, karies merupakan penyebab utama rusak hingga hilangnya gigi pada anak dan remaja. Penyebab karies adalah plak, mengkonsumsi gula secara berlebihan, dan permukaan gigi yang rentan.

Plak ini mengandung bakteri yang dapat menghasilkan asam sebagai hasil sampingan dari konsumsi gula secara berlebihan. Hal ini diperparah dengan kebiasaan mengkonsumsi gula secara berlebihan pada anak seperti coklat, permen, atau es krim. Bakteri yang menyebabkan gigi berlubang biasanya terjadi karena penderita tertular bakteri. Bakteri ini adalah Streptococcus mutan.

Streptococcus mutan ini biasanya ada di rongga gigi manusia yang luka, kemudian menjadi bakteri yang sangat kondusif. Dengan begitu, bakteri ini dapat menyebabkan karies pada email gigi. Streptococcus mutan adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan gigi berlubang.

3. Tips Menggosok Gigi

  • Pilih sikat gigi yang berbulu lunak agar tidak terjadi iritasi.
  • Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menguatkan email gigi.
  • Gosoklah gigi pada semua permukaan gigi selama 1,5 sampai dua menit.
  • Kumur satu kali saja agar flouride tertinggal di gigi, terutama pada malam hari agar fluoride dapat bekerja dengan baik.

Untuk itu, orang tua sangat berperan dalam memberikan pengetahuan sedini mungkin terhadap anak tentang betapa pentingnya menjaga gigi semenjak dini. Peran orang tua diperlukan dalam memberikan pengertian, membimbing, menyediakan fasilitas, dan mengingatkan anak.

Hal ini dimaksudkan agar anak dapat memelihara kebersihan gigi dan mulutnya secara benar dan rutin. Selain itu, orang tua juga memiliki peran yang lumayan besar dalam mencegah terjadinya karies dan plak pada anak, yang pada akhirnya mencegah terjadinya gigi berlubang.

Banyak juga ditemui orang tua yang dengan sengaja mengabaikan kesehatan gigi anak-anaknya. Mereka secara sadar mengabaikan kesehatan gigi anak karena mempunyai anggapan bahwa gigi anak akan berganti dengan gigi dewasa. Jika rusak pun orang tua akan mengabaikannya.

Efek dari pengabaian terhadap kesehatan gigi anak berdampak cukup besar. Anak pun akan lebih sering mengalami sakit gigi sampai gigi berlubang. Hal ini tentu saja memicu terjadinya suatu infeksi gigi. Gigi yang sering sakit terutama pada anak akan menyebabkan anak mengalami susah makan, bicara tidak bisa maksimal dan pada akhirnya mengganggu tumbuh kembang anak.

Dengan terganggunya tumbuh kembang anak, tentu akan berakibat langsung pada kecerdasan anak. Asupan makanannya terganggu karena kondisi giginya yang buruk. Orang tua yang mempunyai pengetahuan yang rendah tentang kesehatan gigi akan berdampak langsung pada kesehatan gigi anaknya.

Wawasan orang tua sangat penting dalam pembentukan perilaku dalam perawatan kebersihan gigi dan mulut anak. Orang tua harus menjalankan kebiasaan hidup sehat terlebih dahulu untuk bisa memberi contoh kepada anaknya tentang betapa pentingnya mencegah gigi berlubang.

Pola hidup yang sehat akan menyebabkan perilaku dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut menjadi sehat pula, sehingga penyakit gigi pada anak bisa terhindar. Anak merupakan aset terpenting orang tua. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk senantiasa menjaga kesehatan anaknya. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola sehat terlebih dahulu sebelum diterapkan kepada anak-anaknya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Jenis jenis Kawat Gigi
  • Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Efektif
  • Jangan Sepelekan Penyakit Gigi Berlubang
  • Cara Mudah Menilai Dokter Gigi yang Bagus
  • Urgensi Penyuluhan Kesehatan Gigi di Sekolah
  • Menjadi Dokter Spesialis Gigi
  • Mencegah dan Menghilangkan Rasa Sakit Gigi
  • Cara Merawat Kesehatan Gigi
  • Cara Membersihkan Karang Gigi dengan Berbagai Cara
  • Informasi Seputar Gigi
  • Jenis-Jenis Penyakit Gigi dan Mulut
  • Macam-Macam Penyakit Gigi dan Mulut
  • Pemilihan Sikat Kurangi Resiko Penyakit Gigi dan Gusi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA