logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Gusi

Cara Murah Mengatasi Penyakit Gusi Bengkak


Ilustrasi penyakit gusi bengkak
Penyakit gusi bengkak disebabkan oleh peradangan pada gusi. Biang keladinya adalah bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan yang menjadi plak dan menempel di gigi. Karena itu, jika  tidak saksama membersihkan gigi secara rutin, di kemudian hari akan timbul radang gusi. Gusi menjadi bengkak dan terasa nyeri. Sebenarnya ada rasa yang cukup mudah untuk menghindarkan diri dari penyakit satu ini. Namun yang diperlukan adalah komitmen yang sangat tinggi untuk selalu membersihkan gigi dan mulut minimal sebelum tidur.

Gejala Radang Gusi

Penyakit radang gusi atau penyakit gusi bengkak adalah penyakit yang tak pandang bulu. Siapa pun bisa terserang. Namun biasanya orang dewasalah yang lebih sering menderita penyakit ini. Mengapa orang dewasa yang lebih sering terkena penyakit ini, karena semakin bertambah usia, kalau gigi tidak rajin dibersihkan, maka penumpukan kotoran inilah yang akan menjadi penyebab gusi bengkak. Hal ini karena kuman-kuman telah bergentayangan. Untuk anak-anak, mereka biasanya mengalami penyakit ini karena kurang sering membersihkan gigi.

Tidak jarang juga gusi bengkak terjadi karena terlalu keras ketika menyikat gigi. Awalnya, gusi menjadi berdarah. Selanjutnya, gusi menjadi bengkak. Kalau tidak segera diobati, pipi anak akan terlihat menggembung karena kondisi gusi yang membesar. Anak akan merasakan sakit yang akan mengganggu aktivitasnya belajar dan bermain. Pertolongan pertama ketika terjadi gusi berdarah akibat terkena gosok gigi adalah dengan kumur-kumur air hangat yang diberi garam sedikit.

Bagian gusi yang berdarah itu jangan digunakan untuk mengunyah makanan terlebih dahulu. Beri anak pengertian tentang hal ini. Sebaiknya memang orangtua sering mengecek gusi dan gigi anak. Ajarkan anak bagaimana cara menggunakan dental floss atau benang biasa dalam membersihkan gigi. Kalau sejak kecil anak telah terbiasa peduli dengan perawatan gigi dan gusinya, setelah mereka dewasa mereka akan terbiasa memperhatikan gigi. Gigi yang kotor dan tidak terawat akan bisa menjadi penyebab berbagai penyakit.

Jangan salah bahwa penyakit jantung atau gangguan organ dalam lainnya bisa berawal dari kerusakan gigi. Itulah mengapa anak-anak harus memperhatikan semua hal yang berkaitan dengan gigi dan gusi. Bentuk dan warna gigi juga akan mempengaruhi penampilan. Sangat disayangkan kalau gigi anak yang semula sangat bagus dengan kerapatan yang tepat dan warna yang putih menjadi goyang dan berlubang.

Untuk membuat kebersihan gigi terjaga, rajinlah makan buah apel. Buah apel ini mampu membersihkan karang gigi walaupun tidak semuanya. Paling tidak ketika gigi dibersihkan setiap enam bulan sekali, kotorannya tidak akan terlalu menumpuk. Kotoran yang tidak menumpuk itulah yang menandakan kebersihan gigii terjaga. Bila sejak dini anak dibiasakan mengunjungi dokter gigi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat peduli dengan giginya. Ia akan sangat risih ketika tahu kalau giginya tidak bersih.

Makanannya juga akan dijaga agar tidak merusak giginya. Bila perlu, untuk saat-saat tertentu, mintalah anak untuk berkumur-kumur dengan air rebusan daun sirih. Air rebusan daun sirih ini mengandung antiseptik yang cukup banyak sehingga bisa membantu menyembuhkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kuman di dalam mulut. Tetapi jangan sampai terlalu sering cukup sebulan dua kali. Kalau terlalu sering, dikhawatirkan bakteri baik pun akan terganggu oleh antiseptik yang berasal dari daun sirih tersebut.

Gejala-gejalanya  Gusi Bengkak

Ada beberapa gejala gusi bengkak yang harus diwaspadai. Gejala tersebut, antara lain  warna gusi memerah dan menggembung. Gusi sering berdarah saat gigi disikat. Gigi goyang dan mudah tanggal. Gusi terasa nyeri. Nafas berbau tidak sedap. Daerah antara gigi dan gusi mengeluarkan nanah. Bila tanda atau gejala ini telah ada, itu artinya proses pembengkakan telah berlangsung cukup lama. Keadaan in tentu saja seharusnya tidak terjadi. Memang telah terlambat, tetapi tidak boleh putus asa. Tetap ada jalan pemecahannya.

Pertama, kumur dengan air rebusan daun sirih. Kedua, makanlah makanan yang bergizi  dan banyaklah mengkonsumsi air mineral. Bia perlu minumlah air zam-zam yang emngandung banyak mineral yang baik bagi tubuh. Ketiga, pergilah ke dokter gigi. Tidak dianjurkan untuk makan daging-dagingan. Upayakan menjadi seorang vegetarian untuk sementara. Kurangi asupan makanan yang akan membuat napas semakin berbau. Jenis makanan yang menimbulkan bau mulut ini, antara lain, bawang merah, bawang putih, jengkol, pete, dan segala jenis turunan susu.

Konsumsilah makanan yang kaya protein nabati seperti tempe, tahu, susu kedele. Makanlah rempah-rempahan yang menyehatkan seperti kunyit. Parutlah kunyit dan seduhlah. Memang rasanya kurang menyenangkan, tetapi khasiatnya luar biasa. Jangan bayangkan bau dan rasanya. Bayangkan kalau meminum obat dari dokter, ginjal bisa terganggu jika tidak banyak minum air. Lebih baik, makan rempah-rempah yang menyehatkan daripada menyakiti ginjal. Biaya yang dikeluarkan juga murah.

Selanjutnya, istirahat yang cukup dan jangan begadang. Jagalah kondisi tubuh agar tetap fit. Tetaplah berolahraga agar racun dalam tubuh lebih cepat dibuang melalui keringat. Jangan mencoba mengeluarkan nanah dari gusi yang bengkak karena bisa menimbulkan infeksi. Kalau telah terjadi infeksi, artinya rasa sakit itu akan semakin menjadi. Bila dibawa ke dokter gigi, biasanya dokter gigi akan memberi antibioti. Padahal antibiotik tertentu bisa menimbulkan elergi. Oleh karena itulah, lebih baik berhati-hati daripada harus mengobati.

Tips Mengatasi Radang Gusi

Jika telah terkena penyakit gusi bengkak, rasanya sungguh menyiksa. Rasa nyeri pada gusi bisa menjalar hingga ke kepala sehingga merasa sakit kepala atau migren. Namun jangan khawatir, ada cara mudah dan murah untuk mengatasinya. Yaitu berkumur dengan air garam. Caranya? Campurkan saja satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, aduk rata. Langsung gunakan larutan itu untuk berkumur, dan ulangi beberapa kali dalam sehari.

Air garam yang digunakan berkumur ini akan membuat gusi yang bengkak menjadi hipertonik, lantas mendorong keluarnya bakteri-bakteri dalam plak gigi. Tetapi kalau menderita hipertensi, jangan terlalu banyak menggunakan garam. Minum juga teh hijau hangat tanpa gula agar tubuh lebih segar.

Di samping itu, air garam yang rutin digunakan berkumur memiliki khasiat mencegah plak gigi, menghilangkan bau mulut tak sedap, membersihkan gigi dan gusi, dan secara keseluruhan membuat kesehatan mulut serta gigi  lebih terjaga. Dibandingkan obat kumur yang dijual di pasaran, air garam lebih baik serta layak menjadi pilihan karena bebas alkohol dan bahan kimia.

Ramuan Herbal

Prof.Hembing memberikan resep membuat ramuan herbal untuk mengatasi penyakit gusi bengkak. Jika minum air garam saja tidak membuat radang gusi mereda, ada baiknya mencoba resep dari pakar pengobatan herbal ini.
Ada dua macam ramuan yang harus Anda siapkan, yaitu:


1. Ramuan untuk berkumur
Bahan:
* 10 lembar daun sirih
* ½ sendok teh garam
* 4 gelas air


Cara membuatnya:
Rebus daun sirih dengan air hingga tersisa dua gelas air rebusan. Masukkan garam, aduk rata. Gunakan ramuan ini untuk berkumur minimal lima kali sehari.

2. Ramuan untuk diminum
Bahan:
* 2 buah empu kunyit, potong tipis-tipis
* 1 genggam daun sambiloto segar
* 3 gelas air


Cara membuatnya:
Rebus semua bahan hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Untuk setiap setengah gelas ramuan, campurkan dengan satu sendok makan madu. Minum sampai habis.

Seorang blogger pernah mencoba ramuan di atas. Dalam blognya, ia menceritakan ketakjubannya atas keampuhan ramuan sang professor herbal. Sesudah berkumur beberapa kali dengan ramuan sirih dan garam, ia merasa ada cairan yang keluar dari gusinya yang bengkak. Ternyata cairan itu adalah darah bercampur nanah.

Setelah berkumur untuk membersihkan mulut dari darah dan nanah, ia lantas meminum ramuan kunyit dan sambiloto. Kemudian ia tidur, mencoba menghilangkan rasa sakit kepalanya. Ternyata, tak sampai setengah jam, keajaiban ramuan itu mulai terlihat. Sakit kepalanya lenyap, rasa tak nyaman di kepala hilang dan kembali normal.


Memang, Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan tumbuh-tumbuhan di sekitar kita sebagai penawar sakit. Sayangnya, kita sebagai manusia kadang tak mau repot dan lebih memilih obat kimia yang banyak dijual di pasaran. Padahal, semua yang alami tentu lebih baik, di samping jauh lebih murah. Selamat mencoba.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Antisipasi Kanker Gusi Sejak Awal
  • Cegah Dini Gusi Bengkak
  • Penyakit Gusi Berdarah dan Perawatan Gigi
  • Mengobati Bengkak Gusi
  • Bagaimana Mengobati Gusi Berdarah?
  • Mewaspadai Sakit Gusi
  • Sakit Gusi Bengkak dan Pengobatannya
  • Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi
  • Atasi Masalah Gusi Secara Alami
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA