logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Kebersihan Tubuh    Penyakit Keputihan

Penyakit Keputihan Menurunkan Citra Perempuan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Keputihan yang seringkali dianggap lumrah oleh sebagian besar kaum perempuan, bukan berarti tidak berbahaya bagi kesehatan. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan alat reproduksi dan rasa malu untuk bertanya, biasanya menjadi pemicu awal parahnya penyakit ini.

Bagaimana tidak malu membicarakan hal sangat privasi ke orang lain? Apalagi jika sudah parah, akan menjadi beban tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika termasuk panutan dan dikenal banyak kalangan. Terasa ”tidak berharga” jika di luar tampak wajah cantik menawan, tetapi di dalam berbau anyir dan menjijikkan (mempunyai penyakit keputihan). Padahal kita tahu penyakit ini akan menyerang siapa saja. Tidak pandang bulu, entah perempuan biasa atau terdidik.

Biasanya mereka akan ”terpaksa” datang ke dokter ketika kondisinya sudah sangat parah. Tentunya ini bukan solusi terbaik, mengingat akibat dari penyakit ini tidak sebatas pada luka yang terjadi pada vagina, tetapi lebih dalam akan menjadi kanker mulut rahim dan tentunya akan berakibat semakin fatal bagi kehidupannya.

Bagi yang tidak mengalami penyakit keputihan, bukan berarti seenaknya mengabaikan kebersihan bagian vital tubuh kita. Bukankah menjaga/mencegah itu lebih baik dari pada mengobati?


Mengenal Penyakit Keputihan


Umumnya, pada vagina perempuan dewasa terdapat bakteri baik yang disebut basil Doderlein. Jumlah basil ini pada kondisi normal cukup dominan, yang membuat lingkungan vagina bersifat asam sehingga memiliki daya proteksi yang cukup kuat.

Disamping itu, vagina juga mengeluarkan cairan yang berguna untuk melindungi diri terhadap infeksi. Cairan vagina normal biasanya jernih dan kadang sedikit keruh, tidak berbau dan tidak disertai rasa gatal. Iniah yang disebut keputihan normal. Keputihan normal ini terjadi pada saat terangsang (birahi), masa ovulasi (12-14 hari setelah menstruasi) dan pada saat stres emosional. 

Sebaliknya, terjadinya keputihan yang tidak normal (penyakit keputihan) seringkali disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri dan parasit. Keputihan ini biasa disebut keputihan patologis. Keputihan jenis ini berupa cairan berwarna kekuningan hingga kehijauan, jumlahnya banyak, kental, lengket, berbau tidak sedap atau busuk, terasa sangat gatal atau panas, bahkan menimbulkan luka di mulut vagina. Keputihan jenis ini harus diwaspadai, mengingat bisa menjadi salah satu indikasi adanya kanker leher rahim.

Penyebab utama keputihan patologis adalah infeksi saluran reproduksi yang berasal dari :

  • Jamur Candida atau Monilia (Berwarna putih susu, kental, bau menyengat dan gatal. Disebabkan penyakit kencing manis, pemakaian pil KB dan daya tahan rendah)

  • Parasit Trichomonas Vaginalis (Cairan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dan berbau anyir. Ditularkan lewat hubungan sex, bibir kloset yang terkontaminasi dan peralatan mandi)

  • Bakteri Gardnella (Cairan encer, berwarna putih keabu-abuan, berbuih, dan amis)

  • Virus (Tumbuh kutil yang sangat banyak dan cairan berbau)


Mencegah dan Mengatasi Penyakit Keputihan

Setelah mengetahui penyebab terjadinya penyakit keputihan, maka untuk menghindarkan terjadinya hal tersebut beberapa hal bisa kita lakukan:

  • Kemanapun Anda pergi sebaiknya tidak lupa membawa tisue. Ini sangat berguna untuk mengeringkan vagina sehabis buang air. Jika kering, maka jamur akan enggan berada disana.

  • Jangan sekalipun menggunakan Talk powder untuk menjaga agar vagina kering, karena bedak sangat mudah masuk vagina dan menyebabkan bakteri baru.

  • Memilih celana dalam berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga dijamin vagina tidak lembab. Gantilah celana dalam minimal 2 kali dalam sehari. Hindarkan mengenakan pakaian (celana panjang) yang ketat dan menggunakan jeans. Hal ini menyebabkan vagina lembab dan mudah ditumbuhi bakteri.

  • Jangan biasakan menggunakan Panty Linear, gunakan ketika sangat diperlukan saja.

  • Konsultasikan dengan dokter dalam menggunakan pembersih vagina. 

Bagi yang sudah terjangkit penyakit ini, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidang ini. Jangan pernah malu untuk menanyakan segala sesuatunya secara detail, karena semua itu demi kebaikan diri kita sendiri. 

Membicarakan masalah kesehatan organ kewanitaan kita dengan orang lain (sesama perempuan/ahlinya) bukanlah hal tabu walaupun itu menyangkut milik kita yang sangat pribadi. Hal itu tentu saja untuk kebaikan diri kita sendir. 

Remaja putri tidak seharusnya malu bertanya pada ibunya tentang hal tersebut. Seorang ibu juga selayaknya memberikan informasi tentang menjaga kebersihan organ kewanitaan bagi putrinya. Hanya dengan menjaga kebersihan tubuh kita secara menyeluruh, terutama bagian intim kewanitaan, maka kita akan terhindar dari penyakit keputihan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Manfaat Menjaga Kebersihan Tubuh
  • Cara Alami Menghilangkan Bau Badan
  • Manfaat Menggosok Gigi: Selamatkan Diri dari Penyakit
  • Mencegah dan Mengobati Bau Mulut
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA