Panu, Penyakit Kulit Jamur yang Tidak Berbahaya
Ilustrasi penyakit kulit jamur
Penyakit kulit jamur panu sering kita temukan pada orang-orang di sekitar kita. Panu seringkali dibiarkan begitu saja, karena dianggap tidak membahayakan, hanya mengganggu penampilan. Benarkah panu tidak membahayakan kesehatan kita?
Penyakit Kulit Panu
Panu sangatlah menggangu. Warna kulit yang putih di beberapa daerah tubuh bisa membuat penampilan kita menjadi tidak menarik. Para wanita sangat menjaga dari terserang penyakit kulit yang satu ini. Semua tentu ingin menginginkan kulit yang putih mulus, tetapi tidak mau bukan jika putihnya kulit dikarenakan panu di sekujur tubuh?
Panu disebabkan oleh jamur. Jamur bisa tumbuh di daerah yang lembab. Penyakit panu identik dengan lingkungan yang kurang bersih, terutama pada saat lembab. Jamur yang sangat menyukai tempat yang lembab ini bisa berkembangbiak dengan baik.
Semua tentu saja tidak ingin terserang panu bukan? Nah, jika tidak mau sebaiknya Anda pelajari terlebih dahulu apa yang menjadi gejala, penyebab sampai pengobatan penyakit kulit jamur ini. Terutama lagi mengenai penyebab terjadinya panu, sebaiknya Anda kuasai betul supaya tidak menyesal nantinya.
Seperti yang dialami oleh teman saya karena pernah mengidap panu. Pada awalnya ia menemukan bercak putih di bagian lehernya, yang ternyata itu adalah panu. Lalu dengan sigap ia langsung mengobatinya dengan obat panu pasaran. Beberapa hari kemudian bukannya panu mereda malah tumbuh lagi di beberapa tempat di tubuhnya.
Tentu saja teman saya sangat panik dan malu tentunya, karena ada sebagian yang menyebar ke kulit wajah. Kebanyakan panu yang menyebar di sekujur punggung.
Tanpa berpikir panjang lagi, ia langsung memeriksakannya ke dokter. Memang kata dokter ia mengidap panu, tetapi panu yang disebabkan oleh jamur yang ganas. Ditambah lagi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang lembab, menjadi jamur itu merajalela.
Obat panu pasaran yang digunakannya sebelum ke dokter ternyata tidak ampuh untuk kasus panu yang dialaminya. Selain memberikan resep obat, dokter juga memberi saran untuk menjaga kebersihan lingkungan, jangan sampai lembab.
Untung panunya tidak menyebar lagi dan bisa kembali normal. Jika tidak entah berapa lama lagi yang ia habiskan di rumah karena malu keluar gara-gara panu yang ada di wajahnya.
Anda tentu tidak ingin kasus yang menimpa teman saya itu terjadi pada Anda bukan? Nah, mulai sekarang perhatikan lingkungan sekitar Anda apakah sudah dalam keadaan tidak lembab ataukah belum.
Panu memang tidak berbahaya seperti penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, tetapi penyakit kulit ini bisa membuat penderita malu bukan main, terutama bagi kaum wanita.
Maklum saja, penyakit kulit jamur seperti panu identik dengan ketidakbersihan seseorang. Meskipun itu memang ada benarnya, tetapi bukanlah faktor penentu. Namun, orang pasti beranggapan orang yang menderita panu itu adalah orang yang kurang menjaga kebersihan. Anda tentu tidak mau dianggap seperti itu bukan?
Gejala Panu
Keberadaan penyakit kulit panu dapat kita kenali berupa bercak-bercak keputihan pada kulit yang cenderung gatal. Uniknya, jika orang berkulit putih terkena panu, bercaknya akan berwarna kemerah-merahan. Sedangkan jika orang berkulit gelap yang terkena panu, bercaknya akan berwarna keputih-putihan (Pityriasis versicolor).
Sedangkan jika panu terdapat di area kulit tertutup maka bercaknya akan terlihat berwarna kecoklatan atau kehitam-hitaman (Pityriasis versicolor nigra). Akibat banyaknya variasi warna panu pada kulit manusia itulah, panu disebut Pityriasis versicolor.
Itulah beberapa gejala panu yang sering terjadi pada penderinya. Jadi, Anda harus pelajari manakala gejala-gejala tersebut Anda alami. Tidak ada salahnya jika terus melakukan pengecekan pada kulit kita apakah ada tanda-tanda yang menunjukkan gejala tersebut.
Jika Anda menemui gejala tersebut pada bagian tubuh, sebaiknya segera saja Anda konsultasikan ke dokter. Mengingat warna panu tidak selalu putih, bisa saja jika berwarna lain di kulit itu merupakan salah satu panu juga.
Penyebab Panu
Penyakit kulit panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Dulu dikenal juga sebagai Pityrosporum orbiculare dan Pityrosporum ovale. Jamur ini hidup pada keratin kulit serta folikel rambut kita, terutama pada masa puber dan setelahnya.
Pada beberapa orang yang mempunyai daya tahan dan kekebalan tubuh yang tinggi, jamur ini dapat hidup namun tidak sampai menimbulkan bercak-bercak pada kulit.
Beberapa sebab lain yang menumbuhsuburkan panu adalah udara panas dan lembab. Jamur sangat suka tumbuh pada kondisi tersebut. Faktor lain seperti kehamilan, konsumsi pil KB, faktor keturunan atau genetik, serta pemakaian obat golongan steroid seperti obat antialergi anti-inflamasi juga dapat memicu timbulnya panu. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan panu muncul lagi setelah beberapa waktu menghilang.
Jadi jika Anda pernah mengidap panu, yakinkan benar apakah panu yang diderita sudah benar-benar hilang dan tidak menyisakan akarnya di kulit kita. Jika belum tuntas bukan tidak mungkin panu akan tumbuh lagi di tempat yang sama.
Jangan pernah mau mengulang kesalahann untuk yang kedua kalinya. Jika sudah sembuh tetap periksakan ke dokter apakah Anda sudah terbebas dari jamur penyebab penyakit kulit jamur panu.
Pengobatan Panu
Jamur penyebab penyakit kulit ini ada di sekitar lingkungan kita. Kondisi kekebalan dan daya tahan tubuh seseorang lah yang menentukan ia akan terkena panu atau tidak. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa panu tidak menular.
Panu juga tidak akan menyebabkan semacam bekas permanen yang sulit hilang. Setelah perawatan selama 1 sampai 2 bulan, bercak panu akan hilang dengan sendirinya.
Selain berusaha menjaga kebersihan kulit, obat-obatan yang dioleskan maupun yang diminum efektif untuk menghilangkan gejala penyakit kulit panu. Misalnya obat oles atau salep yang mengandung selenium sulfide.
Salep penyakit kulit jamur tersebut dioleaskan pada area yang terinfeksi jamur setiap hari dalam kurun waktu 2 minggu. Selain itu, salep-salep sodium sulfacetamide, ciclopiroxolamine, azole, atau allylamine antifungals juga dapat menjadi pilihan.
Untuk obat yang diminum, ketoconazole 200-mg dan dosis tunggal 400 mg, fluconazole dosis tunggal 150-300 mg serta itraconazole 200 mg cukup ampuh meredakan serangan jamur panu. Hanya saja, sebaiknya obat-obatan tersebut dikonsumsi berdasarkan resep dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak kita inginkan.
Selain melakukan pengobatan tentu Anda sebaiknya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Misalnya saja sehabis mandi langsung mengeringkan air dari tubuh kita, jangan sampai dibiarkan lembab atau langsung mengenakan pakaian.
Kiat Pencegahan Penyakit Kulit Panu
Siapapun tentu tidak ingin menderita panu atau dikatakan panuan bukan? Nah, jika demikian sebaiknya Anda menjadi kebersihan diri dan lingkungan sekitar tempat tinggal Anda.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar sangat membantu dalam memberantas berkembangnya jamur. Jamur bisa kita temui di semua tempat yang lembab. Jangan dikira pakaian yang tergantung di balik pintu itu tidak ditumbuhi jamur, demikian halnya dengan kamar mandi.
Anda sebaiknya memperhatikan tingkat kelembaban di lingkungan sekitar, terutama di musim penghujan. Jika kita tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, dan tetap menjaga kondisi lingkungan tidak lembab, bukan tidak mungkin panu tidak akan berani hinggap di kulit Anda. Berikut beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit panu.
- Jagalah kebersihan diri Anda, terutama sehabis mandi. Pastikan setelah mandi Anda sudah mengelap sekujur badan dengan handuk yang kering.
- Segera jemur handuk setelah digunakan mandi. Menggantungkan handuk setelah digunakan di dalam ruangan bisa menyebabkan lembab.
- Jangan memiliki kebiasaan berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain, terutama orang yang menderita panu. Bukan tidak mungkin jamur yang sudah ada di handuk atau pakaian orang itu berpindah ke kulit Anda.
- Bersihkan kamar mandi Anda secara berkala, minimal seminggu sekali. Kamar mandi merupakan tempat yang paling ideal untuk berkembangbiaknya jamur.
- Jangan menggantungkan pakaian yang telah dikenakan. Jika sudah kotor sebaiknya pakaian langsung dicuci, jangan digantung. Menggantungkan pakaian yang kotor terutama pada saat udara sedang dingin akan menjadi tempat berkembangbiak jamur.
- Jika Anda ingin mengontrak rumah atau kos, carilah tempat tinggal dengan lingkungan yang kering, jangan lembab. Pastikan cukup sinar matahari menyinari kediaman Anda.
Itulah beberapa kiat yang bisa Anda ikuti jika tidak ingin terserang penyakit kulit panu. Tentu saja tidak nyaman jika sudah terkena panu. Jadi sebelum terlambat, jika Anda belum total dalam melakukan pencegahan, lakukanlah hal-hal di atas sebelum terlambat.

