Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kulit Panu
Ilustrasi penyakit kulit panu
Tahukah Anda penyakit kulit panu? Apakah Anda menemukan bercak-bercak putih pada kulit? Bercak putih tersebut berukuran sebesar biji jagung atau bisa juga berukuran lebih besar. Saat tubuh berkeringat, bercak putih tersebut akan terasa gatal. Ketika digaruk, bercak-bercak putih itu akan semakin memutih. Jika menemukan ciri-ciri tersebut pada kulit Anda, dapat dipastikan bahwa Anda menderita penyakit kulit panu.
Banyak faktor yang mengindikasi terjadinya penyakit kulit panu. Di antaranya sebagai berikut.
- Suhu udara yang panas dan lembap.
- Kehamilan.
- Penggunaan pil KB.
- Faktor keturunan atau genetik.
- Penggunaan obat golongan steroid atau obat antiinflamasi, seperti prednison, deksametason, dan betametason.
Penyakit Kulit Panu - Infeksi Jamur
Penyakit kulit panu dalam istilah medis dinamai Pityriasis versicolor. Panu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Pityrosporum ovale di permukaan kulit. Panu termasuk salah satu penyakit kulit yang timbul tanpa mengenal kompromi. Penyakit kulit panu bisa timbul pada bagian tubuh mana pun. Misalnya, di dahi, pipi, tangan, kaki, perut, dada, leher, dan punggung. Namun, penyakit kulit ini lebih sering muncul di bagian punggung.
Panu memang bukan termasuk penyakit yang dapat merenggut nyawa layaknya kanker dan penyakit jantung. Namun, menderita penyakit kulit panu dapat menimbulkan rasa malu luar biasa. Terutama, bagi kaum wanita.
Bagi wanita, panu seolah jadi momok paling menakutkan. Terlebih, ada ungkapan yang menyebutkan, “Cantik-cantik kok panuan!” Ungkapan tersebut seolah menegaskan bahwa menderita panu dapat mengurangi kadar kecantikan seorang wanita.
Penyebab Penyakit Kulit Panu
Secara kasat mata, penyakit kulit panu terjadi akibat kurangnya menjaga kebersihan badan. Misalnya, jarang mandi. Bisa juga terjadi akibat keringat berlebih yang mengering dan menimbulkan rasa lengket pada kulit. Pada keadaan kulit seperti itu, jamur akan “beroperasi” dengan sangat leluasa. Panu juga bisa terjadi akibat penularan dari penderita panu lain.
Media penularan panu salah satunya melalui handuk. Misalnya, setelah mandi, Anda mengeringkan badan dengan handuk penderita panu. Masalah pemakaian handuk “bersama” memang telah menjadi hal lumrah di kalangan masyarakat. Padahal, tanpa disadari, bergantian handuk sama halnya dengan bertukar kuman atau jamur. Sama halnya dengan menggunakan sikat gigi bersama.
Penularan pun bisa terjadi melalui pakaian. Contoh sederhana, Anda meminjam baju salah satu teman yang ternyata menderita penyakit panu. Meskipun pakaian tersebut terbilang bersih, jamur yang melekat di pakaian tersebut bisa saja pindah ke tubuh Anda sehingga ikut terinfeksi jamur. Pakaian yang sudah dicuci bersih dari kotoran belum tentu bersih pula dari jamur karena jamur sifatnya tak kasat mata.
Pencegahan Penyakit Kulit Panu
Untuk melakukan pencegahan panu, dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana yang berkaitan dengan aktivitas keseharian Anda.
- Biasakan membersihkan badan dengan mandi, minimal dua kali sehari.
- Pastikan Anda tidak memakai handuk bersama orang lain, terutama dengan penderita panu.
- Jemurlah handuk setelah dipakai, jangan dibiarkan dalam keadaan basah.
- Usahakan mengganti handuk sesering mungkin.
- Jangan memakai pakaian secara bergantian dengan orang lain.
- Gantungkan atau simpan pakaian Anda di tempat yang kering. Namun, jangan terlalu lama menggantungnya karena bisa berjamur.
Pengobatan Penyakit Kulit Panu
Jika Anda sudah telanjur menderita panu, mau tidak mau, harus segera dilakukan pengobatan. Berbagai obat atau salep antijamur dapat digunakan untuk pengobatan. Selain obat-obatan kimia, panu dapat disembuhkan dengan ramuan tradisional yang dapat Anda lakukan sendiri.
Berikut ini beberapa obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit kulit panu.
- Lengkuas. Lengkuas diparut dan dicampurkan dengan garam dapur yang butirannya lebih besar seperti butiran kristal. Setelah tercampur, gosokkan parutan lengkuas pada bagian kulit yang terkena panu.
- Kunyit. Sama halnya dengan lengkuas, kunyit diparut dan dicampur dengan garam kristal. Kemudian, campuran tersebut digosokkan pada daerah yang terkena panu.
- Daun leunca. Pucuk daun leunca dicampur dengan garam kristal. Setelah tercampur, bungkus dengan daun pisang, lalu kukus. Setelah matang, gosokkan daun leunca pada bagian kulit yang berpanu.
- Daun pare. Pucuk daun pare dicampur dengan kapur sirih, kemudian dihaluskan. Setelah halus, campuran tersebut digosokkan ke area tubuh yang berpanu.
- Kulit pohon pinang. Bagian kulit pohon pinang yang masih hijau diserut dengan pisau. Kemudian, hasil serutan tersebut digosokkan pada bagian kulit yang terkena panu.
Menghilangkan Penyakit Kulit Panu Secara Alami
Penyakit kulit panu adalah penyakit yang banyak diderita oleh sebagian masyarakat. Penyakit kulit panu ini memang tidak berbahaya tetapi membuat penderitanya minder, terutama jika panu menempel di bagian tubuh yang mudah terlihat seperti di wajah, tangan, dan tengkuk. Penyakit kulit panu tidaklah mematikan jika muncul di bagian luar kulit manusia. Namun, penyakit kulit panu dianggap berbahaya jika menyerang organ dalam tubuh.
Penyakit kulit panu memang membuat para penderitanya sangat tidak nyaman karena sangat mengganggu penampilan. Bagaimana cara menghilangkan penyakit kulit panu di wajah ataupun di bagian punggung secara alami? Penyakit kulit panu merupakan penyakit kulit yang cukup mengganggu karena penyakit kulit panu yang menempel di wajah ataupun di punggung akan menurunkan kepercayaan diri seseorang. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang mencari tips alami bagaimana cara menghilangkan penyakit kulit panu.
Lalu, apa saja tips alami untuk mengobati penyakit kulit panu? Ada banyak tips sederhana untuk mengobati penyakit kulit panu secara alami. Tips-tips berikut ini bisa Anda jadikan rujukan untuk mengobati penyakit kulit panu yang diderita. Tidak ada salahnya Anda mencoba tips menghilangkan penyakit kulit panu agar panu tidak berkembang biak dan tidak membuat percaya diri Anda berkurang.
Berikut tips-tips yang dapat dilakukan untuk mengobati dan menghilangkan penyakit kulit panu di wajah, punggung, dan bagian tubuh lainnya.
- Gunakanlah Shampoo Selsun Orange 60ml sebagai salep yang dioleskan di bagian tubuh yang terdapat panu. Oleskanlah pada malam hari sebelum tidur.
- Konsumsilah kapsul sporacid 100mg sebanyak 10 tablet dan minumlah dengan dosis dua kali sehari (pagi dan sore hari).
- Saat mandi, gunakanlah sabun mandi JF Sulfur.
Sementara itu, cara menghilangkan dan mengobati panyakit kulit panu secara alami adalah sebagai berikut.
- Mengilangkan penyakit kulit panu dengan bawang putih. Caranya yaitu dengan mengambil satu suing bawang putih dan potong menjadi dua. Potongan tersebut lalu digosok-gosokkan ke bagian kulit yang terkena panu. Lakukanlah cara ini secara teratur, yaitu pada pagi, siang, dan malam hari hingga panu kering dan mengelupas. Jika telah kering, penyakit kulit panu akan hilang dengan sendirinya. Silakan coba di rumah.
- Menghilangkan penyakit kulit panu dengan ramuan jeruk nipis. Bahan-bahan yang digunakan adalah jeruk nipis dan belerang. Cara meramunya adalah dengan membelah jeruk nipis menjadi empat bagian dan tumbuklah belerang sampai halus. Jeruk yang telah dibelah menjadi empat bagian tadi lalu dicelupkan ke dalam belerang. Setelah itu, gosokkan di bagian tubuh yang terkena panu. Lakukanlah pengobatan ini setelah mandi sebanyak dua kali sehari sampai penyakit kulit panu benar-benar hilang.
Penyakit kulit panu memang tidak berbahaya, tetapi sangat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Itulah tips menghilangkan penyakit kulit panu secara alami. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

