Penyakit Mata
Ilustrasi penyakit mata
Kerap kali kita menemukan kabut pada mata orang uzur. Kabut itulah yang menurunkan kemampuan melihat, atau menimbulkan berbagai gangguan penglihatan. Kabut tersebut merupakan salah satu penyakit mata yang meresahkan. Selain mata berkabut, penyakit mata lain yang cukup mengganggu keseharian jumlahnya juga cukup banyak.
Sebagai salah satu dari lima panca indera yang dimiliki manusia, mata memiliki peranan yang sangat penting. Dengan mata, manusia bisa melihat keindahan yang ada di dunia. Maka dari itu bersyukurlah Anda karena telah dianugerahi sepasang mata yang sehat dengan cara menjaga kesehatan mata Anda dengan baik.
Kesehatan mata bagi beberapa orang bisa jadi merupakan permasalahan kesehatan yang sepele. Buktinya, masih cukup banyak manusia yang melakukan "penyiksaan" kepada mata. Seperti, membaca dalam kondisi remang-remang, membaca dalam posisi rebahan, tidak menjaga jarak pandang antara mata dan layar televisi atau komputer, serta jarang mengonsumsi makanan yang baik untuk mata.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang tanpa disadari telah menjadi gaya hidup tersebut menjadi penyebab terganggunya kesehatan mata. Akibatnya, penggunaan kacamata pun tidak bisa lagi dihindarkan. Pengobatan pun akan berbeda jika penyakit mata yang diderita berada dalam keadaan lebih serius.
Penyakit Mata – Mata Berkabut
Sejak dulu kala, katarak seakan menjadi momok bagi kaum lansia. Penyakit mata ini menimbulkan kekeruhan pada lensa mata. Akibatnya, mata seakan tampak berkabut. Kita tahu, lensa mata adalah bagian jernih pada mata yang akan menangkap cahaya dan gambar.
Dalam kondisi normal, cahaya atau gambar yang ditangkap lensa mata akan diteruskan ke retina. Lantas, bayangan yang terbentuk di retina akan diubah menjadi sinyal menuju otak. Akhirnya, image tersebut akan diterjemahkan saraf penglihatan, menjadi apa yang tampak di hadapan kita. Penyakit mata berkabut ini tidak mengizinkan itu semua terjadi pada mata manusia.
Ketika terserang penyakit mata tersebut, lensa mata menjadi buram, stimulus cahaya dan gambar yang diterima tidak akan membentuk informasi apa pun di otak. Dengan kata lain, mata yang katarak tak mampu menangkap kesan dari sekitarnya.
Alangkah kasihan orang tua kita yang mungkin menderita penyakit mata ini, bukan? Penyakit mata berkabut atau biasa disebut katarak ini pasti sangat mengganggu kegiatan mereka sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai penyakit mata berkabut atau katarak yang pastinya bermanfaat bagi kita semua.
Penyakit Mata – Penyebab Katarak atau Mata Berkabut
Proses penuaan memang kerap menjadi penyebab penyakit mata yang satu ini. Meskipun begitu, ada beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit mata ini yang tak dapat dipungkiri, yaitu:
- Faktor genetik bisa memicu katarak kongenital.
- Penyakit mata lain lain, misalnya peradangan mata dan diabetes mellitus, cenderung mengakibatkan katarak sekunder.
- Trauma atau cedera pada mata menyebabkan katarak traumatik.
- Paparan sinar radiasi.
- Pemakaian obat dalam jangka panjang, seperti obat penurun kolesterol dan diabetes mellitus.
- Kebiasaan buruk, yaitu merokok dan menenggak alkohol.
- Kekurangan zat antioksidan, terutama vitamin A, C, dan E.
Ada dua proses yang biasanya menjadi pemicu penyakit mata pada lansia, yaitu:
- Perubahan warna lensa mata. Proses ini terjadi perlahan, sejalan dengan semakin uzurnya seseorang. Penderita dengan penyakit mata seperti ini akan mengalami kerusakan di beberapa bagian matanya. Lensa mata yang semula jernih menjadi cokelat keruh. Kondisi semacam itu akan mengaburkan pandangan, walau tak sampai menghambat penerimaan cahaya di retina.
- Peningkatan protein pada lensa mata. Protein dan air merupakan dua zat dengan komposisi terbanyak di lensa mata. Kadar protein yang meningkat hingga menumpuk akan menghambat cahaya ke retina. Selain itu, lensa mata pun mengeruh. Meski berlangsung perlahan, gangguan penglihatan bisa terjadi meluas. Jika dibiarkan, penyakit mata yang satu ini bahkan bisa mengakibatkan kebutaan bagi penderitanya.
Penyakit Mata – Gejala Katarak
Kabut pada lensa mata, itulah awal mula terjadinya katarak. Penyakit mata ini memiliki proses tersendiri, yang terjadi bertahap. Karenanya, penderita tak mengeluhkan gejala katarak secara tiba-tiba.
Gejala katarak akan muncul dengan beberapa keluhan, yaitu:
- Penglihatan yang kabur dan seperti tertutup kabut.
- Ada kalanya terlalu silau saat melihat cahaya.
- Warna akan terlihat memudar.
- Kesulitan melihat di malam hari.
- Benda yang tertangkap mata terlihat ganda atau dobel.
Penyakit Mata – Penanganan Katarak
Setiap penyakit pastilah memerlukan penanganan tersendiri yang bersifat khusus dan intensif. Lain penyakit, lain pula penanganannya. Begitu juga dengan katarak. Penyakit mata berkabut ini, jika tak ditangani segera dengan tepat, justru berdampak lebih buruk dan berkepanjangan.
Kacamata atau lensa pembesar merupakan fasilitas yang dapat membantu penderita katarak ringan. Di malam hari, sebaiknya ia memakai penerangan yang lebih terang. Saat keluar rumah di siang terik, kacamata peredam cahaya matahari bisa menjadi alternatif untuk mengurangi gejala penyakit mata ini.
Operasi akan ditempuh ketika katarak sudah parah. Atau, apabila ada penyakit mata lainnya, seperti glaukoma dan retinoblastoma. Dengan operasi, lensa mata dapat diperbaiki. Lensa mata yang keruh diangkat, lantas diganti dengan lensa intra okuler. Lensa tiruan ini terbuat dari plastik, silikon, atau campuran akrilik.
Meski begitu, ada penderita yang tak bisa menerima lensa intra okuler. Beberapa keadaan tertentu—adanya penyakit mata lain, misalnya—membuatnya terpaksa menolak. Dalam kasus ini, dokter ahli mata biasanya akan menyarankan kontak lensa atau kacamata untuk memperbaiki keadaan.
Penyakit Mata – Operasi Katarak
Ada tiga jenis operasi katarak. Ketiganya memiliki teknik yang berbeda. Sebelum dilakukan operasi, dokter biasanya akan mengajak pasien mendiskusikan tentang jenis operasi yang cocok bagi sang pasien. Penanganan yang tepat pada penyakit mata ini akan berdampak baik bagi pasien, begitupun sebaliknya. Ketiga jenis operasi katarak tersebut adalah sebagai berikut
1. Operasi Penyakit Mata Katarak - Operasi Ekstrakapsuler
Penanganan pada penyakit mata yang satu ini adalah dengan operasi ekstrakapsuler. Lensa mata diangkat, namun bagian setengah selubung belakang lensa dibiarkan pada posisinya. Bagian pinggir kornea diiris kecil, menyerupai celah sempit. Lalu, lensa mata yang keruh diangkat melalui celah tersebut. Sisa-sisa lensa yang tertinggal kemudian disedot dengan alat penyedot.
2. Operasi Penyakit Mata Katarak - Operasi Fakoemulsifikasi
Disebut juga operasi katarak insisi kecil atau operasi fako. Teknik penyembuhan penyakit mata inilah yang digunakan mayoritas dokter ahli mata. Sebuah irisan kecil dibuat di bagian pinggir kornea. Lewat irisan itu, sebuah alat kecil dimasukkan. Pancaran gelombang ultrasonik dari alat tersebut akan melunakkan lensa mata, hingga hancur. Sedangkan, selubung belakang lensa mata tak diangkat.
3. Operasi Penyakit Mata Katarak - Operasi Intrakapsuler
Operasi ini mensyaratkan diangkatnya seluruh bagian lensa mata, termasuk selubungnya. Penanganan ini dilakukan jika penyakit mata berkabut sudah dalam kondisi kritis.
Penyakit mata sama halnya dengan penyakit pada umumnya. Penyakit tersebut tidak akan hadir jika tidak dirangsang oleh beberapa faktor. Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitupun dengan penyakit mata ini. Mulai sekarang, perhatikan juga kesehatan mata Anda, agar mata yang merupakan jendela hati itu terbebas dari berbagai penyakit mata.

