logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Info Kesehatan    Reproduksi Seksual

Mengenal Penyakit Menstruasi


Ilustrasi penyakit menstruasi

Masa menstruasi umumnya terjadi satu kali dalam sebulan, kecuali pada keadaan tertentu seperti sedang hamil, masa nifas, atau sedang menyusui. Pada sebagian perempuan, masa menstruasi tidak menjadi penghambat aktivitas, namun pada sebagian lainnya, masa menstruasi ini bisa menjadi sangat menyiksa karena adanya penyakit menstruasi yang menyertai.

Agar tidak sampai menghambat aktivitas dan menurunkan produktivitas kerja seorang perempuan, penyakit menstruasi ini hendaknya segera ditangani dengan benar.

Dysmenorhea

Salah satu penyakit menstruasi yang kerap dialami perempuan adalah dysmenorhea (rasa sakit ketika datang menstruasi). Ada dua jenis dysmenorhea, yaitu :

  • Jenis bawaan. Dysmenorhea jenis ini tidak disertai adanya kelainan pada alat-alat kelamin.
  • Adanya kelainan pada alat kelamin. Hal ini dapat terjadi akibat adanya peradangan pada leher rahim, tumor rahim, tumor indung telur, atau penyumbatan pada saluran rahim.

Untuk mengurangi rasa sakit yang menyerang pada saat menstruasi ini, cobalah untuk:

  • Mengurangi kegiatan kerja dan memperbanyak istirahat setidaknya dua hari sebelum tiba masa menstruasi. Berendamlah di dalam air hangat sekitar setengah jam setiap hari.
  • Jika menstruasi sudah datang, beristirahatlah di tempat tidur. Letakkan botol air panas di atas perut bagian bawah.
  • Jika masih terasa sakit, mintalah nasihat pada dokter. Dokter akan memberikan obat penenang dalam dosis ringan dan pereda rasa sakit.

Endometriosis

Endometriosis atau radang selaput rahim  ini juga menyebabkan penyakit menstruasi. Endometriosis ini berbentuk gumpalan jaringan yang dapat bergantung di usus besar bagian bawah, indung telur, atau di sembarang tempat di sekitar rahim.  Rasa sakit akibat endometriosis ini dapat dikurangi dengan menggunakan obata-obatan, namun jalan terbaik adalah dengan tindakan operasi.

Amenorrhea (Tidak Datang Menstruasi)

Seorang perempuan dalam usia subur disebut mengalami gangguan menstruasi jika tidak mendapat menstruasi dalam satu atau dua bulan. Tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk perempuan yang sedang hamil, nifas, dan menyusui.

Gangguan ini umumnya terjadi pada tahun-tahun pertama mendapat menstruasi. Jika terjadi pada usia yang lebih dewasa, amenorrhea ini bisa terjadi karena:

  • Terlalu keras bekerja
  • Kelelahan
  • Stres dan ketegangan emosi
  • Mengidap penyakit infeksi
  • Mengidap penyakit jantung
  • Penyumbatan leher rahim
  • Pembentukan alat kelamin yang tidak sempurna
  • Terlalu gemuk.

Untuk mencegah terjadinya amenorrhea ini usahakan untuk:

  • Membiasakan pola hidup sehat.
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Olahraga ringan, setidaknya setengah jam setiap hari
  • Tidur setidaknya delapan jam setiap hari
  • Hindari pekerjaan yang terlalu berat dan melelahkan
  • Hindari stres
  • Jika cara-cara ini tidak berhasil juga, segera hubungi dokter. Dokter akan segera mengambil tindakan jika ternyata ada penyakit yang menyebabkan menstruasi tidak datang.

Menopause (Mati Menstruasi)

Menopause atau berhentinya menstruasi umumnya dialami wanita yang berusia sekitar 50 tahun, bisa di usia yang lebih tua namun bisa juga terjadi pada usia yang lebih muda (menopause dini). Menopause ini terjadi secara alami pada setiap perempuan.

Menjelang masa menopause, sebagian perempuan akan mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah, lemas, sakit kepala, sakit punggung, gangguan pencernaan, sembelit, mencret, pingsan, dan payudara terasa sakit. Menopause ini bisa terjadi secara tiba-tiba, namun bisa pula terjadi secara bertahap sejak beberapa tahun sebelumnya.

Nyeri Haid

Seperti yang kita ketahui, baik pria maupun wanita, haid atau menstruasi merupakan siklus normal yang terjadi pada setiap wanita. Siklus yang menjadi bagian dari kesehatan sistem reproduksi itu menghadirkan rasa sakit yang takjarang merepotkan.

Setiap wanita pasti merasakan bagaimana nyeri haid. Setiap bulannya, secara kodrati, kaum wanita dibuat meringis kesakitan menahan nyeri di perut bahkan bisa menjalar hingga ke darah pinggang. Nyeri haid ini tidak bisa ditolak, kalaupun bisa, itu hanya diminimalisir. Karena sungguh, nyeri haid ini adalah “kenikmatan” tersendiri yang dialami oleh setiap wanita.

Nyeri haid biasanya terjadi selama beberapa hari. Anda akan merasakan sakit biasanya pada hari pertama atau kedua menstruasi. Dan kadang, rasa nyeri itu yang membuat Anda menjadi cepat marah dan sensitive. Nyeri haid tersebut umumnya terjadi di perut bagian bawah atau tengah. Nyeri haid bahkan bisa menyebar hingga pinggung, punggung dan pada.

Sensasi sakit yang disebabkan oleh nyeri haid pada setiap wanita berbeda-beda. Ada yang biasa saja, tetapi ada juga yang cukup berat. Bahkan bisa membuat lemas, pusing, demam, dan tidak nafsu makan.

Nyeri haid merupakan reaksi dari kram rahim yang disebabkan oleh rahim yang berkontraksi Selama masa menstruasi atau haid, rahim mengalami kontraksi dengan melepaskan dinding-dinding rahim atau lapisan-lapisan rahim.

Pada masa menstruasi, organ reproduksi wanita memproduksi zat prostaglandin, dan zat inilah yang bekerja merangsang agar rahim melepaskan lapisan-lapisan rahim yang memang sudah seharusnya dilepaskan.

Zat ini juga membuat pembuluh arteri serta vena berubah mengembang. Berubahnya bentuk pembuluh arteri dan vena membuat darah menstruasi mudah dikeluarkan.

Tetapi di sisi lain, mengembangnya pembuluh ini mengakibatkan turunnya tekanan darah, sehingga sangat wajar jika nyeri haid juga suka dibarengi dengan lemas dan pusing.

Nyeri haid, lemas, dan pusing semakin diperparah dengan rasa ingin muntah, mual bahkan diare. Reaksi ini juga wajar karena zat prostaglandin menjadi penyebab terjadinya kontraksi dan spasme dari otot polos yang ada di saluran gastro intestinal.

Selain disebabkan oleh rahim yang kram akibat berkontraksi, nyeri haid juga disebabkan oleh darah haid yang mengalir pada leher rahim. Jalur leher rahim yang tidak terlalu besar, dipaksa meregang oleh aliran darah atau bahkan takjarang gumpalan darah, sehingga menyebabkan rasa nyeri itu muncul.

Oleh karena itu, untuk Anda yang sudah melahirkan, penyebab nyeri haid yang satu ini tidak terlalu berpengaruh. Karena leher rahim sudah cenderung menjadi lebih lebar. Sehingga, jika Anda yang sudah melahirkan tetapi tetap merasakan nyeri haid, nyeri tersebut kemungkinan disebabkan oleh penyebab yang pertama.

Umumnya, nyeri haid memang dirasakan oleh remaja puteri yang baru mengalami kali pertama menstruasi. Tetapi, takjarang, bahkan cukup banyak, wanita dengan usia 20 tahun ke atas juga merasakan sakitnya datang bulan, terutama Anda yang merasakan jika darah menstruasi yang keluar jumlahnya sedikit lebih banyak.

Jadi, dapat dipastikan, nyeri haid ini merupakan suatu reaksi yang normal pada setiap wanita. Tetapi, ingat, boleh dikatakan normal ketika nyeri haid dirasakan tidak berlebihan, jika nyeri haid sampai membuat Anda pingsan, sebaiknya mulai berkonsultasi pada dokter. Karena rasa sakit berlebihan akibat reaksi rahim ini bisa jadi pertanda adanya sebuah kanker dalam sistem reproduksi Anda.

Nyeri haid yang membuat Anda harus mengeluarkan darah haid lebih banyak dari biasanya juga patut dicurigai sebagai adanya masalah dalam sistem reproduksi Anda.

Hal lain yang harus diwaspadai adalah bau darah yang cenderung busuk, tidak amis seperti darah pada umumnya. Sangat bijak jika Anda segera mengunjungi dokter dan menanyakan apa yang terjadi.

Cara Sederhana Meredakan Nyeri Haid

Nyeri haid memang normal, tetapi kadang kita sebagai wanita seringkali dibuat gemas. Sebabnya, ketika merasakan nyeri tersebut, ada berbagai aktivitas yang terganggu.

Kerja jadi tidak konsen, makan tidak enak, stabilitas emosi naik turun, dan hal-hal lain yang terjadi secara alami. Obat-obatan pereda nyeri haid pun tidak jarang menjadi pilihan.

Namun, sebelum Anda benar-benar memutuskan untuk membeli obat pereda nyeri haid, ada baiknya menengok beberapa cara sederhana yang bisa membantu meredakan nyeri haid yang Anda alami. Apa sajakah itu?

  • Mandi menggunakan air hangat.
  • Minum dan makan sesuatu yang hangat.
  • Kompres perut bagian bawah Anda dengan air hangat. 
  • Tidur dengan posisi lutut ditekuk, jika mau berubah posisi, sebaiknya lakukan dengan hati-hati.
  • Atau, tidur dengan posisi kaki lebih tinggi dibanding perut dan jantung.
  • Baluri perut dengan minyak kayu putih.

Intinya, buat perut Anda senyaman mungkin. Air hangat, dan minyak kayu putih yang sifatnya hangat sangat membantu meredakan nyeri haid. Sementara, untuk mencegah agar nyeri haid tidak terlalu menggangu, sebaiknya selama masa tidak haid, kurangi makanan dengan citarasa gurih, perbanyak makanan berserat, vitamin C, zat besi dan banyak minum air putih.

Itulah beberapa penyakit menstruasi yang sering melanda kaum wanita. Meski tidak semua wanita mengalaminya, namun pada umumnya ketika menstruasi penyakit tersebut sering menyerang. Jika masih dalam batas normal tidak perlu dilakukan penangan khusus, namun jika sudah diluar batas normal segerakan konsultasikan ke dokter.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami Proses Terjadinya Menstruasi
  • Kesehatan Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya
  • Tanda Menstruasi Tidak Normal
  • Mengenal Ejakulasi Dini pada Pria
  • Cara Memperpanjang Penis Ala Timur Tengah
  • Keterlambatan Haid atau Telat Menstruasi
  • Mengetahui Siklus Menstruasi pada Wanita
  • Siklus Menstruasi Normal Wanita
  • Nyeri Haid – Nyeri Bulanan Para Wanita
  • Mengenali Gejala Sakit Saat Menstruasi
  • Kapan Datangnya Menstruasi Setelah Melahirkan?
  • Risiko Bertubuh Kurus dan Cara Menggemukkan Badan yang Aman
  • Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita
  • Menentukan Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi dengan Sistem kalender
  • Mengatasi Keputihan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA