Mengenal Penyakit Menstruasi
Masa menstruasi umumnya terjadi satu kali dalam sebulan, kecuali pada keadaan tertentu seperti sedang hamil, masa nifas, atau sedang menyusui. Pada sebagian perempuan, masa menstruasi tidak menjadi penghambat aktivitas, namun pada sebagian lainnya, masa menstruasi ini bisa menjadi sangat menyiksa karena adanya penyakit menstruasi yang menyertai.
Agar tidak sampai menghambat aktivitas dan menurunkan produktivitas kerja seorang perempuan, penyakit menstruasi ini hendaknya segera ditangani dengan benar.
Dysmenorhea
Salah satu penyakit menstruasi yang kerap dialami perempuan adalah dysmenorhea (rasa sakit ketika datang menstruasi). Ada dua jenis dysmenorhea, yaitu :
- Jenis bawaan. Dysmenorhea jenis ini tidak disertai adanya kelainan pada alat-alat kelamin.
- Adanya kelainan pada alat kelamin. Hal ini dapat terjadi akibat adanya peradangan pada leher rahim, tumor rahim, tumor indung telur, atau penyumbatan pada saluran rahim.
Untuk mengurangi rasa sakit yang menyerang pada saat menstruasi ini, cobalah untuk:
- Mengurangi kegiatan kerja dan memperbanyak istirahat setidaknya dua hari sebelum tiba masa menstruasi. Berendamlah di dalam air hangat sekitar setengah jam setiap hari.
- Jika menstruasi sudah datang, beristirahatlah di tempat tidur. Letakkan botol air panas di atas perut bagian bawah.
- Jika masih terasa sakit, mintalah nasihat pada dokter. Dokter akan memberikan obat penenang dalam dosis ringan dan pereda rasa sakit.
Endometriosis
Endometriosis atau radang selaput rahim ini juga menyebabkan gangguan menstruasi. Endometriosis ini berbentuk gumpalan jaringan yang dapat bergantung di usus besar bagian bawah, indung telur, atau di sembarang tempat di sekitar rahim. Rasa sakit akibat endometriosis ini dapat dikurangi dengan menggunakan obata-obatan, namun jalan terbaik adalah dengan tindakan operasi.
Amenorrhea (Tidak Datang Menstruasi)
Seorang perempuan dalam usia subur disebut mengalami gangguan menstruasi jika tidak mendapat menstruasi dalam satu atau dua bulan. Tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk perempuan yang sedang hamil, nifas, dan menyusui.
Gangguan ini umumnya terjadi pada tahun-tahun pertama mendapat menstruasi. Jika terjadi pada usia yang lebih dewasa, amenorrhea ini bisa terjadi karena:
- Terlalu keras bekerja
- Kelelahan
- Stres dan ketegangan emosi
- Mengidap penyakit infeksi
- Mengidap penyakit jantung
- Penyumbatan leher rahim
- Pembentukan alat kelamin yang tidak sempurna
- Terlalu gemuk.
Untuk mencegah terjadinya amenorrhea ini usahakan untuk:
- Membiasakan pola hidup sehat.
- Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang
- Olahraga ringan, setidaknya setengah jam setiap hari
- Tidur setidaknya delapan jam setiap hari
- Hindari pekerjaan yang terlalu berat dan melelahkan
- Hindari stres
- Jika cara-cara ini tidak berhasil juga, segera hubungi dokter. Dokter akan segera mengambil tindakan jika ternyata ada penyakit yang menyebabkan menstruasi tidak datang.
Menopause (Mati Menstruasi)
Menopause atau berhentinya menstruasi umumnya dialami wanita yang berusia sekitar 50 tahun, bisa di usia yang lebih tua namun bisa juga terjadi pada usia yang lebih muda (menopause dini). Menopause ini terjadi secara alami pada setiap perempuan.
Menjelang masa menopause, sebagian perempuan akan mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah, lemas, sakit kepala, sakit punggung, gangguan pencernaan, sembelit, mencret, pingsan, dan payudara terasa sakit. Menopause ini bisa terjadi secara tiba-tiba, namun bisa pula terjadi secara bertahap sejak beberapa tahun sebelumnya.






