Penyakit Menular
Dewasa ini penyebab kematian yang sangat besar ditimbulkan berbagai faktor, di antaranya kecelakaan, penuaan usia, dan tentunya oleh penyakit. Banyak penyakit yang diderita terkadang luput dari pengamatan. Masyarakat sering mengabaikain rasa sakit yag tengah dideritanya. Semua ini muncul karena kurangnya pemahaman si penderita terhadap penyakitnya.
Salah satu jenis penyakit yang harus mendapat sorotan lebih, baik itu dalam pemahaman ataupun penanganannya adalah penyakit menular. Penyakit menular yang dikenal sebagai infeksi adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteria atau parasit. Penyakit ini bukan hanya merugikan Si penderita, namun bisa merugikan orang lain yang berada di sekitarnya.
Penyakit ini bisa menular kepada orang lain dengan berbagai cara, salah satunya adalah kontak langsung dengan Si penderita. Meskipun demikian, bukan berarti Penyakit ini tidak bisa dihindari. Pola hidup dan lingkungan yang sehat dapat menghindarkan Anda dari penyakit menular ini.
Mengenal Jenis Penyakit Menular
Orang yang sedang terkena penyakit pasti ingin segera sembuh dan bebas dari apa yang membuatnya tidak sehat tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumi obat entah itu berupa cairan yang disuntikan ke dalam tubuh, pil atau tablet yang ditelan, obat oles atau salep dan berbagai macam metode penyembuhan lainnya.
Lalu bagaimanakah cara mendapatkan obat yang tepat agar segera sembuh? Jalan satu satunya tentu kita harus mengenal jenispenyakit menular tersebut. Dari sini kita baru bisa mengetahui jenis obat yang kita tentukan. Dan setelah sembuh kita bisa menjaga diri agar tersebut tidak kambuh lagi. Inilah pentingnya kita mengetahui penyakit yang kita derita.
Jenis Penyakit Menular
Barikut ini ada beberapa contoh dan cara penularannya.
1. Penyakit Kulit
Ini adalah salah satu jenis penyakit menular yang banyak sekali jenisnya dan mudah menular dari satu orang ke orang yang lain. Penularan yang paling umum terjadi adalah melalui kontak langsung atau kita menggunakan barang yang juga dipakai oleh penderita. Terutama baju, handuk dan sebagainya.
2. Batuk dan Flu
Jenis penyakit menular ini juga bermacam-macam. Adapun cara penularan yang sering terjadi adalah melalui virus yang keluar dari hidung atau alat pernafasan dan mulut. Virus penyebab batuk yang keluar ini kemudian menyebar melalui udara dan masuk ke dalam tubuh seseorang sehingga dia akan tertular.
3. Demam Berdarah
Sedangkan untuk penyakit menular yang satu ini cara penularannya adalah melalui sejenis nyamuk yang suka menghisap darah orang terutama anak kecil. Bila nyamuk ini sedang membawa virus dan melakukan gigitan pada seseorang maka orang tersebut bisa terkena demam berdarah.
Demikian pula jika ada nyamuk lain yang juga melakukan gigitan. Darah yang dihisapnya juga mengandung virus dan akan menular pada orang lain yang juga terkena gigitan nyamuk tersebut.
4. Flu Burung
Beberapa waktu yang lalu penyakit menular ini menjadi sumber permasalahan yang cukup mengkhawatirkan di masyarakat. Adapun cara penularannya melalui binatang ternak terutama unggas. Dari unggas ini kemudian virus flu burung bisa menular melalui udara atau daging yang dikonsumsi dengan cara yang tidak benar.
5. Penyakit Mata
Untuk penyakit menular yang satu ini kebanyakan juga ditularkan melalui virus yang menyebar di udara serta tatap mata secara langsung dengan penderita. Jenis dan macamnya juga cukup banyak. Masing-masing perlu penanganan yang berbeda.
6. Penyakit Kelamin
Penyakit menular yang satu ini juga banyak sekali jenisnya. Cara penularan yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan badan yang tidak sehat atau sering berganti ganti pasangan. Penyakit yang timbul bukan hanya menyerang organ kelamin saja, namun juga bisa menyerang bagian tubuh yang lain.
Di luar enam contoh penyakit menular di atas tentu masih banyak lagi yang lainnya. Namun semoga saja info sederhana ini bisa punya manfaat yang cukup besar bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kesehatan.
Waspadai Wabah Penyakit Menular Cacar air
Penyakit menular yang satu ini masih sering menjadi wabah di Indonesia. Penyakit yang disebut dengan cacar air atau chicken Pox ini dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Tidak heran, dalam satu waktu penyebaran penyakit ini cepat sekali.
Jika satu di antara keluarga Anda terkena penyakit cacar air ini, segeralah bawa ke Dokter untuk mendapatkan pengobatan segera mungkin dan usahakan tidak terlalu banyak kontak fisik dengan anggota keluarga yang lain.
1. Penyebab Cacar Air
Penyebab cacar air ini adalah adanya infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Penyakit yang disebarkan secara aerogen atau menyebar lewat udara ini dengan sangat mudah menyebar dan menulari orang lain di sekitarnya. Selain itu, virus ini mudah menular dengan kontak fisik dari penderita ke orang yang sehat melalui cairan dari lepuhan kulit.
2. Gejala Cacar Air
Mengenali gejala umum yang terjadi saat terkena penyakit cacar air, adalah penting, agar lebih cepat ditangani dan diobati. Seperti pada penyakit menular lainnya yang disebabkan adanya serangan virus, gejala awal yang tampak adalah badan menjadi cepat lemah, lesu, badan berasa tidak enak, pusing/sakit kepala, nyeri sendi dan demam.
Pada anak-anak gejala ini biasanya hanya gejala awal yang ringan, hanya saja yang perlu diwaspadai saat demam tinggi. Sehari sampai tiga hari setelah gejala awal, muncul bintik-bintik merah yang berukuran kecil yang membentuk papula (menonjol) berisi cairan.
Biasanya, bintik-bintik ini bermunculan pertama kali di daerah dada, perut atau punggung. Setelah itu barulah menyebar ke bagian tubuh lain. Biasanya akan terasa gatal.
Bintik yang berisi cairan ini akan pecah dan berbentuk lepuhan. Lepuhan ini akan mengering dan akan hilang bekasnya. Asalkan tidak digaruk atau dipecahkan, bekas lepuhan akan hilang tanpa membekas.
3. Pengobatan dan Pencegahan Cacar Air
Dokter biasanya memberikan pengobatan cacar air dengan pemberian salep maupun obat yang mengandung Asiklovir 5 % (anti virus). Salep biasanya dioleskan pada lepuhan yang sudah pecah saja. Salep ini akan mempercepat keringnya lepuhan tersebut.
Penderita cacar air disarankan untuk tetap mandi seperti biasa, untuk memperkecil lingkup penyebaran penyakit ini. Gunakan sabun antiseptik ataupun larutan antiseptik seperti larutan PK saat mandi. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, perbanyak vitamin seperti vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh. Hindari kontak fisik dengan penderita karena virus mudah menyebar.
Pisahkan pakaian maupun tempat tidur pada anak-anak. Imunisasi cacar air berupa vaksin varisela bisa diberikan sejak anak berusia 12 bulan. Tetapi, karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh, maka kuatnya daya tahan tubuh menjadi penting.
Ibu yang sedang hamil sangat rentan terhadap penyakit cacar air ini. Penularan dapat terjadi melalui plasenta dari Ibu hamil pada bayi yang dikandung. Orang yang pernah menderita penyakit cacar air ini akan memiliki kekebalan dan tidak akan terkena lagi. Tapi, tetap harus diwaspadai karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Saat badan kita lemah, maka dapat tertular penyakit cacar air ini.

