Penyakit pada Telinga yang Menyerang Balita
Ilustrasi penyakit pada telinga
Menjaga kesehatan pastilah menjadi prioritas. Karena dengan badan yang sehat, kita bisa melakukan apapun yang disukai. Upaya untuk menjaga kesehatan pun dilakukan. Terutama jika ini berkaitan dengan kesehatan buah hati. Mewaspadai penyakit pada telinga yang menyerang putra-putri Anda perlu dilakukan. Jika tidak, hal tersebut bisa sangat berbahaya.
Penyakit pada Telinga, Pentingnya Memerhatikan Kesehatan Anak
Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali melihat anak-anak tumbuh sehat. Begitulah yang banyak dirasakan oleh para orangtua. Tidak heran, jika pada akhirnya, anak-anak mencap orangtua mereka dengan sebutan "cerewet" berkenaan dengan hal ini. Padahal, itu adalah bentuk kekhawatiran para orangtua.
Jangan heran, jika sampai detik ini, Anda masih diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan oleh orangtua. Nasihat-nasihat seperti jangan begadang, jangan makan-makanan instant terlalu sering, jangan terlalu banyak merokok, bahkan mungkin jangan lupa minum susu, merupakan nasihat-nasihat ajaib yang selalu datang setiap kali memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan orangtua. Itu karena mereka khawatir.
Oleh karena itu, bahkan sejak dalam kandungan, kesehatan Anda menjadi prioritasnya. Dan Anda yang kini sudah berubah status menjadi orangtua, pasti merasakan apa yang dirasakan orangtua kita pada masa lalu.
Informasi yang berkenaan dengan kesehatan balita pasti menarik perhatian Anda. Informasi tentang penyakit, termasuk penyakit pada telinga yang menyerang putra dan putri Anda akan menjadi perhatian Anda. Setidaknya lakukan hal ini sebagai upaya pencegahan.
Menjadi orangtua yang cerdas adalah salah satu hal yang dibutuhkan anak agar ia juga dapat tumbuh dengan sehat. Jika Anda tidak membuat diri sendiri pintar dengan membaca berbagai informasi seputar kesehatan anak, lantas siapa yang mau peduli? Siapa yang mau membacakan informasi untuk Anda? Menunggu orang lain memberitahu rasanya bisa dijadikan pilihan terakhir. Selama Anda bisa berupaya sendiri, mengapa harus menunggu orang lain?
Jangan Sepelekan Penyakit pada Telinga!
Penyakit pada telinga yang menyerang putra dan putri Anda mungkin terasa tidak begitu mengancam. Karena Anda berpikir, telinga bukan termasuk organ penting yang harus dikhawatirkan. Jika ada masalah, paling berhubungan dengan kebersihannya. Mulai sekarang, ubah pemikiran Anda. Penyakit pada organ ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditanggulangi.
Apakah bayi Anda pernah mengalami flu yang memburuk dan kira-kira 5 hari kemudian diikuti demam serta telinga mengeluarkan cairan berwarna bening bercampur nanah? Jika ya, kemungkinan besar bayi Anda mengalami infeksi telinga, sebuah penyakit pada telinga yang umumnya menyerang balita. Jika dalam kondisi parah, penyakit ini pun dapat menghilangkan pendengaran secara permanen.
Risiko kehilangan pendengaran yang dialami putra dan putri pasti menyedihkan bagi Anda. Anak-anak yang seharusnya bisa menikmati kehidupan dengan sukacita, terpaksa seolah diasingkan oleh keadaan. Karena, itu tadi, ia tidak dapat mendengar apa yang terjadi di lingkungannya dengan baik.
Lalu, seperti apa mulanya penyakit pada telinga yang menyerang anak-anak?
1. Waspadai Flu yang Kian Memburuk
Flu merupakan penyakit yang seringkali menyerang balita. Jika bayi Anda terkena flu yang ditandai dengan hidung beringus tanpa disertai demam dan bayi masih tampak ceria, Anda tidak perlu membawanya ke dokter. Flu biasanya akan hilang sendiri setelah tiga sampai lima hari.
Jika dalam jangka waktu lima hari flu belum mereda dan malah memburuk (disertai demam), sudah saatnya Anda menghubungi dokter karena bisa saja bayi Anda mengidap penyakit lain, seperti infeksi telinga.
Jangan sepelekan flu yang tidak sembuh beberapa hari pada balita Anda. Segera periksakan. Karena penyakit serius ini bisa jadi berawal dari sesuatu yang dianggap ringan.
2. Mengapa Balita Rentan Terkena Infeksi Telinga?
Lalu, mengapa penyakit pada telinga bisa bermula dari flu? Jawabannya terdapat pada pola kebiasaan mereka dan struktur telinga bayi yang memang berbeda dengan orang dewasa. Bayi yang terkena flu umumnya menolak untuk membuang ingusnya. Meskipun telah banyak alat penyedot ingus (respirator hidung) yang dijual di apotek-apotek, banyak dari orang tua yang merasa belum terbantu dengan alat ini.
Alasannya bayi mereka memberontak, membanting respiratornya, atau malah menendang orangtuanya.Dalam kondisi demikian, orangtua seringkali memilih untuk kalah dan merasa lemah menaklukkan bayinya. Lalu, berpura-pura bahwa semua akan baik-baik saja. Jangan salah. Struktur telinga bayi yang berbeda dari orang dewasa membuat ingus balita yang tidak dibuang dengan paksa tadi terperangkap di telinga bagian tengah (di tuba estachius).
Struktur tuba estachius yang pendek dan lebar ternyata membuat kuman dan lendir mudah memasuki telinga melalui kerongkongan. Jika ini terjadi, bayi Anda akan mengalami infeksi telinga.Itulah sebabnya salah satu gejala penyakit ini adalah mengeluarkan cairan yang berwarna bening dan kuning seperti nanah. Cairan tersebut adalah ingus dan bakteri atau kuman yang terperangkap.
Akan tetapi, tidak semua gejala infeksi telinga selalu disertai dengan keluarnya cairan dari telinga. Pada kasus yang lebih ringan, telinga tidak mengeluarkan cairan, tetapi badan bayi Anda mengalami demam dan sangat rewel. Terutama, di malam hari. Bayi yang terkena infeksi telinga akan susah tidur dan menangis terus-menerus. Dia juga akan mudah sekali marah.
Pehatikan gejala-gejala yang timbul pada putra dan putri Anda, terutama jika Anda memiliki anak usia bayi. Jika ada sesuatu yang sekiranya tidak terlihat seperti biasanya, segera bawa bayi Anda ke dokter. Jangan ambil risiko dengan menganggapnya sebagai penyakit ringan.
Penyakit pada Telinga, Pencegahan dan Pengobatan
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan agar bayi terhindar dari penyakit pada telinga atau infeksi telinga adalah sebagai berikut.
- Berikan ASI. Pemberian ASI mengurangi risiko terkena infeksi telinga.
- Kendalikan alergen. Alergen makanan, terutama produk olahan berbahan susu, turut berperan atas terjadinya infeksi telinga.
- Minimalisasi kontak dengan anak yang sakit agar tidak tertular pengakit (flu).
- Beri makan dalam posisi tegak lurus terutama ketika bayi sedang menyusu. Kondisi ini mengurangi kesempatan cairan terperangkap di telinga tengah.
- Rawatlah flu dengan baik
- Jaga lintasan hidung agar tetap bersih (dengan cara membuang ingus bayi agar tidak ada ingus yang terperangkap di telinga tengah).
Jika bayi Anda terserang infeksi telinga, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memberinya paracetamol untuk mengurangi rasa sakit dan obat tetes telinga. Dosis paracetamol pada bayi 1 sendok teh (5 ml) diminum 3 kali sehari. Sementara pemberian obat tetes telinga, disesuaikan dengan tingkat parahnya infeksi.
Jika gejala infeksi telinga tidak sampai membuat bayi Anda mengeluarkan cairan atau lendir yang mirip nanah dari telinganya, mungkin Anda dapat memberinya 1 tetes dua kali sehari. Akan tetapi, dalam kasus yang lebih parah (telinga mengeluarkan cairan), diperlukan 1 atau 2 tetes 3 kali sehari.
Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan. Jika kondisinya tidak terlalu parah, infeksi akan sembuh dalam waktu kurang lebih tiga hari. Namun, jika dalam jangka waktu tersebut infeksi tidak membaik, antibiotik mungkin diperlukan. Infeksi telinga yang sangat parah dapat menghilangkan fungsi pendengaran secara permanen.
Membaca informasi di atas mengenai penyakit pada telinga yang menyerang bayi, semoga bisa membuat Anda lebih berhati-hati. Intinya, jangan sepelekan penyakit ringan. Sigap ketika kondisi kesehatan anak sedikit menurun. Cari tahu informasi sebelum memutuskan untuk pergi ke dokter! Jadilah orangtua yang cerdas!

