logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Artikel Umum Psikologi    Penyakit Psikis

Hati-Hati dan Waspadalah! Penyakit Psikis Bisa Bikin Gila

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Hidup penuh tantangan, penuh rintangan. Tapi di situlah seni membangun kehidupan yang membuat hidup lebih hidup. Kadang kala hidup memang membuat kita lelah, letih, lesu, tak berdaya. Pikiran terlalu berat karena permasalahan hidup yang sudah begitu lama tak terselesaikan.

Merasa sendirian dalam menghadapi masalah tersebut. Inilah tanda-tanda penyakit psikis yang mulai mendatangi jiwa-jiwa yang sedang menggapai-gapai pegangan agar tak jatuh. Lalu, bagaimana mengatasi penyakit psikis ini?

Hati-hati dan Waspadalah!

Perasaan tertekan terus-menerus bisa berdampak negatif kepada kesehatan fisik. Kepala pusing separuh atau kepala terasa sangat berat. Tubuh lemas dan mudah terserang kantuk. Jangan-jangan beban psikis yang sudah terlalu lama dibiarkan telah berubah menjadi penyakit psikis.

Bila sudah berupa penyakit, maka bantuan obat-obatan bisa saja dibutuhkan. Bila obat sudah digunakan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah baru. Misalnya, rasa ketergantungan pada obat anti-depresan atau gangguan ginjal.

Penyakit fisik juga bisa menjadi penyebab penyakit psikis. Pikiran yang selalu tertuju bagaimana mengobati penyakit fisik atau ketiadaan dana untuk berobat bisa jadi membuat penyakit psikis semakin tumbuh subur di dalam diri.

Penyakit psikis memang tidak langsung terlihat. Tapi secara perlahan dan pasti dia akan menggerogoti fisik. Mata cekung tak bersinar dengan tatapan kosong adalah salah satu ciri penyakit psikis. Sakit lambung yang tidak disebabkan oleh makanan tertentu tapi hanya karena merasa gugup atau karena demam panggung, bisa menjadi penyebab penyakit psikis bila tidak ditanggulangi secara tepat.

Stress, emosi yang tak terkendali, sulit tidur, dan tidak punya nafsu makan, adalah di antara tanda-tanda adanya gangguan pada psikis. Keadaan keluarga yang tidak harmonis, beban pekerjaan yang terlalu berat, kenakalan anak, musibah yang menimpa, kehilangan orang-orang terkasih, juga bisa membuat hati dan pikiran tak menentu.

Ketidakterarahan pikiran inilah yang membuat psikis sakit. Obatnya adalah:

  • Jujurlah pada diri sendiri bahwa diri ini sedang menghadapi masalah. Katakan bahwa masalah ini cukup berat dan butuh bantuan orang lain. Rengkuhlah masalah itu. Rasakanlah seperti merasakan dekapan kekasih yang begitu dirindu. Nikmatilah tekanan yang disebabkan oleh masalah tersebut.
  • Menangislah. Menangislah di hadapan orang yang terpercaya. Ceritakanlah permasalahan yang sedang dihadapi. Pengungkapan rasa getir ini dapat mengurangi beban mental.
  • Dengarkanlah musik yang menenangkan. Misalnya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Sami Yusuf. Suaranya yang jernih dengan musik keindia-indiaan, cukup menyentuh qolbu. Bernyanyilah, menarilah, nikmatilah setiap alunan musiknya.
  • Makan makanan yang dapat meringankan stress, seperti, pisang yang banyak mengandung potassium, coklat, teh hijau hangat, sup ayam kampung.
  • Berolah ragalah. Berkeringat dan perasaan lelah setelah olah raga dapat membuat tubuh terasa segar.
  • Menulislah. Tuangkan semua rasa sedih, duka lara itu ke dalam tulisan. Buatlah artikel, puisi, cerita pendek atau apapun bentuknya.
  • Bacalah buku atau Al-Qur’an.
  • Jalan-jalanlah. Lihatlah kehidupan yang lebih getir dari hidup Anda. Bersyukurlah akan keadaan Anda sekarang.
  • Sibukkanlah diri Anda dengan berbagai kegiatan yang benar-benar Anda senangi.
  • Berkumpullah dengan teman-teman yang baik.
  • Yakinlah bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Setiap mahluk pasti mempunyai masalah.
  • Pasrahkan semuanya kepada Sang Khalik. Tiada daya upaya yang akan berhasil tanpa ijin-NYA.

Kepasrahan pada Yang Kuasa adalah obat mujarab terbaik bagi penyakit psikis. Carilah kedamaian dalam do’a. Rebahkanlah jiwa dalam kehangatan malam yang dipenuhi dengan harapan-harapan penuh sinar kenyataan. Belailah jiwa yang gelisah dengan air wudhu.

Sentuhlah mata-mata nan bersedih dengan lembutnya tangan-tangan tulus yang hangat. Yakinlah jiwa itu akan terarah lagi. Jiwa itu akan menjadi penuntun yang akan membuat emosi terkendali lagi. Jangan biarkan jiwa nan suci itu terpeleset ke jurang nan curam hingga mati terbenam dalam lumpur pekat kegelapan hati.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Makalah Psikologi – Emosi dan ‘Lie Detector’
  • Saling Ketergantungan dalam Pembelajaran Kooperatif
  • Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
  • Psikologi Keluarga dan Fenomena Bunuh Diri
  • Mengobati Stres dengan Berzikir
  • Pengaruh Kesehatan Seksual bagi Psikologi Pasangan
  • Berbagai Perasaan Lelaki Ketika Melihat Wanita
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA