Penyakit SARS, Penyakit Baru yang Menggemparkan
Beberapa tahun yang lalu dunia sempat heboh. Kehebohan ini terjadi lantaran banyaknya orang meninggal dunia akibat suatu penyakit aneh. Saat itu, di China tercatat kasusnya mencapai angka 8096 dan merengggut kematian sebanyak 774 jiwa. Nama penyakitnya adalah SARS.
Tentang SARS
SARS (Severe Acute Respiratoty Syndrome) adalah suatu jenis penyakit pernapasan akibat virus yang pertama kali terjadi di beberapa negara Asia. Penyakit ini kemudian menyebar ke Amerika dan Eropa. Virusnya bernama SARS-CoV (SARS Coronavirus) yang menyerang saluran pernapasan bagian atas.
Para ahli percaya, SARS pertama kali berkembang di dalam tubuh binatang. Hal ini berdasarkan temuan mereka akan virus yang sama di dalam tubuh musang. Musang ini di Cina dikonsumsi sebagai makanan saat keadaan terdesak.
Penyebaran SARS
Seperti halnya penyakit pernapasan lain, SARS terjadi akibat adanya kontak langsung dengan air ludah atau cairan yang tersembur saat batuk. Jadi, Anda tidak akan tertular oleh penderita SARS jika hanya lewat sebentar saja. Butuh kontak intens agar virus itu bisa menyebar.
Misalnya saja berada dalam satu ruangan tertutup dalam waktu lama. Bahkan ibu (penderita SARS) yang melahirkan bayi tidak akan dapat menularkan SARS kepada bayinya saat melahirkan.
Gejala SARS
Gejala penyakit SARS yang terjadi biasanya adalah demam, batuk kering, napas pendek, susah bernapas (sesak), sakit kepala, sakit otot, sakit tenggorokan, diare, malaise (gelisah), dan hilang selera makan. Gejala-gejala tersebut bisa terjadi selama 3 hingga 7 hari atau paling lama 10 hari.
Pengobatan SARS
Pengobatan para penderita SARS biasanya dilakukan dengan perawatan intensif di rumah sakit, terutama jika terjadi sesak napas. Penderita akan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak menyebarkan virus ke mana-mana.
Obat yang dipakai biasanya adalah obat yang mengandung kortikosoid dan antivirus ribavirin. Walaupun demikian, obat ini belum 100% efektif mengobati SARS. Dan sampai saat ini belum ada satu pun obat yang efektif dalam mengobati SARS.
Kematian penderita pasien biasanya adalah karena adanya penyakit lain yang ada di dalam tubuh penderita, misalnya saja diabetes dan penyakit jantung.
Pencegahan SARS
Cara paling baik dalam mencegah SARS adalah dengan menghindari area/ tempat terjadinya kasus SARS. Tak hanya itu, menghindari kontak intensif dengan orang-orang yang terinfeksi (penderita) SARS juga mutlak dilakukan.
Berbagai cara yang mengurangi risiko terjangkitnya penyakit SARS juga penting untuk dilakukan. Misalnya saja adalah dengan sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan beralkohol.
Gunakan juga masker penutup hidung untuk melindungi/ mengurangi kemungkinan udaran yang tercemar virus SARS masuk ke dalam sistem pernapasan. Kebiasaan Negara Jepang dalam memakai masker di tempat umum sepertinya memang harus ditiru. Sekali pun sedang tidak menyebar wabah penyakit tertentu.






