Gejala Dan Pengobatan Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah penyakit yang sudah sangat lama kita kenal. Penyakit ini bisa menyerang hampir seluruh bagian tubuh manusia. Tetapi yang paling sering terserang adalah organ paru. Indonesia menempati urutan ke-3 tertinggi di dunia setelah Cina dan India dalam hal jumlah penderita TBC terbanyak setiap tahunnya.
Penderita TBC dapat menularkan penyakitnya melalui batuk, terutama penderita dengan batuk berdahak atau bahkan berdarah. Dengan kondisi lingkungan yang sangat padat penduduk, kemungkinan proses penyebarannya menjadi semakin cepat.
Penyebab TBC adalah kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat hidup dalam lingkungan manapun. Kuman ini dapat menetap di udara selama 1-2 jam lho. Apalagi, dengan didukung suasana yang lembab dan gelap, kuman ini dapat bertahan selama berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan.
Gejala
Gejalanya bisa bermacam-macam. Bahkan ada juga penderita yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kita harus waspada jika beberapa gejala berikut ini ada pada diri kita:
- Demam. Biasanya tidak begitu tinggi, hampir mirip influenza. Tetapi dapat pula demamnya sangat tinggi. Demam ini hilang timbul dan biasanya terjadi pada saat menjelang malam hari. Bila reda akan disertai dengan keringat dingin.
- Batuk. Bisa dimulai dengan batuk kering yang kemudian berkembang menjadi batuk berdahak. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat menjadi batuk berdarah karena ada pembuluh darah yang pecah.
- Berat badan turun drastis, bisa sampai >10 kg. Hal ini disebabkan nafsu makan penderita hilang.
Pengobatan
Pengobatan penyakit TBC memerlukan waktu selama minimal 6 bulan. Pengobatan yang lama ini tidak jarang menimbulkan kebosanan pada penderita sendiri.
Sehingga diperlukan adanya orang yang menjadi PMO (Pendamping Minum Obat) yang akan selalu mengingatkan dan memberi motivasi agar minum obat secara teratur. Jika tidak demikian, apabila pasien kurang motivasi akan terjadi kegagalan dalam pengobatan TBC.
Hal lain yang bisa menyebabkan kegagalan pengobatan:
- Dosis obat tidak cukup dan kombinasi kurang. Bisa juga karena kuman sudah kebal obat. Maka untuk menghindarinya, penderita sebaiknya tidak membeli obat sendiri di apotek atau toko obat.
- Berhenti minum obat karena merasa sudah sembuh. Sebaiknya buang jauh-jauh keinginan untuk berhenti minum obat, karena kuman TBC masih belum mati semuanya. Sehingga bisa menyebabkan kekambuhan yang lebih parah lagi.
Pencegahan penyakit TBC dengan vaksinasi BCG pada saat bulan pertama lahir masih cukup efektif. Sehingga, disarankan agar bayi baru lahir segera diberi imunisasi BCG sehingga tidak mudah tertular TBC.






