Penyakit Usus yang Mengganggu Metabolisme Tubuh
Ilustrasi penyakit usus
Usus merupakan organ tubuh terpenting dalam proses pencernaan. Ada tiga bagian usus beserta fungsinya, yaitu usus besar atau colon yang menyerap air dari feses, usus kecil atau usus halus yang sebagian besar berfungsi menyerap sari-sari makanan, dan usus dua belas jari yang menyalurkan makanan ke usus halus. Bila ketiganya tidak berfungsi dengan baik bukan tidak mungkin terdapat penyakit usus di dalamnya sehingga keseluruhan pencernaan Anda jadi terganggu.
Penyebab Berbagai Penyakit Usus
Kesehatan organ pencernaan yang terganggu dapat menurunkan metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola hidup dan ritme kerja Anda saat beraktifitas. Untuk itu perlu diketahui faktor apa sajakah yang bisa menyebabkan kesehatan organ pencernaan kita terganggu. Makanan yang tidak seimbang, pola hidup yang tidak teratur dan kurangnya istirahat bisa menjadi cikal bakal menurunnya stamina. Juga faktor lainnya seperti bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh serta kurang menjaga kebersihan.
Macam-macam penyakit yang biasa menyerang organ pencernaan di antaranya sariawan, amandel atau tonsil, maag, diare, konstipasi atau sembelit, hemoroid atau wasir, dan kanker usus. Satu saja penyakit tersebut menjangkiti tubuh kita, maka seluruh proses pencernaan tidak dapat bekerja dengan baik sehingga mengakibatkan gangguan pencernaan dan menurunnya stamina. Terutama pada bagian organ usus yang sangat berperan penting.
Seperti diare yang sering datang tiba-tiba. Penyakit ini menyerang mukosa usus atau lapisan kulit dalam usus yang bertugas mengabsorpsi sari-sari makanan. Ketika diare datang, otot-otot usus bekerja secara berlebihan akibatnya makanan tidak terserap secara sempurna. Kebanyakan diare timbul karena infeksi akibat bakteri atau kesalahan pemberian makanan pada anak balita yang belum siap menerima makanan padat. Kebersihan yang tidak terjaga seringkali menjadi penyebab utama. Anak balita terkadang sembarangan makan benda-benda yang ia temukan di sekitarnya. Maka dari itu, orangtua hendaknya memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar juga makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.
Penyakit Usus: Radang Usus Buntu
Salah satu penyakit yang lazim diderita organ usus adalah radang usus buntu atau yang biasa disebut usus buntu saja. Penyakit ini sebenarnya terjadi bukan akibat bakteri atau virus yang memasuki usus, melainkan makanan yang ‘nyasar’ ke usus buntu alias apendiks. Usus buntu sendiri merupakan organ seukuran jari yang menempel di usus besar, letaknya di sisi kanan bawah perut. Meskipun disebut usus, usus buntu tidak diketahui fungsinya. Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa usus buntu erat kaitannya dengan penjagaan sistem kekebalan tubuh.
Radang usus buntu adalah keadaan ketika terdapat zat yang tersasar (bisa berupa lendir, feses, dan sebagainya) ke dalam usus buntu sehingga lama-kelamaan mengeras seperti batu. Reaksi usus buntu dalam menghadapi benda asing ini adalah dengan membengkaknya jaringan limfatik usus buntu dan menutupnya pembukaan jalan masuk usus buntu.
Infeksi dapat terjadi akibat munculnya bakteri dari dinding usus, sehingga akhirnya timbullah radang yang disebut radang usus buntu. Pengobatan radang usus buntu dilakukan melalui jalan operasi pengangkatan organ usus buntu. Berikut ini adalah gejala-gejala usus buntu yang patut diwaspadai:
-
Pusar terasa nyeri. Umumnya, rasa sakit timbul di bagian kanan bawah perut. Namun sebelum rasa sakit di area itu muncul, terlebih dahulu timbul rasa nyeri di area pusar. Rasa nyeri ini terasa memburuk saat hendak memindahkan kaki, bersin, batuk, serta tersentak ketika berkendara.
-
Nyeri yang cepat memburuk. Rasa nyeri di area kanan bawah perut semakin lama terasa semakin parah, bahkan membuat penderita bisa terbangun jika merasakan nyeri saat tertidur. Nyeri yang awalnya terasa biasa saja dapat menjadi sangat memburuk dalam hitungan jam.
-
Demam serta menggigil. Gejala lainnya adalah merasa sakit perut dibarengi demam dan tremor (menggigil). Demam akibat usus buntu mencapai lebih dari 39°C disertai rasa nyeri hebat pada perut sampai penderita tak sanggup berdiri.
-
Mual dan muntah hingga hilang nafsu makan. Mual dan muntah yang tak kunjung hilang setelah lebih dari 2 hari dibarengi rendahnya nafsu makan muncul di samping demam.
-
Diare atau sembelit. Karena menyerang usus, otomatis pembuangan saluran cerna terganggu. Hal ini terlihat dari susah buang air besar disertai dengan sakit perut sebelah kanan bawah atau diare disertai lendir (juga disertai sakit perut kanan bawah.
-
Perut terasa kembung, terutama saat baru bangun tidur. Gejala ini dibarengi dengan kesulitan membuang gas (kentut) dan rasa nyeri di usus.
Berbagai Penyakit Usus Lainnya
Selain radang usus buntu, ada berbagai penyakit lain yang bisa menimpa usus. Di antaranya adalah penyakit usus inflamartorik, kanker usus besar atau kanker kolon, sembelit, dan radang usus besar.
1. Penyakit usus inflamartorik
Inflamartorik adalah penyakit yang menyerang usus dan belum benar-benar dipahami etimologinya. Penderita inflamartorik menunjukkan berbagai gejala, seperti demam, penurunan berat badan, anoreksia, merasa tak nyaman pada perut, merasa mendesak ingin buang air besar, diare, hingga pendarahan rektal. Ini adalah penyakit kronis yang amat mengganggu penderitanya. Penanganannya adalah dengan dilakukan pembedahan berulang lagi.
2. Kanker usus besar atau kanker kolon
Kanker ini terjadi akibat tumbuhnya sel kanker di area kolon. Sel-sel kanker tersebut disebut polip. Tumbuhnya polip tidak menimbulkan gejala, sampai kemudian polip membesar dan menimbulkan kanker kolon. Pada tahap tersebut, penderita sudah mencapai stadium akhir sehingga sulit ditangani. Kanker ini biasanya menyerang pria maupun wanita usia 48 – 85 tahun, dan tidak bersifat genetis.
3. Sembelit
Sembelit atau susah buang air besar adalah penyakit di mana usus tersumbat. Ini disebabkan oleh kurangnya kandungan serat dalam makanan, terlalu sering menahan buang air besar atau buang air, dan teracuninya bagian usus besar. Berbagai sebab tersebut mengakibatkan otot dan urat saraf di usus besar dan perut kurang berkoordinasi sehingga pergerakan pembuangan menjadi abnormal.
4. Radang usus besar
Penyakit ini dikenal juga dengan nama Colitis. Radang usus besar timbul akibat terjadinya sembelit berkepanjangan, perasaan gelisah berlebihan, atau keguguran pada wanita. Ketiga aspek tersebut menyebabkan kurangnya zat organik di tubuh yang dapat melancarkan tugas usus besar. Radangnya bisa muncul di lapisan permukaan usus besar maupun di area dubur; bahkan bisa di kedua-duanya.
Tips Pencegahan Penyakit Usus
Mencegah memang jauh lebih baik daripada mengobati. Sakit itu membutuhkan biaya yang relatif tidak sedikit, untuk pengobatan dan pemulihan, belum lagi bila ada efek samping yang ditimbulkan akibat proses pengobatan. Ada beberapa tips untuk mencegah penyakit organ pencernaan khususnya usus, di antaranya:
-
Membeli makanan mentah seperti daging dan sayuran hendaknya memperhatikan kesegarannya.
-
Perhatikan cara mengolah makanan, daging diusahakan benar-benar matang agar bakterinya mati, karena proses pencucian tidak menjamin hilangnya bakteri.
-
Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sebelum dan sesudah makan.
-
Perhatikan kandungan gizi dari makanan yang akan kita makan, apakah sudah memenuhi gizi seimbang atau belum. Mengkonsumsi makanan berserat sangat membantu pencegahan konstipasi.
-
Makan, minum, olahraga, istirahat, dan buang air teratur. Jangan menahan bila sudah saatnya buang air. Minum air putih juga bisa memberi asupan mineral yang sangat diperlukan tubuh.
Selamat beraktivitas dan tetap semangat menjaga kesehatan tubuh dari penyakit usus!

