Macam-macam Penyakit Waktu Hujan
Musim hujan sudah datang. Terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrim. Bersamaan dengan hal tersebut, seakan-akan musim hujan juga menandakan datangnya berbagai penyakit. Hal ini disebabkan kelembaban yang tinggi sehingga membuat banyak penyakit yang semula tertidur, mulai bergerak dan bangkit.
Inilah beberapa macam penyakit waktu hujan.
Influenza
Ini adalah penyakit yang umum terjadi pada tiap orang. Sebenarnya, penyakit ini tidak mengenal musim, namun seringkali terjadi di musim penghujan. Hal itu terjadi karena musim penghujan membuat daya tahan tubuh seseorang melemah akibat udara dingin.
Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bergerak di udara. Gejala umumnya, demam yang disertai nyeri otot kepala, bersin-bersin, dan hidung berair.
Bila Anda sudah merasakan gejala tersebut, berarti Anda terserang Influenza. Obatnya cukup dengan istirahat yang banyak, makanan yang bergizi, dan minum vitamin C. Anda tidak perlu ke dokter. Namun, hati-hati. Walaupun Influenza adalah penyakit yang umum ada di masyarakat dan penyebab utamanya virus, ada saatnya ketika tidak beristirahat cukup, bakteri akan masuk ke dalam tubuh.
Indikasi bahwa bakteri sudah masuk ke dalam tubuh adalah lendir di hidung berubah warna menjadi hijau, lalu batuk pun menjadi dahak. Itu berarti Anda sudah terserang bakteri. Butuh antibiotika untuk membunuh bakteri.
Kalau Anda enggan ke dokter tidak masalah, asal tetap mengonsumsi vitamin C dan istirahat serta makan yang banyak. Dengan begitu, Anda akan lekas pulih.
Demam Berdarah
Nah, untuk penyakit yang satu ini, Anda harus waspada. Demam berdarah atau biasanya disingkat menjadi DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.
Awalnya, virus ini berkembang dengan menjadikan nyamuk Aides sebagai perantaranya sebelum kemudian menulari manusia. Ketika dia masuk ke tubuh manusia, virus DBD membutuhkan waktu untuk inkubasi selama tiga hari. Setelahnya, manusia yang terjangkiti DBD akan merasakan gejalanya selama tujuh hari.
Tiga hari demam tinggi. Setelahnya, tiga hari demam menurun. Saat demam turun inilah, tubuh manusia berada dalam kondisi kritis karena saat itu virus DBD sedang melakukan menyerangan secara gencar. Bahkan, bisa menyebabkan kematian.
Pada beberapa penyakit, gejala demam sering terjadi. Penyakit DBD, tipus, dan gondongan memiliki gejala awal yang sama. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan darah di laboratorium, baru kemudian bisa dianalisis sakit sang pasien.
Untuk menghindari DBD, Anda harus memperhatikan kebersihan, terutama dalam masalah air. Pastikan tidak ada air tergenang. Bila memang punya tempat penyimpanan air, pastikan tempat tersebut tertutup. Nyamuk sangat suka berkembang di tempat air yang diam. Bila airnya bergerak, nyamuk tidak bisa mendiaminya.
Salesma
Sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus. Biasanya, diderita oleh orang-orang di musim penghujan. Sakit ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kehujanan, minum es, masuk angin, dan sebagainya.
Tanda-tanda bahwa seseorang menderita salesma adalah kesulitan bernafas karena hidung tersumbat. Kadang terjadi batuk, lalu kerongkongan terasa kering dan gatal. Suhu tubuh juga bisa meningkat menjadi demam, kepala terasa pusing, dan nafsu makan berkurang. Bila sudah tidak terasa enak, sebaiknya segera ke dokter.






