logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Artikel Umum Macam-Macam Penyakit    Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Hati-Hati Anemia pada Ibu Hamil

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kurangnya mengkonsumai zat besi atau rendahnya kadar zat besi pada makanan, merupakan faktor utama penyebab anemia pada ibu hamil. Padahal, saat seorang perempuan hamil dan seiring bertambahnya usia kehamilan, semakin tinggi pula kebutuhan zat besi.

Itulah kenapa pada perempuan hamil, risiko anemia tetap tinggi. Sebagian gambaran bisa kita lihat kebutuhan zat besi ibu hamil setiap trimesternya berbeda-beda.

  1. Pada trimester pertama kebutuhan zat besi sekitar 1 mg/hari.
  2. Pada trimester kedua kebutuhan zat besi meningkat menjadi 5 mg/hari.
  3. Pada trimester ketiga kebutuahn zat besi meningkat lagi menjadi 115 mg/hari.

Berdasarkan penelitian Departemen Kesehatan, Unicef, dan Institut Pertanian Bogor diperoleh data bahwa zat besi pada ibu hamil yang menyebabkan angka anemia ibu hamil, ternyata terkait pula dengan kondisi sosial budaya yang berkembang di masyarakat. Misalnya saja hal yang tabu untuk mengkonsumi makanan tertentu, kekurangan air dan kurangnya persediaan pangan.

Anemia terutama pada ibu hamil akibatnya akan sangat mengerikan. Anemia pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran, perdarahan sebelum dan waktu melahirkan, berat bayi lahir rendah, bahkan bisa menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi.

Data angka kematian ibu di Indonesia sampai sekarang masih tinggi yaitu sekitar 343 per seratus ribu kelahiran hidup. Atau dengan kata lain setiap seratus ribu perempuan yang melahirkan dalam satu tahun, berakhir dengan kematian sebanyak 343 orang perempuan. Dan menurut informasi dari Direktorat Kesehatan Keluarga, yang menjadi penyebab tingginya angka kematian itu adalah anemia.

Itulah sebabnya, menanggulangi anemia pada ibu hamil merupakan bagian utama dan tidak bisa dipisahkan dari program perbaikan gizi masyarakat.

Tanda-Tanda Anemia

Gejala-gejala seperti lelah, lemah, nafsu makan berkurang bahkan hilang sama sekali, sakit kepala pada saat bangkit dari duduk, bibir dan kuku terlihat pucat, sesak napas, atau selaput lendir terlihat pucat, adalah tanda bahwa seseorang menderita anemia.

Untuk memastikan bahwa gejala-gejala tersebut memang tanda terserang anemia – terutama pada ibu hamil – segeralah memeriksakan diri kepada petugas kesehatan sebelum gejala-gejala tersebut bertambah parah. Dengan lebih cepat ditangani, maka risiko paling buruk pun bisa segera dihindari.

Dalam penanggulangan anemia, terutama dengan memperhatikan risiko yang diakibatnya, maka anemia pada ibu hamil sejauh ini mendapat prioritas utama. Setelah itu, barulah perempuan yang telah melahirkan terutama dalam rentang masa nifas. Berikutnya adalah kepada balita. Sejauh ini, angka penderita anemia balita ini cukup tinggi, sekitar 55,5%. 

Usia anak sekolah atau anak-anak dengan rentang usia 6-12 tahun adalah prioritas selanjutnya. Angka penderita anemia pada usia anak sekolah ini berkisar antara 24-35%, sedangkan pada remaja putri pada rentang usia 12-18 tahun dan wanita usia subur juga mendapat perhatian serius terutama dalam mempersiapkan kehamilan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Leukimia, Gejala dan Terapynya
  • Penyakit Empedu dan Penyakit Ginjal, Samakah?
  • Ragam Penyakit Akibat Tindik Lidah
  • Mengenal dan Mengendalikan Asam Urat
  • Penyakit Autis: Tak Tersembuhkan, Tapi Bisa Dicegah
  • Sakit Perut yang Mengganggu
  • Penyebab dan Jenis Penyakit Alergi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA