Mengenal Penyebab Bisul
Ilustrasi penyebab bisul
Penyakit kulit satu ini walaupun umumnya berukuran kecil, namun cukup menjengkelkan. Lebih-lebih jika letaknya di tempat yang terlihat jelas oleh orang lain, seperti di wajah. Para orang tua sering mengatakan bahwa penyebab bisul adalah karena terlalu banyak makan telur.
Gara-gara anggapan ini, sebagian orang tua melarang anak-anaknya makan telur ayam karena takut si anak menjadi bisulan. Padahal, nilai gizi yang ada pada telur ayam sangat berguna untuk proses pertumbuhan anak.
Apa Sih Bisul Itu?
Bisul merupakan kumpulan nanah atau neutrofil mati yang sudah terakumulasi dalam rongga di jaringan setelah sebelumnya terinfeksi oleh bakteri atau parasit dan benda asing dalam tubuh lainnya. Reaksi ketahanan dari jaringan ini terbentuk untuk menghindari menyebarnya benda asing tersebut ke seluruh bagian tubuh.
Benda asing atau organisme tersebut membunuh sel yang ada di bagian tubuh sehingga mengakibatkan keluarnya racun yang menyebabkan radang. Sel darah putih di dalam tubuh kemudian mengalir menuju tempat tersebut dan meningkatkan aliran darah di wilayah itu.
Dinding bisul yang terbentuk oleh sel sehat untuk mencegah benda asing yang menyebar ke dalam tubuh merupakan struktur akhir dari pembentukan bisul. Akan tetapi, enkapulasi tersebut berfungsi juga untuk mencegah sel imun menyerang bakteri dan benda asing yang ada di dalam bisul. Oleh sebab itu, bisul biasanya bertahan lama di dalam tubuh dan sulit untuk disembuhkan jika tidak benar-benar telaten mengobatinya.
Bisul Furunkel
Bisul ini merupakan infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut serta jaringan subkutaneus di daerah sekitarnya yang biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus atau jamur.
Bisul jenis ini biasanya tumbuh di daerah leher, payudara, wajah, dan bokong. Bisul akan terasa sakit jika muncul di daerah hidung, telinga, dan jari-jari tangan. Bisul jenis ini biasanya dimulai dengan munculnya benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. Benjolan tersebut kemudian berfluktuasi dan membentuk pustula atau warna putih dan kuning di bagian tengah.
Bisul ini bisa pecah atau dipecahkan untuk mengeluarkan nanah yang tersimpan di dalamnya. Kulit di sekitar bisul akan tampak kemerahan dan penderita biasanya mengalami kelelahan, demam, atau tidak enak badan. Bisul furunkel ini biasanya bersifat kambuhan sehingga gejala-gejalanya harus segera dikenali.
Bisul Karbunkel
Bisul jenis ini merupakan bisul yang bisa mengakibatkan pengelupasan kulit yang luas atau pembentukan jaringan parut yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus. Pembentukannya terjadi lebih lambat dibandingkan dengan bisul furunkel. Namun, bisul ini merupakan jenis infeksi yang lebih serius.
Bisul jenis ini lebih sering terjadi pada kaum pria dengan bagian tubuh yang diinfeksi adalah leher belakang. Penderita diabetes akan lebih rentan terkena bisul ini. Beberapa bisul bisa bersatu membentuk massa yang lebih besar dengan beberapa titik pengaliran nanah yang letaknya lebih dalam dibandingkan dengan bisul furunkel.
Bisul jenis ini bisa menular jika tingkat kebersihan seseorang buruk, kondisi fisik yang sedang tidak baik, terjadi gesekan dengan pakaian, atau pun menggunakan barang-barang secara bersamaan.
Bisul jenis ini akan pecah dengan mengeluarkan nanah, lalu mengering, dan membentuk koreng yang tidak bisa dihilangkan. Penyebabnya bisa ditemukan dengan cara biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terkena infeksi.
Bisul Gara-gara Kuman
Penyebab bisul atau disebut juga furunkel ini adalah kuman/bakteri staphylococcus aureus. Bisul ini berwarna merah, keras, dan membengkak seperti jerawat.
Bisul ini berkembang dengan pesat dan memiliki satu inti di tengahnya. Inti ini sering kita sebut sebagai mata bisul.Untuk menimbulkan bisul, kuman-kuman staphylococcus aureus ini harus lebih dahulu masuk ke dalam kelenjar keringat atau akar rambut kita.
Inti bisul mengandung bakteri dalam jumlah yang sangat banyak. Bakteri ini berada berselang-seling dengan sel darah putih di tempatnya menginfeksi. Sel-sel ini kemudian membentuk cairan kental berupa nanah. Nanah akan keluar ketika bisul pecah.
Nanah yang mengandung kuman atau bakteri hidup itu akan menyebarkan infeksi dan menimbulkan bisul lain pada kulit yang terkena cairan nanah itu. Inilah yang membuat bisul cepat menyebar di kulit kita.
Bisul akan mudah pecah dalam keadaan hangat dan lembab. Memencet paksa bisul dengan menggunakan tangan sangat tidak dianjurkan karena dapat membuat kuman staphylococcus aureus ini semakin menyebar ke kulit yang semula tidak terinfeksi.
Selain itu, memencet bisul juga memberi peluang pada terjadinya infeksi sekunder. Kuman-kuman staphylococcus aureus dari bisul akan memasuki aliran darah dan kemudian meracuni darah (septicemia).
Penyebab Bisul Lainnya
Bisul juga bisa meradang di kulit kita karena beberapa faktor lain. Faktor-faktor penyebab bisul ini antara lain:
• Adanya penyakit
Penderita penyakit gula (diabetes) lebih sering bisulan daripada orang yang tidak menderita penyakit ini.
• Tersumbatnya kelenjar minyak
Bisul seperti ini disebut acne kista, karena bentuknya seperti jerawat, dan biasa dialami oleh remaja.
• Radang lokal kelenjar minyak
Bisul yang disebabkan oleh radang lokal kelenjar minyak ini disebut juga hidradenitis suppurativa. Bisul seperti ini biasanya berada di daerah sekitar pangkal paha atau ketiak.
• Infeksi plus Iritasi
Bisul ini semula hanya berupa infeksi folikel yang kemudian mengalami iritasi. Bisul jenis ini disebut sebagai kista pilonidal dan biasanya terdapat di daerah lipatan bokong.
• Kotor
Bisul lebih mudah tumbuh di kulit yang kebersihannya tidak terjaga.
• Luka
Kulit yang terluka dan tidak segera diobati juga membuka peluang bagi tumbuhnya bisul.
Tempat Tumbuh Bisul
Bisul dapat tumbuh di sembarang tempat pada permukaan tubuh manusia. Yang paling sering adalah di bagian-bagian tubuh yang sering mengalami gesekan seperti ketiak, pangkal paha, dan bokong. Namun, bisul juga dapat tumbuh di bagian kulit lainnya, seperti leher, wajah, punggung, dada, lengan, dan sebagainya.
Yang paling parah adalah jika bisul ini tumbuh di ujung hidung, pojok mulut, sudut mata, dan bagian dalam lubang hidung. Bisul-bisul yang tumbuh di bagian-bagian tubuh ini sering menimbulkan kasus keracunan darah.
Walaupun sering dianggap sepele, sebaiknya bisul tak diabaikan begitu saja. Hal-hal serius sering bermula dari hal-hal yang dianggap sepele.
Pencegahan Munculnya Bisul
Untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar terhindar dari penyakit bisul, baik furunkel maupun karbunkel, Anda harus senantiasa menyediakan sabun cair yang mengandungn zat anti bakteri supaya infeksi atau penularan kuman dan bakteri bisa dihindari.
Bisul bisa menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, apalagi bayi dan anak-anak yang ketahanan tubuhnya masih belum stabil. Jadi, terapkan hidu yang bersih dan sehat di rumah Anda agar terhindar dari beragam kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan beragam penyakit menular.
Selain itu, makanlah makanan yang bergizi dan seimbang sehingga semua kebutuhan gizi pada tubub terpenuhi. Dengan begitu, daya tahan tubuh pun akan seimbang sehingga tidak mudah terjangkit penyakit.
Jika Anda atau keluarga terkena infeksi bisul, lebih baik biarkan bisul hingga pecah atau mengering. Hindari menekan bagian bisul supaya terhindar dari infeksi atau peradagang yang lebih parah karena siapa tahu tangan Anda terkena bakteri lebih banyak dibandingkan dengan daerah bisul yang Anda tekan. Kompres dengan menggunakan air hangat agar infeksi tidak terjadi terus menerus.

